<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7 Fakta Polemik Minyak Goreng yang Bikin Hati Rakyat Menjerit, Nomor 3 Mendag Lawan Mafia</title><description>Fenomena minyak goreng mahal dan langka semakin parah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/20/320/2564509/7-fakta-polemik-minyak-goreng-yang-bikin-hati-rakyat-menjerit-nomor-3-mendag-lawan-mafia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/20/320/2564509/7-fakta-polemik-minyak-goreng-yang-bikin-hati-rakyat-menjerit-nomor-3-mendag-lawan-mafia"/><item><title>7 Fakta Polemik Minyak Goreng yang Bikin Hati Rakyat Menjerit, Nomor 3 Mendag Lawan Mafia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/20/320/2564509/7-fakta-polemik-minyak-goreng-yang-bikin-hati-rakyat-menjerit-nomor-3-mendag-lawan-mafia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/20/320/2564509/7-fakta-polemik-minyak-goreng-yang-bikin-hati-rakyat-menjerit-nomor-3-mendag-lawan-mafia</guid><pubDate>Minggu 20 Maret 2022 05:31 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/19/320/2564509/7-fakta-polemik-minyak-goreng-yang-bikin-hati-rakyat-menjerit-nomor-3-mendag-lawan-mafia-TtKC5jyoJP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fakta mahalnya minyak goreng (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/19/320/2564509/7-fakta-polemik-minyak-goreng-yang-bikin-hati-rakyat-menjerit-nomor-3-mendag-lawan-mafia-TtKC5jyoJP.jpg</image><title>Fakta mahalnya minyak goreng (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Fenomena minyak goreng mahal dan langka semakin parah. Masyarakat hanya bisa berharap pada toko ritel modern agar bisa mendapat minyak goreng sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp14.000 per liter.
Namun, penjualannya juga terbatas hanya maksimal satu kemasan isi dua liter seharga Rp28 ribu setiap konsumen.
Berikut fakta menarik minyak goreng yang bikin hati rakyat menjerit yang dirangkum di Jakarta, Minggu (20/3/2022).
BACA JUGA:HET Minyak Goreng Dicabut, Pedagang Telur Gulung Naikkan Harga 2 Kali Lipat

1. Pedagang Pasar Menjerit
Pedagang minyak goreng di Pasar Kramat Jati Jakarta Timur mengaku sudah seminggu minyak goreng di warungnya kosong.
Salah satu pedagang bernama Wati mengatakan, hal tersebut dikarenakan agen ditempatnya berbelanja minyak juga kosong.
BACA JUGA:Para Konglomerat Minyak Goreng RI, Anthony Salim hingga Sukanto Tanoto! Ada yang Punya Harta Rp121 Triliun

Dari yang murah sesuai ketetapan pemerintah, sampai minyak goreng dengan harga mahal kosong.
&quot;Tidak ada pemerintah kesini, sudah ada kali seminggu (minyak kosong), orang datang kesini nyari minyak, biasanya kita paling banyak minyaknya, tapi kita tidak ada juga,&quot; ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Jakarta.2. Harga Naik Jadi Rp44.000 per 2 Liter
Harga minyak goreng kemasan premium tembus Rp44.000 per dua liter pada Rabu (16/3/2022) di sejumlah ritel modern.
Dari informasi yang diterima Okezone, seorang narasumber bernama  A***i ini mendapati kalau dua ritel modern berbeda di daerah Jakarta  sudah menaikan harga minyak goreng di atas Rp40.000.
Di mana, dalam dua ritel berbeda ini harga minyak goreng kemasan  tersebut berkisar Rp41.990 dan Rp44.000 per dua liternya. Narasumber pun  mengaku sedih dengan kenaikan ini.
&quot;Sedih naiknya kurang lebih dua kali lipat dari harga normal,&quot; katanya kepada Okezone.
