<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil Ungkap RI Punya Banyak Energi Terbarukan tapi...</title><description>Bahlil Lahadia menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk melakukan transisi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/17/320/2563320/bahlil-ungkap-ri-punya-banyak-energi-terbarukan-tapi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/17/320/2563320/bahlil-ungkap-ri-punya-banyak-energi-terbarukan-tapi"/><item><title>Bahlil Ungkap RI Punya Banyak Energi Terbarukan tapi...</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/17/320/2563320/bahlil-ungkap-ri-punya-banyak-energi-terbarukan-tapi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/17/320/2563320/bahlil-ungkap-ri-punya-banyak-energi-terbarukan-tapi</guid><pubDate>Kamis 17 Maret 2022 15:54 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/17/320/2563320/bahlil-ungkap-ri-punya-banyak-energi-terbarukan-tapi-WdptG9OB1O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Energi Baru Terbarukan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/17/320/2563320/bahlil-ungkap-ri-punya-banyak-energi-terbarukan-tapi-WdptG9OB1O.jpg</image><title>Energi Baru Terbarukan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadia menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk melakukan transisi menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT).
Sebagai negara tropis yang juga berada di garis katulistiwa seharusnya ketersediaan sumber daya alam bukan menjadi penghambat Indonesia melakukan transisi energi.
BACA JUGA:Bahlil Tak Ragu Cabut Izin Usaha Pertambangan meski Milik Teman Sendiri

Namun, kata dia ada masalah lain yang menyebabkan Indonesia hingga hari ini masih ketergantungan dengan sumberdaya fosil.
&quot;Kita mempunyai cadangan PLTA, kita mempunyai matahari yang bagus, kita mempunyai angin, tapi memang investasinya lebih mahal,&quot; ujar Bahlil dalam MNC Invesment Forum 2022, Kamis (17/3/2022).
Karena investasi yang mahal tersebut, membuat energi ramah lingkungan yang dihasilkan menjadi lebih mahal.
BACA JUGA:Bahlil Klaim UU Cipta Kerja Dapat Respons Positif dari Investor Eropa

&quot;Makanya dijual ke PLN nya lebih mahal, PLN mau murah tapi barang bagus, mana ada di republik ini harga murah barang bagus,&quot; kata Bahlil.Meski demikian Bahlil mengatakan pemerintah telah menargetkan setidaknya hingga 2025, 25% total listrik yang dipakai harus berasal dari EBT.
&quot;Dengan demikian maka PLN tidak boleh main-main lagi, kalau PLN belum mampu menyesuaikan diri, kita akan membuka untuk investasi di dunia EBT tanpa melibatkan PLN,&quot; sambungnya.&amp;nbsp;
Bahlil menegaskan sudah waktunya Indonesia harus memaksakan untuk penggunaan EBT digunakan oleh masyarakat.
&quot;Kita harus memaksakan agar energi baru terbarukan ini dipakai, karena kita kaya (SDA),&quot; kata Bahlil.
Sedangkan untuk saat ini EBT baru diwajibkan untuk produk-produk hilirisasi menggunakan harus menggunakan EBT. Itu pun karena syarat untuk masuk ke pasar global.
&quot;Itu kalau kita mau menguasai pasar global,&quot; pungkas Bahlil.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadia menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk melakukan transisi menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT).
Sebagai negara tropis yang juga berada di garis katulistiwa seharusnya ketersediaan sumber daya alam bukan menjadi penghambat Indonesia melakukan transisi energi.
BACA JUGA:Bahlil Tak Ragu Cabut Izin Usaha Pertambangan meski Milik Teman Sendiri

Namun, kata dia ada masalah lain yang menyebabkan Indonesia hingga hari ini masih ketergantungan dengan sumberdaya fosil.
&quot;Kita mempunyai cadangan PLTA, kita mempunyai matahari yang bagus, kita mempunyai angin, tapi memang investasinya lebih mahal,&quot; ujar Bahlil dalam MNC Invesment Forum 2022, Kamis (17/3/2022).
Karena investasi yang mahal tersebut, membuat energi ramah lingkungan yang dihasilkan menjadi lebih mahal.
BACA JUGA:Bahlil Klaim UU Cipta Kerja Dapat Respons Positif dari Investor Eropa

&quot;Makanya dijual ke PLN nya lebih mahal, PLN mau murah tapi barang bagus, mana ada di republik ini harga murah barang bagus,&quot; kata Bahlil.Meski demikian Bahlil mengatakan pemerintah telah menargetkan setidaknya hingga 2025, 25% total listrik yang dipakai harus berasal dari EBT.
&quot;Dengan demikian maka PLN tidak boleh main-main lagi, kalau PLN belum mampu menyesuaikan diri, kita akan membuka untuk investasi di dunia EBT tanpa melibatkan PLN,&quot; sambungnya.&amp;nbsp;
Bahlil menegaskan sudah waktunya Indonesia harus memaksakan untuk penggunaan EBT digunakan oleh masyarakat.
&quot;Kita harus memaksakan agar energi baru terbarukan ini dipakai, karena kita kaya (SDA),&quot; kata Bahlil.
Sedangkan untuk saat ini EBT baru diwajibkan untuk produk-produk hilirisasi menggunakan harus menggunakan EBT. Itu pun karena syarat untuk masuk ke pasar global.
&quot;Itu kalau kita mau menguasai pasar global,&quot; pungkas Bahlil.</content:encoded></item></channel></rss>
