<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WIKA Gedung (WEGE) Antisipasi Kenaikan Harga Komoditas</title><description>PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk atau Wika Gedung (WEGE) mengantisipasi dampak kenaikan harga komoditas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/16/278/2562840/wika-gedung-wege-antisipasi-kenaikan-harga-komoditas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/16/278/2562840/wika-gedung-wege-antisipasi-kenaikan-harga-komoditas"/><item><title>WIKA Gedung (WEGE) Antisipasi Kenaikan Harga Komoditas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/16/278/2562840/wika-gedung-wege-antisipasi-kenaikan-harga-komoditas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/16/278/2562840/wika-gedung-wege-antisipasi-kenaikan-harga-komoditas</guid><pubDate>Rabu 16 Maret 2022 20:35 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/16/278/2562840/wika-gedung-wege-antisipasi-kenaikan-harga-komoditas-nkDZOQuzN5.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Wika Gedung antisipasi dampak kenaikan harga komoditas (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/16/278/2562840/wika-gedung-wege-antisipasi-kenaikan-harga-komoditas-nkDZOQuzN5.jpeg</image><title>Wika Gedung antisipasi dampak kenaikan harga komoditas (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk atau Wika Gedung (WEGE) mengantisipasi dampak kenaikan harga komoditas pada sektor konstruksi bangunan. Perseroan mempersiapkan strategi untuk menghadapi kenaikan produk komoditas bijih besi, seperti besi beton yang menjadi material utama perusahaan.
&quot;Jadi strategi yang sudah kami kerjakan terutama untuk komoditas-komoditas utama di building construction ini adalah kita sudah punya kontrak payung, terutama untuk satu tahun agenda RKP, misalnya untuk besi beton dan pekerjaan betonnya, ini sangat utama untuk infrastruktur,&quot; kata Direktur Utama WEGE Nariman Prasetyo dalam MNC Group Investor Forum 2022, secara virtual, Rabu (16/3/2022).
BACA JUGA:WIKA Gedung (WEGE) Anggarkan Capex Rp315,5 Miliar

Selain mengutamakan kontrak dengan jangka tertentu, Nariman menuturkan perusahaan juga mengutamakan sistem pembayaran yang memiliki kepastian dengan pihak ketiga.
Langkah ini dinilai penting terutama untuk mengukur harga-harga dasar yang dikeluarkan perseroan dalam rencana kerja.
BACA JUGA:WIKA Gedung Raup Laba Rp216,39 Miliar, Naik 38,4%

&quot;Dari finance ini kami menggunakan sistem pembayaran bisa SKBDN bisa SCF yang disepekati bersama dengan pihak ketiga, supaya kita bisa menguji tingkat kepastian harga-harga yang akan berjalan,&quot; tuturnya.
Selanjutnya, perseroan juga akan mereview perhitungan harga dengan asumsi dampak yang bakal terjadi di perusahaan.
Perseroan memprioritaskan untuk melakukan mitigasi berapa harga yang dikeluarkan, khususnya dalam merumuskan harga pokok penjualan (HPP).&quot;Sehingga, HPP kita juga harus kita sesuaikan dengan memitigasi  berapa harga yang kita proyeksikan akan terjadi, khususnya di agenda  kerja tahun 2022,&quot; terang Nariman.
Garansi pembayaran juga menjadi hal yang utama bagi Wika Gedung.  Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko Wika Gedung  Syailendra Ogan menerangkan bahwa kepastian keuangan menjadi penentu  proyek yang bakal disasar perusahaan.
&quot;Secara finance, kita harus ada garansi pembayarannya, sehingga kita  bisa hitung terkait harga komoditas yang akan kita masukkan dalam HPP  projectnya,&quot; tutur Ogan.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk atau Wika Gedung (WEGE) mengantisipasi dampak kenaikan harga komoditas pada sektor konstruksi bangunan. Perseroan mempersiapkan strategi untuk menghadapi kenaikan produk komoditas bijih besi, seperti besi beton yang menjadi material utama perusahaan.
&quot;Jadi strategi yang sudah kami kerjakan terutama untuk komoditas-komoditas utama di building construction ini adalah kita sudah punya kontrak payung, terutama untuk satu tahun agenda RKP, misalnya untuk besi beton dan pekerjaan betonnya, ini sangat utama untuk infrastruktur,&quot; kata Direktur Utama WEGE Nariman Prasetyo dalam MNC Group Investor Forum 2022, secara virtual, Rabu (16/3/2022).
BACA JUGA:WIKA Gedung (WEGE) Anggarkan Capex Rp315,5 Miliar

Selain mengutamakan kontrak dengan jangka tertentu, Nariman menuturkan perusahaan juga mengutamakan sistem pembayaran yang memiliki kepastian dengan pihak ketiga.
Langkah ini dinilai penting terutama untuk mengukur harga-harga dasar yang dikeluarkan perseroan dalam rencana kerja.
BACA JUGA:WIKA Gedung Raup Laba Rp216,39 Miliar, Naik 38,4%

&quot;Dari finance ini kami menggunakan sistem pembayaran bisa SKBDN bisa SCF yang disepekati bersama dengan pihak ketiga, supaya kita bisa menguji tingkat kepastian harga-harga yang akan berjalan,&quot; tuturnya.
Selanjutnya, perseroan juga akan mereview perhitungan harga dengan asumsi dampak yang bakal terjadi di perusahaan.
Perseroan memprioritaskan untuk melakukan mitigasi berapa harga yang dikeluarkan, khususnya dalam merumuskan harga pokok penjualan (HPP).&quot;Sehingga, HPP kita juga harus kita sesuaikan dengan memitigasi  berapa harga yang kita proyeksikan akan terjadi, khususnya di agenda  kerja tahun 2022,&quot; terang Nariman.
Garansi pembayaran juga menjadi hal yang utama bagi Wika Gedung.  Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko Wika Gedung  Syailendra Ogan menerangkan bahwa kepastian keuangan menjadi penentu  proyek yang bakal disasar perusahaan.
&quot;Secara finance, kita harus ada garansi pembayarannya, sehingga kita  bisa hitung terkait harga komoditas yang akan kita masukkan dalam HPP  projectnya,&quot; tutur Ogan.</content:encoded></item></channel></rss>