3. Diduga Ada Mafia
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengendus ada mafia-mafia di balik  kosongnya minyak goreng di pasaran. Pasalnya, dari data yang dimiliki,  jutaan liter minyak goreng telah digelontorkan namun fakta dilapangan  tidak sampai ke tangan masyarakat.
Dia mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki, tiga wilayah yang  distribusi minyak gorengnya berlimpah seperti Jawa Timur, Sumatera  Utara, dan Jakarta, justru minyak goreng susah ditemukan.
&quot;Di Medan mendapatkan 25 juta liter minyak goreng. Rakyat Medan,  menurut BPS (Badan Pusat Statistik), jumlahnya 2,5 juta orang. Jadi  menurut hitungan, satu orang itu 10 liter. Saya pergi ke pasar dan  supermarket kota Medan, tidak ada minyak goreng,&quot; urainya.
&quot;Ada 3 juga daerah yang mirip seperti ini. Yaitu, Jawa Timur di mana  distribusinya mencapai 91 juta liter, di Jakarta totalnya 85 juta liter  dengan 11 juta rakyat, dan di Sumatera Utara distribusinya melimpah.  Tapi masalahnya sama, minyak gorengnya hilang,&quot; tambahnya.
Dari data tersebut, Lutfi beserja jajarannya beranggapan bahwa ada mafia-mafia nakal yang menyebabkan polemik ini.
&quot;Jadi, spekulasi kita, ini ada orang-orang yang mendapat, mengambil  kesempatan di dalam kesempitan. Dan 3 kota ini didominasi oleh industri,  pelabuhan. Kalau pelabuhannya ini keluar dari pelabuhan rakyat, satu  tongkam bisa 1000 ton atau 1 juta liter di kali Rp7.000 - Rp8.000, ini  untungnya Rp8-9 miliar,&quot; bebernya.
4. Mendag Akui Kesalahannya di Depan DPR
Harga minyak goreng mendadak mahal usai kebijakan Harga Eceran  Tertinggi (HET) dicabut. Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi pun  mengakui kesalahannya saat rapat dengan Komisi VI DPR RI.
Mendag menjelaskan, harga minyak goreng naik karena mahalnya minyak  sawit mentah. Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil/ CPO trennya  menguat sejak Maret 2021.
&quot;Kesalahan utama saya, tidak bisa memprediksi akan terjadi invasi  Rusia terhadap Ukraina. Ini saya sebut tadi deduksinya adalah mengundang  orang jadi berbuat serakah dan jahat terhadap minyak goreng,&quot; kata  Lutfi dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Kamis, (17/3/2022).5. Mendag Salahkan Perang Rusia-Ukraina
Penyebab melonjaknya harga minyak goreng di pasaran saat ini dipicu   oleh perang antara Rusia dan Ukraina. Hal ini disampaikan Menteri   Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi.
Sehingga diharapkan masyarakat bisa maklum dengan kondisi harga pasar saat ini.
Menurutnya, Rusia dan Ukraina merupakan negara yang memproduksi   minyak dari biji bunga matahari. Namun, karena mereka berkonflik,   pengguna minyak biji matahari atau sunflower dialihkan ke CPO.
Hal itulah yang mengakibatkan harga CPO menjadi mahal dan otomatis berimbas pada harga minyak goreng di dalam negeri.
&quot;Invasi Rusia terhadap Ukraina ini menyebabkan harga-harga barang   tinggi, terutama Rusia dan Ukraina ini penghasil daripada minyak   sunflower penggantinya adalah minyak CPO sehingga menyebabkan harga   minyak CPO Rp14.600 pada awal Februari menjadi Rp18.000 kemarin, dan   sudah turun sedikit namun pada dasar naik karena mekanisme pasar,&quot; jelas   Mendag di Pasar Senen.
6. Minyak Goreng Curah Tak Akan Dihapus
Pemerintah menegaskan keberadaan minyak goreng curah tidak akan   dihapus. Sebab, keberadaan minyak goreng curah di pasaran mencakup 70%   kebutuhan minyak goreng di Indonesia.
