<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penduduk Miskin Ekstrem di Asia Tenggara Bertambah 4,7 Juta Orang akibat Pandemi</title><description>Jumlah penduduk miskin ekstrem di Asia Tenggara bertambah 4,7 juta orang pada 2021 akibat pandemi covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/16/320/2562692/penduduk-miskin-ekstrem-di-asia-tenggara-bertambah-4-7-juta-orang-akibat-pandemi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/16/320/2562692/penduduk-miskin-ekstrem-di-asia-tenggara-bertambah-4-7-juta-orang-akibat-pandemi"/><item><title>Penduduk Miskin Ekstrem di Asia Tenggara Bertambah 4,7 Juta Orang akibat Pandemi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/16/320/2562692/penduduk-miskin-ekstrem-di-asia-tenggara-bertambah-4-7-juta-orang-akibat-pandemi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/16/320/2562692/penduduk-miskin-ekstrem-di-asia-tenggara-bertambah-4-7-juta-orang-akibat-pandemi</guid><pubDate>Rabu 16 Maret 2022 16:38 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/16/320/2562692/penduduk-miskin-ekstrem-di-asia-tenggara-bertambah-4-7-juta-orang-akibat-pandemi-PLzVhlWjff.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jumlah penduduk miskin meningkat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/16/320/2562692/penduduk-miskin-ekstrem-di-asia-tenggara-bertambah-4-7-juta-orang-akibat-pandemi-PLzVhlWjff.jpg</image><title>Jumlah penduduk miskin meningkat (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Jumlah penduduk miskin ekstrem di Asia Tenggara bertambah 4,7 juta orang pada 2021 akibat pandemi covid-19. Meningkatnya angka kemiskinan seiring dengan hilangnya 9,3 juta pekerjaan.
Laporan Asian Development Bank (ADB) yang dipaparkan di Simposium Pembangunan Asia Tenggara (Southeast Asia Development Symposium, SEADS) mengungkap varian omicron dapat memangkas pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara hingga 0,8 poin persentase pada 2022.
BACA JUGA:BLT Rp600.000 Cair, Menko Airlangga Berharap Dapat Kurangi Kemiskinan Ekstrem di RI

Laporan ADB yang berjudul Southeast Asia: Rising from the Pandemic mencatat ekonomi kawasan Asia Tenggara pada 2022 diperkirakan akan turun lebih dari 10%. Kelompok yang paling terimbas dampaknya antara lain adalah para pekerja tanpa keterampilan khusus, pekerja di sektor ritel dan perekonomian informal, serta usaha kecil yang tidak memiliki eksistensi digital.
&amp;ldquo;Pandemi ini telah menimbulkan pengangguran di mana-mana, memperburuk ketimpangan, serta memperbesar tingkat kemiskinan, dan hal-hal tersebut terutama menimpa kaum perempuan, pekerja usia muda, dan lansia di Asia Tenggara,&amp;rdquo; kata Presiden ADB Masatsugu Asakawa di Manila, Rabu(16/3/2022).
BACA JUGA:Tekan Kemiskinan, Ketua DPD RI Usul Pemberdayaan Ekonomi Desa Dipercepat

&amp;ldquo;ADB akan terus bekerja sama dengan para pembuat kebijakan, seiring upaya negara-negara untuk membangun kembali perekonomian negaranya, meningkatkan sistem kesehatan nasional, dan merampingkan peraturan domestik guna memperkuat daya saing dunia usaha,&quot; sambungnya.
Menurutnya, ADB mendorong seluruh pemerintah di Asia Tenggara agar berinvestasi pada infrastruktur yang pintar dan hijau, serta mengadopsi inovasi di bidang teknologi untuk makin menstimulasi pertumbuhan ekonomi.Laporan ADB ini menyatakan bahwa dalam kurun waktu dua tahun pandemi,  perekonomian yang sudah mengadopsi teknologi secara luas, mampu  mempertahankan ekspornya, atau kaya sumber daya alam, memiliki prospek  pertumbuhan yang lebih cerah. Laporan tersebut mencatat terjadinya  pemulihan ekonomi di seluruh kawasan, dan sebagian besar negara  mengalami kenaikan kunjungan ke tempat-tempat ritel dan rekreasi hingga  161% dalam periode dua tahun sampai dengan 16 Februari 2022.
Namun, kawasan ini masih menghadapi sejumlah tantangan global,  termasuk munculnya varian lain dari COVID-19, pengetatan suku bunga  global, gangguan rantai pasokan, serta kenaikan harga komoditas dan  inflasi.
Laporan ini juga merekomendasikan agar pemerintah terus mendorong  reformasi struktural guna meningkatkan daya saing dan produktivitas.
Hal ini termasuk menyederhanakan prosedur dalam berusaha, mengurangi  hambatan perdagangan, dan mendorong usaha kecil untuk mengadopsi  teknologi baru. Reformasi tersebut dapat pula mencakup pelatihan  keterampilan untuk membantu pekerja mengatasi disrupsi pasar tenaga  kerja dan relokasi pekerjaan di berbagai sektor. Pemerintah juga perlu  menjaga kehati-hatian fiskal untuk mengurangi defisit dan utang  pemerintah, serta memodernisasi administrasi pajak guna meningkatkan  efisien dan memperluas basis pajak.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Jumlah penduduk miskin ekstrem di Asia Tenggara bertambah 4,7 juta orang pada 2021 akibat pandemi covid-19. Meningkatnya angka kemiskinan seiring dengan hilangnya 9,3 juta pekerjaan.
Laporan Asian Development Bank (ADB) yang dipaparkan di Simposium Pembangunan Asia Tenggara (Southeast Asia Development Symposium, SEADS) mengungkap varian omicron dapat memangkas pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara hingga 0,8 poin persentase pada 2022.
BACA JUGA:BLT Rp600.000 Cair, Menko Airlangga Berharap Dapat Kurangi Kemiskinan Ekstrem di RI

