<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pajak Ekspor CPO Naik Jadi Sentimen Negatif Emiten Sawit</title><description>Kenaikan pajak ekspor crude palm oil atau CPO menjadi sentiment negatif bagi emiten di sektor perkebunan sawit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/21/278/2565200/pajak-ekspor-cpo-naik-jadi-sentimen-negatif-emiten-sawit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/21/278/2565200/pajak-ekspor-cpo-naik-jadi-sentimen-negatif-emiten-sawit"/><item><title>Pajak Ekspor CPO Naik Jadi Sentimen Negatif Emiten Sawit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/21/278/2565200/pajak-ekspor-cpo-naik-jadi-sentimen-negatif-emiten-sawit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/21/278/2565200/pajak-ekspor-cpo-naik-jadi-sentimen-negatif-emiten-sawit</guid><pubDate>Senin 21 Maret 2022 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/21/278/2565200/pajak-ekspor-cpo-naik-jadi-sentimen-negatif-emiten-sawit-pBYeH9OlOW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kenaikan pajak kelapa sawit jadi sentimen negatif (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/21/278/2565200/pajak-ekspor-cpo-naik-jadi-sentimen-negatif-emiten-sawit-pBYeH9OlOW.jpg</image><title>Kenaikan pajak kelapa sawit jadi sentimen negatif (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kenaikan pajak ekspor crude palm oil atau CPO menjadi sentiment negatif bagi emiten di sektor perkebunan sawit. Sebab, hal itu bakal mengikis harga ekspor riil pemain sawit berkisar 1-5%.
RHB Sekuritas mencatat, pemerintah Indonesia mengeluarkan tiga strategi untuk mengatasi krisis minyak goreng. Pertama, mencabut harga eceran tertinggi minyak goreng kemasan sebesar Rp 14 ribu per liter dan menyubsidi harga minyak goreng curah menjadi Rp 14 ribu per liter.
BACA JUGA:RI Punya Pabrik Kelapa Sawit Terintegrasi Minyak Goreng, Kelangkaan Teratasi?

Kedua, mencabut aturan domestic market obligation (DMO) sebesar 30%. Ketiga, menaikkan pajak ekspor CPO, terdiri atas pungutan ekspor dan bea keluar ekspor dari USD375 per ton menjadi USD575-675 per ton.
BACA JUGA:Distributor Kelapa Sawit Wajib Suplai ke Pabrik Minyak Goreng Curah, Ini Aturannya

&amp;ldquo;Kebijakan itu bakal berimbas negatif ke pemain CPO. Namun, pemain CPO yang kuat di bisnis hilir akan sedikit diuntungkan, karena tarif pajak ekspor lebih rendah,&amp;rdquo; tulis RHB dalam catatan harian di Jakarta, kemarin.RHB mengerti, kebijakan itu ditempuh pemerintah untuk memastikan  ketersediaan migor di pasar domestik. Imbasnya, harga CPO di pasar  internasional bakal naik. RHB mencatat, total kebutuhan minyak goreng  curah di Indonesia sekitar 2,1 juta ton. Itu artinya, subsidi komoditas  ini bisa mencapai USD1 miliar, dengan asumsi besarannya Rp 6.400 per  liter.
Pada titik ini, pemerintah memutuskan menaikkan pungutan ekspor Badan  Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).  Sebab, badan inilah yang akan menyubsidi harga minyak goreng curah.
RHB masih merekomendasikan netral saham sektor sawit Asean. Untuk  emiten di Bursa Efek Indonesia, RHB merekomendasikan buy saham PT PP  London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dengan target harga Rp 1.690.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kenaikan pajak ekspor crude palm oil atau CPO menjadi sentiment negatif bagi emiten di sektor perkebunan sawit. Sebab, hal itu bakal mengikis harga ekspor riil pemain sawit berkisar 1-5%.
RHB Sekuritas mencatat, pemerintah Indonesia mengeluarkan tiga strategi untuk mengatasi krisis minyak goreng. Pertama, mencabut harga eceran tertinggi minyak goreng kemasan sebesar Rp 14 ribu per liter dan menyubsidi harga minyak goreng curah menjadi Rp 14 ribu per liter.
BACA JUGA:RI Punya Pabrik Kelapa Sawit Terintegrasi Minyak Goreng, Kelangkaan Teratasi?

Kedua, mencabut aturan domestic market obligation (DMO) sebesar 30%. Ketiga, menaikkan pajak ekspor CPO, terdiri atas pungutan ekspor dan bea keluar ekspor dari USD375 per ton menjadi USD575-675 per ton.
BACA JUGA:Distributor Kelapa Sawit Wajib Suplai ke Pabrik Minyak Goreng Curah, Ini Aturannya

&amp;ldquo;Kebijakan itu bakal berimbas negatif ke pemain CPO. Namun, pemain CPO yang kuat di bisnis hilir akan sedikit diuntungkan, karena tarif pajak ekspor lebih rendah,&amp;rdquo; tulis RHB dalam catatan harian di Jakarta, kemarin.RHB mengerti, kebijakan itu ditempuh pemerintah untuk memastikan  ketersediaan migor di pasar domestik. Imbasnya, harga CPO di pasar  internasional bakal naik. RHB mencatat, total kebutuhan minyak goreng  curah di Indonesia sekitar 2,1 juta ton. Itu artinya, subsidi komoditas  ini bisa mencapai USD1 miliar, dengan asumsi besarannya Rp 6.400 per  liter.
Pada titik ini, pemerintah memutuskan menaikkan pungutan ekspor Badan  Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).  Sebab, badan inilah yang akan menyubsidi harga minyak goreng curah.
RHB masih merekomendasikan netral saham sektor sawit Asean. Untuk  emiten di Bursa Efek Indonesia, RHB merekomendasikan buy saham PT PP  London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dengan target harga Rp 1.690.</content:encoded></item></channel></rss>
