<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OECD: Perang Rusia-Ukraina Hambat Pertumbuhan Ekonomi Dunia</title><description>Perang Rusia ke Ukraina dinilai akan mengganggu perdagangan dan rantai pasokan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/18/320/2563904/oecd-perang-rusia-ukraina-hambat-pertumbuhan-ekonomi-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/18/320/2563904/oecd-perang-rusia-ukraina-hambat-pertumbuhan-ekonomi-dunia"/><item><title>OECD: Perang Rusia-Ukraina Hambat Pertumbuhan Ekonomi Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/18/320/2563904/oecd-perang-rusia-ukraina-hambat-pertumbuhan-ekonomi-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/18/320/2563904/oecd-perang-rusia-ukraina-hambat-pertumbuhan-ekonomi-dunia</guid><pubDate>Jum'at 18 Maret 2022 14:49 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/18/320/2563904/oecd-perang-rusia-ukraina-hambat-pertumbuhan-ekonomi-dunia-V55yFaX7a2.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Perang Rusia-Ukraina hambat ekonomi dunia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/18/320/2563904/oecd-perang-rusia-ukraina-hambat-pertumbuhan-ekonomi-dunia-V55yFaX7a2.jpeg</image><title>Perang Rusia-Ukraina hambat ekonomi dunia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Perang Rusia-Ukraina dinilai akan mengganggu perdagangan dan rantai pasokan. Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menilai perang dua negara ini bisa menghambat pertumbuhan ekonomi dan harga yang lebih tinggi di seluruh dunia.
OECD yang beranggotakan 38 negara ini mengatakan, pada tahun depan konflik akan mengurangi produk domestik bruto (PDB) ekonomi sebesar 1,08% di seluruh dunia, 1,4% di 19 negara Eropa yang berbagi mata uang Euro dan sebesar 0,88% di Amerika Serikat.
BACA JUGA:Ditelepon PM Ukraina Palsu, Menhan Inggris Marah Tuduh Rusia Lakukan Trik Kotor

Tetapi pengeluaran belanja pemerintah dan pemotongan pajak sebagian dapat membatasi kerugian itu, kata OECD. Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann mengatakan, pasar internasional dan pembuat kebijakan harus &quot;tetap tenang&quot;.
&quot;Sangat penting bahwa kami menjaga pasar tetap dibuka dan berjalan dengan bebas untuk mengimbangi harga dan memastikan pasokan yang ada dapat mencapai tempat-tempat yang paling dibutuhkan,&quot; ujar Cormann.
BACA JUGA:Selandia Baru Jatuhkan Sanksi Targetkan Putin dan Pejabat Rusia, Dilarang Datang dan Miliki Aset

Serangan Rusia terjadi ketika harga sudah melonjak dan rantai pasokan terhambat, dampak tak terduga dari pemulihan pandemi virus corona. OECD yang pada Desember memperkirakan inflasi dunia sebesar 4,2% tahun ini, meramalkan bahwa konflik akan menaikkan harga 2,47 persen di seluruh dunia selama tahun depan.Rusia dan Ukraina menyumbang kurang dari 2% PDB dunia, namun  merupakan produsen penting komoditas tertentu. Keduanya misalnya,  mengekspor sepertiga gandum dunia, sehingga meningkatkan kecemasan bahwa  negara-negara seperti Mesir dan Lebanon yang bergantung pada ekspor  gandum yang terjangkau untuk roti dan makanan pokok lain, akan  menghadapi kekurangan pada bulan-bulan mendatang.
Rusia juga merupakan produsen besar kalium yang digunakan untuk  pupuk, paladium yang sangat penting untuk mobil, ponsel dan bahan untuk  menambal gigi serta nikel yang digunakan untuk baterai mobil listrik dan  baja, yang harganya telah melonjak sejak Januari.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Perang Rusia-Ukraina dinilai akan mengganggu perdagangan dan rantai pasokan. Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menilai perang dua negara ini bisa menghambat pertumbuhan ekonomi dan harga yang lebih tinggi di seluruh dunia.
OECD yang beranggotakan 38 negara ini mengatakan, pada tahun depan konflik akan mengurangi produk domestik bruto (PDB) ekonomi sebesar 1,08% di seluruh dunia, 1,4% di 19 negara Eropa yang berbagi mata uang Euro dan sebesar 0,88% di Amerika Serikat.
BACA JUGA:Ditelepon PM Ukraina Palsu, Menhan Inggris Marah Tuduh Rusia Lakukan Trik Kotor

Tetapi pengeluaran belanja pemerintah dan pemotongan pajak sebagian dapat membatasi kerugian itu, kata OECD. Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann mengatakan, pasar internasional dan pembuat kebijakan harus &quot;tetap tenang&quot;.
&quot;Sangat penting bahwa kami menjaga pasar tetap dibuka dan berjalan dengan bebas untuk mengimbangi harga dan memastikan pasokan yang ada dapat mencapai tempat-tempat yang paling dibutuhkan,&quot; ujar Cormann.
BACA JUGA:Selandia Baru Jatuhkan Sanksi Targetkan Putin dan Pejabat Rusia, Dilarang Datang dan Miliki Aset

Serangan Rusia terjadi ketika harga sudah melonjak dan rantai pasokan terhambat, dampak tak terduga dari pemulihan pandemi virus corona. OECD yang pada Desember memperkirakan inflasi dunia sebesar 4,2% tahun ini, meramalkan bahwa konflik akan menaikkan harga 2,47 persen di seluruh dunia selama tahun depan.Rusia dan Ukraina menyumbang kurang dari 2% PDB dunia, namun  merupakan produsen penting komoditas tertentu. Keduanya misalnya,  mengekspor sepertiga gandum dunia, sehingga meningkatkan kecemasan bahwa  negara-negara seperti Mesir dan Lebanon yang bergantung pada ekspor  gandum yang terjangkau untuk roti dan makanan pokok lain, akan  menghadapi kekurangan pada bulan-bulan mendatang.
Rusia juga merupakan produsen besar kalium yang digunakan untuk  pupuk, paladium yang sangat penting untuk mobil, ponsel dan bahan untuk  menambal gigi serta nikel yang digunakan untuk baterai mobil listrik dan  baja, yang harganya telah melonjak sejak Januari.</content:encoded></item></channel></rss>