Laporan ADB yang berjudul Southeast Asia: Rising from the Pandemic mencatat ekonomi kawasan Asia Tenggara pada 2022 diperkirakan akan turun lebih dari 10%. Kelompok yang paling terimbas dampaknya antara lain adalah para pekerja tanpa keterampilan khusus, pekerja di sektor ritel dan perekonomian informal, serta usaha kecil yang tidak memiliki eksistensi digital.
&amp;ldquo;Pandemi ini telah menimbulkan pengangguran di mana-mana, memperburuk ketimpangan, serta memperbesar tingkat kemiskinan, dan hal-hal tersebut terutama menimpa kaum perempuan, pekerja usia muda, dan lansia di Asia Tenggara,&amp;rdquo; kata Presiden ADB Masatsugu Asakawa di Manila, Rabu(16/3/2022).
BACA JUGA:Tekan Kemiskinan, Ketua DPD RI Usul Pemberdayaan Ekonomi Desa Dipercepat

&amp;ldquo;ADB akan terus bekerja sama dengan para pembuat kebijakan, seiring upaya negara-negara untuk membangun kembali perekonomian negaranya, meningkatkan sistem kesehatan nasional, dan merampingkan peraturan domestik guna memperkuat daya saing dunia usaha,&quot; sambungnya.
Menurutnya, ADB mendorong seluruh pemerintah di Asia Tenggara agar berinvestasi pada infrastruktur yang pintar dan hijau, serta mengadopsi inovasi di bidang teknologi untuk makin menstimulasi pertumbuhan ekonomi.Laporan ADB ini menyatakan bahwa dalam kurun waktu dua tahun pandemi,  perekonomian yang sudah mengadopsi teknologi secara luas, mampu  mempertahankan ekspornya, atau kaya sumber daya alam, memiliki prospek  pertumbuhan yang lebih cerah. Laporan tersebut mencatat terjadinya  pemulihan ekonomi di seluruh kawasan, dan sebagian besar negara  mengalami kenaikan kunjungan ke tempat-tempat ritel dan rekreasi hingga  161% dalam periode dua tahun sampai dengan 16 Februari 2022.
Namun, kawasan ini masih menghadapi sejumlah tantangan global,  termasuk munculnya varian lain dari COVID-19, pengetatan suku bunga  global, gangguan rantai pasokan, serta kenaikan harga komoditas dan  inflasi.
Laporan ini juga merekomendasikan agar pemerintah terus mendorong  reformasi struktural guna meningkatkan daya saing dan produktivitas.
Hal ini termasuk menyederhanakan prosedur dalam berusaha, mengurangi  hambatan perdagangan, dan mendorong usaha kecil untuk mengadopsi  teknologi baru. Reformasi tersebut dapat pula mencakup pelatihan  keterampilan untuk membantu pekerja mengatasi disrupsi pasar tenaga  kerja dan relokasi pekerjaan di berbagai sektor. Pemerintah juga perlu  menjaga kehati-hatian fiskal untuk mengurangi defisit dan utang  pemerintah, serta memodernisasi administrasi pajak guna meningkatkan  efisien dan memperluas basis pajak.</content:encoded></item></channel></rss>
