<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perang Rusia-Ukraina Bikin Sri Mulyani Mulai Resah</title><description>Perang Rusia dan Ukraina menciptakan tingginya ketidakpastian ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/16/320/2562657/perang-rusia-ukraina-bikin-sri-mulyani-mulai-resah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/16/320/2562657/perang-rusia-ukraina-bikin-sri-mulyani-mulai-resah"/><item><title>Perang Rusia-Ukraina Bikin Sri Mulyani Mulai Resah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/16/320/2562657/perang-rusia-ukraina-bikin-sri-mulyani-mulai-resah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/16/320/2562657/perang-rusia-ukraina-bikin-sri-mulyani-mulai-resah</guid><pubDate>Rabu 16 Maret 2022 15:59 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/16/320/2562657/perang-rusia-ukraina-bikin-sri-mulyani-mulai-resah-7uXDuntISP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani pantau dampak perang Rusia-Ukraina (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/16/320/2562657/perang-rusia-ukraina-bikin-sri-mulyani-mulai-resah-7uXDuntISP.jpg</image><title>Sri Mulyani pantau dampak perang Rusia-Ukraina (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Perang Rusia dan Ukraina menciptakan tingginya ketidakpastian ekonomi. Konflik kedua negara ini memicu harga komoditas maupun pasar modal dan pasar keuangan bergejolak
&quot;Ini akan menjadi tantangan bagi semua negara yang menavigasi proses pemulihan,&quot; ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Rabu (16/3/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Klaim IHSG dan Rupiah Stabil di Tengah Perang Rusia-Ukraina

Dia menjelaskan harga beberapa komoditas saat ini sudah meningkat sangat ekstrim di berbagai belahan dunia. Di sisi lain, volatilitas di pasar modal dan pasar keuangan terjadi karena pemberian sanksi ekonomi berbagai negara kepada Rusia.
BACA JUGA:Dharma Satya Nusantara (DSNG) Ungkap Tak Kena Dampak Perang Rusia-Ukraina

Hal tersebut pun diperkeruh dengan kebijakan berbagai negara yang diperketat, mulai dari moneter maupun fiskal.
&quot;Ini semua akan menjadi ancaman yang sangat nyata bagi proses pemulihan ekonomi, baik di negara maju maupun negara berkembang,&quot; jelas Sri Mulyani.Dia menilai global menghadapi cukup banyak risiko ekonomi saat ini,  belum ditambah dengan masih adanya pandemi COVID-19 dan gangguan pasokan  yang menyebabkan kenaikan inflasi.
Maka dari itu, seluruh dunia saat ini belum bisa secara pasti  menerima begitu saja bahwa pemulihan ekonomi akan terus berlanjut dengan  kondisi yang masih dipenuhi ketidakpastian.
Meski demikian, lanjut dia, Indonesia cenderung bisa menahan gejolak  yang diakibatkan dari berbagai risiko ekonomi tersebut, terutama karena  Rusia tak terlalu memberi peran besar terhadap perekonomian domestik  secara keseluruhan.</description><content:encoded>JAKARTA - Perang Rusia dan Ukraina menciptakan tingginya ketidakpastian ekonomi. Konflik kedua negara ini memicu harga komoditas maupun pasar modal dan pasar keuangan bergejolak
&quot;Ini akan menjadi tantangan bagi semua negara yang menavigasi proses pemulihan,&quot; ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Rabu (16/3/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Klaim IHSG dan Rupiah Stabil di Tengah Perang Rusia-Ukraina

Dia menjelaskan harga beberapa komoditas saat ini sudah meningkat sangat ekstrim di berbagai belahan dunia. Di sisi lain, volatilitas di pasar modal dan pasar keuangan terjadi karena pemberian sanksi ekonomi berbagai negara kepada Rusia.
BACA JUGA:Dharma Satya Nusantara (DSNG) Ungkap Tak Kena Dampak Perang Rusia-Ukraina

Hal tersebut pun diperkeruh dengan kebijakan berbagai negara yang diperketat, mulai dari moneter maupun fiskal.
&quot;Ini semua akan menjadi ancaman yang sangat nyata bagi proses pemulihan ekonomi, baik di negara maju maupun negara berkembang,&quot; jelas Sri Mulyani.Dia menilai global menghadapi cukup banyak risiko ekonomi saat ini,  belum ditambah dengan masih adanya pandemi COVID-19 dan gangguan pasokan  yang menyebabkan kenaikan inflasi.
Maka dari itu, seluruh dunia saat ini belum bisa secara pasti  menerima begitu saja bahwa pemulihan ekonomi akan terus berlanjut dengan  kondisi yang masih dipenuhi ketidakpastian.
Meski demikian, lanjut dia, Indonesia cenderung bisa menahan gejolak  yang diakibatkan dari berbagai risiko ekonomi tersebut, terutama karena  Rusia tak terlalu memberi peran besar terhadap perekonomian domestik  secara keseluruhan.</content:encoded></item></channel></rss>
