<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Ramal The Fed Naikkan Suku Bunga hingga 7 Kali Tahun Ini</title><description>Bank Indonesia (BI) meramal The Fed akan menaikkan suku bunga acuan hingga tujuh kali pada 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/17/320/2563501/bi-ramal-the-fed-naikkan-suku-bunga-hingga-7-kali-tahun-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/17/320/2563501/bi-ramal-the-fed-naikkan-suku-bunga-hingga-7-kali-tahun-ini"/><item><title>BI Ramal The Fed Naikkan Suku Bunga hingga 7 Kali Tahun Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/17/320/2563501/bi-ramal-the-fed-naikkan-suku-bunga-hingga-7-kali-tahun-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/17/320/2563501/bi-ramal-the-fed-naikkan-suku-bunga-hingga-7-kali-tahun-ini</guid><pubDate>Kamis 17 Maret 2022 20:23 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/17/320/2563501/bi-ramal-the-fed-naikkan-suku-bunga-hingga-7-kali-tahun-ini-ldgFmPXNjF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">The Fed diprediksi naikkan suku bunga hingga tujuh kali tahun ini (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/17/320/2563501/bi-ramal-the-fed-naikkan-suku-bunga-hingga-7-kali-tahun-ini-ldgFmPXNjF.jpg</image><title>The Fed diprediksi naikkan suku bunga hingga tujuh kali tahun ini (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meramal The Fed akan menaikkan suku bunga acuan hingga tujuh kali pada 2022. Peningkatan ini termasuk yang sudah dilakukan pada Maret sebesar 25 basis poin.
&quot;Semula, kami perkirakan kenaikan sebanyak lima kali, sehingga ada kemungkinan suku bunga Fed akan naik di setiap pertemuan bulanan untuk sisa tahun ini,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, Kamis (17/7/2022).
BACA JUGA:Dolar AS Terkejut dengan Keputusan The Fed 

Dari komunikasi yang ada, dia menyebutkan Bank Sentral AS melihat bahwa pertumbuhan ekonomi AS tetap kuat, sehingga adanya kenaikan harga energi yang menyebabkan inflasi Negeri Paman Sam perlu direspons dengan kenaikan suku bunga acuan bank sentral.
BI akan merespons kenaikan suku bunga acuan Fed dengan menjaga imbal hasil atau yield surat berharga negara (SBN) dan nilai tukar rupiah.
BACA JUGA:Investor Sumringah, Wall Street Naik Didorong Suku Bunga The Fed

Dengan kenaikan suku bunga Fed, Perry menuturkan imbal hasil obligasi AS pun sudah naik dari yang dahulu 1,3% menjadi 1,9%, serta terdapat kemungkinan meningkat hingga 2,1% dan 2,3% pada tahun depan.
&quot;Koordinasi kami dengan Kementerian Keuangan, kalau yield surat utang AS naik tentu saja secara normal imbal hasil SBN Indonesia juga naik. Ini karena mekanisme pasar dalam lelang pasar perdana membawa ke situ,&quot; ungkapnya.Saat ini, lanjut dia, yield SBN tenor 10 tahun sudah naik dari 6,1% menjadi 6,5%, bahkan mendekati 6,7% sampai 6,8%.
Di sisi lain, respons BI terhadap nilai tukar rupiah adalah terus  melakukan langkah-langkah stabilitas di tengah eskalasi ketegangan  geopolitik Rusia dan Ukraina.
Namun, Perry menekankan pergerakan mata yang Garuda tak hanya  dipengaruhi faktor teknikal, tetapi juga berbagai faktor fundamental  yang positif seperti surplus neraca perdagangan dan besarnya suplai  valas dalam negeri.
Selain itu, penguatan dolar AS saat ini terhadap berbagai mata uang  di dunia tak sekuat sebelumnya, sehingga nilai tukar rupiah masih  terjaga.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meramal The Fed akan menaikkan suku bunga acuan hingga tujuh kali pada 2022. Peningkatan ini termasuk yang sudah dilakukan pada Maret sebesar 25 basis poin.
&quot;Semula, kami perkirakan kenaikan sebanyak lima kali, sehingga ada kemungkinan suku bunga Fed akan naik di setiap pertemuan bulanan untuk sisa tahun ini,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, Kamis (17/7/2022).
BACA JUGA:Dolar AS Terkejut dengan Keputusan The Fed 

Dari komunikasi yang ada, dia menyebutkan Bank Sentral AS melihat bahwa pertumbuhan ekonomi AS tetap kuat, sehingga adanya kenaikan harga energi yang menyebabkan inflasi Negeri Paman Sam perlu direspons dengan kenaikan suku bunga acuan bank sentral.
BI akan merespons kenaikan suku bunga acuan Fed dengan menjaga imbal hasil atau yield surat berharga negara (SBN) dan nilai tukar rupiah.
BACA JUGA:Investor Sumringah, Wall Street Naik Didorong Suku Bunga The Fed

Dengan kenaikan suku bunga Fed, Perry menuturkan imbal hasil obligasi AS pun sudah naik dari yang dahulu 1,3% menjadi 1,9%, serta terdapat kemungkinan meningkat hingga 2,1% dan 2,3% pada tahun depan.
&quot;Koordinasi kami dengan Kementerian Keuangan, kalau yield surat utang AS naik tentu saja secara normal imbal hasil SBN Indonesia juga naik. Ini karena mekanisme pasar dalam lelang pasar perdana membawa ke situ,&quot; ungkapnya.Saat ini, lanjut dia, yield SBN tenor 10 tahun sudah naik dari 6,1% menjadi 6,5%, bahkan mendekati 6,7% sampai 6,8%.
Di sisi lain, respons BI terhadap nilai tukar rupiah adalah terus  melakukan langkah-langkah stabilitas di tengah eskalasi ketegangan  geopolitik Rusia dan Ukraina.
Namun, Perry menekankan pergerakan mata yang Garuda tak hanya  dipengaruhi faktor teknikal, tetapi juga berbagai faktor fundamental  yang positif seperti surplus neraca perdagangan dan besarnya suplai  valas dalam negeri.
Selain itu, penguatan dolar AS saat ini terhadap berbagai mata uang  di dunia tak sekuat sebelumnya, sehingga nilai tukar rupiah masih  terjaga.</content:encoded></item></channel></rss>
