<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Orang RI Masih 'Buta' soal Pasar Modal</title><description>Pengetahuan masyarakat mengenai pasar modal Indonesia masih rendah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/17/278/2563518/orang-ri-masih-buta-soal-pasar-modal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/17/278/2563518/orang-ri-masih-buta-soal-pasar-modal"/><item><title>Orang RI Masih 'Buta' soal Pasar Modal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/17/278/2563518/orang-ri-masih-buta-soal-pasar-modal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/17/278/2563518/orang-ri-masih-buta-soal-pasar-modal</guid><pubDate>Kamis 17 Maret 2022 21:12 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/17/278/2563518/orang-ri-masih-buta-soal-pasar-modal-dOwxC6JvsX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengetahuan masyarakat soal pasar modal masih rendah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/17/278/2563518/orang-ri-masih-buta-soal-pasar-modal-dOwxC6JvsX.jpg</image><title>Pengetahuan masyarakat soal pasar modal masih rendah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengetahuan masyarakat mengenai pasar modal Indonesia masih rendah. Literasi keuangan yang masih rendah di pasar modal Indonesia menjadi tantangan yang harus segera diatasi.
&quot;Challenge (tantangan) bagi Otoritas Jasa Keuangan, self-regulatory organization (SRO) pasar modal dan anggota bursa, bagaimana meningkatkan literasi dan inklusi pasar saham secara luas,&quot; kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W Widodo, Kamis (17/3/2022).
BACA JUGA:Rusia Serang Ukraina, Investor Pasar Modal Harus Ngapain?

Menurutnya, literasi keuangan mengenai pasar modal harus terus ditingkatkan, terlebih dalam 2-3 tahun terakhir terdapat peningkatan pesat jumlah investor baru yang masuk dalam kategori investor ritel.
Dia merinci, hingga Februari 2022, jumlah kepemilikan investor ritel mencapai 14% di pasar saham Indonesia atau meningkat dibanding 2019 yang hanya sebesar 10,6%.
BACA JUGA:Investor Asing Percaya Pasar Modal RI, IHSG Diprediksi Tembus Level 7.300 di Akhir 2022

Sementara itu, nilai transaksi investor ritel pada Januari-Februari 2022 mencapai 51,1% dari total transaksi di pasar saham atau meningkat dari 2019 yang sebesar 37%.
Berdasarkan data BEI, bahwa setiap harinya nilai transaksi di pasar modal bisa mencapai Rp14,3 triliun, maka investor ritel setiap harinya bisa bertransaksi sekitar Rp7 triliun.Padahal, berdasarkan survei di 2019, literasi keuangan di pasar modal  hanya sebesar 4,9%. Bahkan, tingkat inklusi keuangan pasar modal lebih  rendah dari literasi keuangan yang hanya sebesar 1,6%.
&quot;Unfortunately di pasar modal, terutama dibandingkan dengan  perbankan, --yang literasinya tinggi naik hingga 36% pada 2019 dari 28%  pada 2016--, di pasar modal termasuk yang terendah, kurang dari lima%,  demikian juga dengan tingkat inklusi bahkan masih sangat rendah di bawah  2%,&quot; ujarnya.
Untuk meningkatkan literasi dan inklusi itu, ujar Laksono, BEI  mengalokasikan banyak investasi dan bekerja sama dengan OJK dan anggota  bursa untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan secara gratis kepada  masyarakat.
&quot;Kami lakukan melalui 30 cabang kami di Indonesia, melalui juga 644 galeri investasi dan 380 komunitas investasi,&quot; kata Laksono.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengetahuan masyarakat mengenai pasar modal Indonesia masih rendah. Literasi keuangan yang masih rendah di pasar modal Indonesia menjadi tantangan yang harus segera diatasi.
&quot;Challenge (tantangan) bagi Otoritas Jasa Keuangan, self-regulatory organization (SRO) pasar modal dan anggota bursa, bagaimana meningkatkan literasi dan inklusi pasar saham secara luas,&quot; kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W Widodo, Kamis (17/3/2022).
BACA JUGA:Rusia Serang Ukraina, Investor Pasar Modal Harus Ngapain?

Menurutnya, literasi keuangan mengenai pasar modal harus terus ditingkatkan, terlebih dalam 2-3 tahun terakhir terdapat peningkatan pesat jumlah investor baru yang masuk dalam kategori investor ritel.
Dia merinci, hingga Februari 2022, jumlah kepemilikan investor ritel mencapai 14% di pasar saham Indonesia atau meningkat dibanding 2019 yang hanya sebesar 10,6%.
BACA JUGA:Investor Asing Percaya Pasar Modal RI, IHSG Diprediksi Tembus Level 7.300 di Akhir 2022

Sementara itu, nilai transaksi investor ritel pada Januari-Februari 2022 mencapai 51,1% dari total transaksi di pasar saham atau meningkat dari 2019 yang sebesar 37%.
Berdasarkan data BEI, bahwa setiap harinya nilai transaksi di pasar modal bisa mencapai Rp14,3 triliun, maka investor ritel setiap harinya bisa bertransaksi sekitar Rp7 triliun.Padahal, berdasarkan survei di 2019, literasi keuangan di pasar modal  hanya sebesar 4,9%. Bahkan, tingkat inklusi keuangan pasar modal lebih  rendah dari literasi keuangan yang hanya sebesar 1,6%.
&quot;Unfortunately di pasar modal, terutama dibandingkan dengan  perbankan, --yang literasinya tinggi naik hingga 36% pada 2019 dari 28%  pada 2016--, di pasar modal termasuk yang terendah, kurang dari lima%,  demikian juga dengan tingkat inklusi bahkan masih sangat rendah di bawah  2%,&quot; ujarnya.
Untuk meningkatkan literasi dan inklusi itu, ujar Laksono, BEI  mengalokasikan banyak investasi dan bekerja sama dengan OJK dan anggota  bursa untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan secara gratis kepada  masyarakat.
&quot;Kami lakukan melalui 30 cabang kami di Indonesia, melalui juga 644 galeri investasi dan 380 komunitas investasi,&quot; kata Laksono.</content:encoded></item></channel></rss>