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga   Hartarto saat berbincang dengan media massa di kantornya, Jakarta,   Kamis (18/3/2022).
&quot;Market minyak goreng curah itu 70%. Market normal enggak bisa dihapus,&quot; kata Airlangga.
7. Tangkap Mafia
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto angkat   bicara soal calon tersangka mafia minyak goreng yang akan diumumkan   Senin depan.
Dugaan adanya praktek mafia minyak goreng membuat resah di   masyarakat. Sebab, minyak goreng jadi langka diduga karena ada   penimbunan dan penyelundupan.
&quot;Tangkap saja,&quot; tegas Airlangga saat berbincang dengan media massa di kantornya, Jakarta, Kamis (18/3/2022).</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Fenomena minyak goreng mahal dan langka semakin parah. Masyarakat hanya bisa berharap pada toko ritel modern agar bisa mendapat minyak goreng sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp14.000 per liter.
Namun, penjualannya juga terbatas hanya maksimal satu kemasan isi dua liter seharga Rp28 ribu setiap konsumen.
Berikut fakta menarik minyak goreng yang bikin hati rakyat menjerit yang dirangkum di Jakarta, Minggu (20/3/2022).
BACA JUGA:HET Minyak Goreng Dicabut, Pedagang Telur Gulung Naikkan Harga 2 Kali Lipat

1. Pedagang Pasar Menjerit
Pedagang minyak goreng di Pasar Kramat Jati Jakarta Timur mengaku sudah seminggu minyak goreng di warungnya kosong.
Salah satu pedagang bernama Wati mengatakan, hal tersebut dikarenakan agen ditempatnya berbelanja minyak juga kosong.
BACA JUGA:Para Konglomerat Minyak Goreng RI, Anthony Salim hingga Sukanto Tanoto! Ada yang Punya Harta Rp121 Triliun

Dari yang murah sesuai ketetapan pemerintah, sampai minyak goreng dengan harga mahal kosong.
&quot;Tidak ada pemerintah kesini, sudah ada kali seminggu (minyak kosong), orang datang kesini nyari minyak, biasanya kita paling banyak minyaknya, tapi kita tidak ada juga,&quot; ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Jakarta.2. Harga Naik Jadi Rp44.000 per 2 Liter
Harga minyak goreng kemasan premium tembus Rp44.000 per dua liter pada Rabu (16/3/2022) di sejumlah ritel modern.
Dari informasi yang diterima Okezone, seorang narasumber bernama  A***i ini mendapati kalau dua ritel modern berbeda di daerah Jakarta  sudah menaikan harga minyak goreng di atas Rp40.000.
Di mana, dalam dua ritel berbeda ini harga minyak goreng kemasan  tersebut berkisar Rp41.990 dan Rp44.000 per dua liternya. Narasumber pun  mengaku sedih dengan kenaikan ini.
&quot;Sedih naiknya kurang lebih dua kali lipat dari harga normal,&quot; katanya kepada Okezone.
3. Diduga Ada Mafia
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengendus ada mafia-mafia di balik  kosongnya minyak goreng di pasaran. Pasalnya, dari data yang dimiliki,  jutaan liter minyak goreng telah digelontorkan namun fakta dilapangan  tidak sampai ke tangan masyarakat.
Dia mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki, tiga wilayah yang  distribusi minyak gorengnya berlimpah seperti Jawa Timur, Sumatera  Utara, dan Jakarta, justru minyak goreng susah ditemukan.
&quot;Di Medan mendapatkan 25 juta liter minyak goreng. Rakyat Medan,  menurut BPS (Badan Pusat Statistik), jumlahnya 2,5 juta orang. Jadi  menurut hitungan, satu orang itu 10 liter. Saya pergi ke pasar dan  supermarket kota Medan, tidak ada minyak goreng,&quot; urainya.
