<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aliran Modal Asing Kabur dari RI Rp5,7 Triliun</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar (outflows) sebesar USD400 juta setara Rp5,7 triliun (kurs Rp14.300).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/17/320/2563370/aliran-modal-asing-kabur-dari-ri-rp5-7-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/17/320/2563370/aliran-modal-asing-kabur-dari-ri-rp5-7-triliun"/><item><title>Aliran Modal Asing Kabur dari RI Rp5,7 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/17/320/2563370/aliran-modal-asing-kabur-dari-ri-rp5-7-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/17/320/2563370/aliran-modal-asing-kabur-dari-ri-rp5-7-triliun</guid><pubDate>Kamis 17 Maret 2022 16:51 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/17/320/2563370/aliran-modal-asing-kabur-dari-ri-rp5-7-triliun-uwRso01aVF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia catat aliran modal asing keluar (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/17/320/2563370/aliran-modal-asing-kabur-dari-ri-rp5-7-triliun-uwRso01aVF.jpg</image><title>Bank Indonesia catat aliran modal asing keluar (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar (outflows) sebesar USD400 juta setara Rp5,7 triliun (kurs Rp14.300) pada periode Januari hingga 15 Maret 2021. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik tertahan seiring peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global.
BACA JUGA:Bank Indonesia-Central Bank of the United Arab Emirates Teken Perjanjian Kerjasama

&quot;Meski terdapat aliran modal asing yang keluar, nilai tukar rupiah tetap terjaga sehingga menguat sebesar 0,38% secara point to point dan 0,01% secara rerata dibandingkan dengan level akhir Februari 2022,&quot; katanya, Kamis (17/3/2022).
BACA JUGA:Waspada! OJK Ungkap 21% Serangan Siber Hantui Perbankan

Dia menjelaskan perkembangan nilai tukar ditopang pasokan valas domestik dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
Dengan perkembangan tersebut, rupiah sampai dengan 16 Maret 2022 mencatat depresiasi sekitar 0,42% dibandingkan dengan level akhir 2021.Kendati terdepresiasi, penurunan mata uang Garuda relatif lebih  rendah dibandingkan depresiasi dari mata uang sejumlah negara berkembang  lainnya, seperti Malaysia 0,76%, India 2,53%, dan Filipina 2,56%.
&quot;Ke depan, nilai tukar rupiah diperkirakan tetap terjaga didukung  oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang tetap baik,&quot; tutur  Perry.
BI akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah  sesuai dengan bekerjanya mekanisme pasar dan fundamental ekonomi,  melalui langkah-langkah mendorong efektivitas operasi moneter dan  ketersediaan likuiditas di pasar.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar (outflows) sebesar USD400 juta setara Rp5,7 triliun (kurs Rp14.300) pada periode Januari hingga 15 Maret 2021. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik tertahan seiring peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global.
BACA JUGA:Bank Indonesia-Central Bank of the United Arab Emirates Teken Perjanjian Kerjasama

&quot;Meski terdapat aliran modal asing yang keluar, nilai tukar rupiah tetap terjaga sehingga menguat sebesar 0,38% secara point to point dan 0,01% secara rerata dibandingkan dengan level akhir Februari 2022,&quot; katanya, Kamis (17/3/2022).
BACA JUGA:Waspada! OJK Ungkap 21% Serangan Siber Hantui Perbankan

Dia menjelaskan perkembangan nilai tukar ditopang pasokan valas domestik dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
Dengan perkembangan tersebut, rupiah sampai dengan 16 Maret 2022 mencatat depresiasi sekitar 0,42% dibandingkan dengan level akhir 2021.Kendati terdepresiasi, penurunan mata uang Garuda relatif lebih  rendah dibandingkan depresiasi dari mata uang sejumlah negara berkembang  lainnya, seperti Malaysia 0,76%, India 2,53%, dan Filipina 2,56%.
&quot;Ke depan, nilai tukar rupiah diperkirakan tetap terjaga didukung  oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang tetap baik,&quot; tutur  Perry.
BI akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah  sesuai dengan bekerjanya mekanisme pasar dan fundamental ekonomi,  melalui langkah-langkah mendorong efektivitas operasi moneter dan  ketersediaan likuiditas di pasar.</content:encoded></item></channel></rss>
