<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag Sebut Biang Kerok Minyak Goreng Mahal dan Langka karena Perang Rusia-Ukraina</title><description>Harga minyak goreng mahal karena perang Rusia-Ukraina.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/17/320/2563488/mendag-sebut-biang-kerok-minyak-goreng-mahal-dan-langka-karena-perang-rusia-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/17/320/2563488/mendag-sebut-biang-kerok-minyak-goreng-mahal-dan-langka-karena-perang-rusia-ukraina"/><item><title>Mendag Sebut Biang Kerok Minyak Goreng Mahal dan Langka karena Perang Rusia-Ukraina</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/17/320/2563488/mendag-sebut-biang-kerok-minyak-goreng-mahal-dan-langka-karena-perang-rusia-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/17/320/2563488/mendag-sebut-biang-kerok-minyak-goreng-mahal-dan-langka-karena-perang-rusia-ukraina</guid><pubDate>Kamis 17 Maret 2022 19:52 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/17/320/2563488/mendag-sebut-biang-kerok-minyak-goreng-mahal-dan-langka-karena-perang-rusia-ukraina-9VoLb7XVG2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak goreng mahal karena perang Rusia-Ukraina (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/17/320/2563488/mendag-sebut-biang-kerok-minyak-goreng-mahal-dan-langka-karena-perang-rusia-ukraina-9VoLb7XVG2.jpg</image><title>Harga minyak goreng mahal karena perang Rusia-Ukraina (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak goreng mahal karena perang Rusia-Ukraina. Kementerian Perdagangan menyebut, perang dua negara ini menjadi salah satu penyebab mahalnya minyak goreng.
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menjelaskan, Rusia dan Ukraina merupakan negara yang memproduksi minyak dari biji bunga matahari.  Namun karena konflik, pengguna minyak biji matahari atau sunflower dialihkan ke CPO.
BACA JUGA:Ada Mafia di Balik Kelangkaan Minyak Goreng, Mendag: Manusia Rakus dan Jahat! Akui Tak Sanggup Melawannya
Hal ini yang mengakibatkan harga CPO menjadi mahal dan otomatis berimbas pada harga minyak goreng di dalam negeri.
&quot;Invasi Rusia terhadap Ukraina ini menyebabkan harga-harga barang tinggi, terutama Rusia dan Ukraina ini penghasil daripada minyak sunflower penggantinya adalah minyak CPO sehingga  menyebabkan harga minyak CPO Rp 14.600 pada awal Februari menjadi Rp 18.000 kemarin, dan sudah turun sedikit namun pada dasar naik karena mekanisme pasar,&quot; jelas Mendag di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2022).
BACA JUGA:Janji Mendag di DPR, Masyarakat Dapat Minyak Goreng Curah Rp14.000/Liter
Kendati demikian, dia memastikan stok minyak goreng di dalam negeri aman jelang Ramadhan hingga hari raya Idul Fitri 2022.
&quot;Saya hari ini mengecek ketersediaan bahan pokok, sembako, dan barang penting menjelang Ramadhan. Kalau kita lihat di dalam (pasar) sudah jelas minyak goreng stoknya ada, tetapi sesuai keputusan ratas (rapat terbatas) kemarin harganya menurut keekonomian diatur oleh pasar,&quot; ujar Lutfi.Mendag juga menyampaikan bahwa minyak goreng subsidi Rp 14.000 per  liter akan masuk ke pasar tradisional dalam waktu dekat. Pasalnya, saat  ini industri minyak goreng di bawah Kementerian Perindustrian tengah  menyiapkan produk tersebut untuk bisa disebar langsung ke pasar-pasar  guna menghindari okunum-oknum nakal yang memanfaatkan situasi.
&quot;Pada kesempatan pertama lewat Kementerian Perindustrian akan  memastikan bahwa tidak ada lagi minyak yang bisa keluar bukan  semestinya. Jadi minyak itu akan datang ke pabrik, dan pabrik memastikan  distribusinya sampai ke pasar, kemudian akan disubsidi supaya harganya  Rp 14.000 per liter atau setara Rp 15.500 per kg,&quot; terang Lutfi.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak goreng mahal karena perang Rusia-Ukraina. Kementerian Perdagangan menyebut, perang dua negara ini menjadi salah satu penyebab mahalnya minyak goreng.
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menjelaskan, Rusia dan Ukraina merupakan negara yang memproduksi minyak dari biji bunga matahari.  Namun karena konflik, pengguna minyak biji matahari atau sunflower dialihkan ke CPO.
BACA JUGA:Ada Mafia di Balik Kelangkaan Minyak Goreng, Mendag: Manusia Rakus dan Jahat! Akui Tak Sanggup Melawannya
Hal ini yang mengakibatkan harga CPO menjadi mahal dan otomatis berimbas pada harga minyak goreng di dalam negeri.
&quot;Invasi Rusia terhadap Ukraina ini menyebabkan harga-harga barang tinggi, terutama Rusia dan Ukraina ini penghasil daripada minyak sunflower penggantinya adalah minyak CPO sehingga  menyebabkan harga minyak CPO Rp 14.600 pada awal Februari menjadi Rp 18.000 kemarin, dan sudah turun sedikit namun pada dasar naik karena mekanisme pasar,&quot; jelas Mendag di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2022).
BACA JUGA:Janji Mendag di DPR, Masyarakat Dapat Minyak Goreng Curah Rp14.000/Liter
Kendati demikian, dia memastikan stok minyak goreng di dalam negeri aman jelang Ramadhan hingga hari raya Idul Fitri 2022.
&quot;Saya hari ini mengecek ketersediaan bahan pokok, sembako, dan barang penting menjelang Ramadhan. Kalau kita lihat di dalam (pasar) sudah jelas minyak goreng stoknya ada, tetapi sesuai keputusan ratas (rapat terbatas) kemarin harganya menurut keekonomian diatur oleh pasar,&quot; ujar Lutfi.Mendag juga menyampaikan bahwa minyak goreng subsidi Rp 14.000 per  liter akan masuk ke pasar tradisional dalam waktu dekat. Pasalnya, saat  ini industri minyak goreng di bawah Kementerian Perindustrian tengah  menyiapkan produk tersebut untuk bisa disebar langsung ke pasar-pasar  guna menghindari okunum-oknum nakal yang memanfaatkan situasi.
&quot;Pada kesempatan pertama lewat Kementerian Perindustrian akan  memastikan bahwa tidak ada lagi minyak yang bisa keluar bukan  semestinya. Jadi minyak itu akan datang ke pabrik, dan pabrik memastikan  distribusinya sampai ke pasar, kemudian akan disubsidi supaya harganya  Rp 14.000 per liter atau setara Rp 15.500 per kg,&quot; terang Lutfi.</content:encoded></item></channel></rss>