&quot;Ada 3 juga daerah yang mirip seperti ini. Yaitu, Jawa Timur di mana  distribusinya mencapai 91 juta liter, di Jakarta totalnya 85 juta liter  dengan 11 juta rakyat, dan di Sumatera Utara distribusinya melimpah.  Tapi masalahnya sama, minyak gorengnya hilang,&quot; tambahnya.
Dari data tersebut, Lutfi beserja jajarannya beranggapan bahwa ada mafia-mafia nakal yang menyebabkan polemik ini.
&quot;Jadi, spekulasi kita, ini ada orang-orang yang mendapat, mengambil  kesempatan di dalam kesempitan. Dan 3 kota ini didominasi oleh industri,  pelabuhan. Kalau pelabuhannya ini keluar dari pelabuhan rakyat, satu  tongkam bisa 1000 ton atau 1 juta liter di kali Rp7.000 - Rp8.000, ini  untungnya Rp8-9 miliar,&quot; bebernya.
4. Mendag Akui Kesalahannya di Depan DPR
Harga minyak goreng mendadak mahal usai kebijakan Harga Eceran  Tertinggi (HET) dicabut. Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi pun  mengakui kesalahannya saat rapat dengan Komisi VI DPR RI.
Mendag menjelaskan, harga minyak goreng naik karena mahalnya minyak  sawit mentah. Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil/ CPO trennya  menguat sejak Maret 2021.
&quot;Kesalahan utama saya, tidak bisa memprediksi akan terjadi invasi  Rusia terhadap Ukraina. Ini saya sebut tadi deduksinya adalah mengundang  orang jadi berbuat serakah dan jahat terhadap minyak goreng,&quot; kata  Lutfi dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Kamis, (17/3/2022).5. Mendag Salahkan Perang Rusia-Ukraina
Penyebab melonjaknya harga minyak goreng di pasaran saat ini dipicu   oleh perang antara Rusia dan Ukraina. Hal ini disampaikan Menteri   Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi.
Sehingga diharapkan masyarakat bisa maklum dengan kondisi harga pasar saat ini.
Menurutnya, Rusia dan Ukraina merupakan negara yang memproduksi   minyak dari biji bunga matahari. Namun, karena mereka berkonflik,   pengguna minyak biji matahari atau sunflower dialihkan ke CPO.
Hal itulah yang mengakibatkan harga CPO menjadi mahal dan otomatis berimbas pada harga minyak goreng di dalam negeri.
&quot;Invasi Rusia terhadap Ukraina ini menyebabkan harga-harga barang   tinggi, terutama Rusia dan Ukraina ini penghasil daripada minyak   sunflower penggantinya adalah minyak CPO sehingga menyebabkan harga   minyak CPO Rp14.600 pada awal Februari menjadi Rp18.000 kemarin, dan   sudah turun sedikit namun pada dasar naik karena mekanisme pasar,&quot; jelas   Mendag di Pasar Senen.
6. Minyak Goreng Curah Tak Akan Dihapus
Pemerintah menegaskan keberadaan minyak goreng curah tidak akan   dihapus. Sebab, keberadaan minyak goreng curah di pasaran mencakup 70%   kebutuhan minyak goreng di Indonesia.
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga   Hartarto saat berbincang dengan media massa di kantornya, Jakarta,   Kamis (18/3/2022).
&quot;Market minyak goreng curah itu 70%. Market normal enggak bisa dihapus,&quot; kata Airlangga.
7. Tangkap Mafia
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto angkat   bicara soal calon tersangka mafia minyak goreng yang akan diumumkan   Senin depan.
Dugaan adanya praktek mafia minyak goreng membuat resah di   masyarakat. Sebab, minyak goreng jadi langka diduga karena ada   penimbunan dan penyelundupan.
&quot;Tangkap saja,&quot; tegas Airlangga saat berbincang dengan media massa di kantornya, Jakarta, Kamis (18/3/2022).</content:encoded></item></channel></rss>
