<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga: Pelatihan Vokasi Tingkatkan Kualitas SDM</title><description>Isu ketenagakerjaan menjadi bagian penting kemajuan pembangunan dan perekonomian nasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/21/320/2565065/menko-airlangga-pelatihan-vokasi-tingkatkan-kualitas-sdm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/21/320/2565065/menko-airlangga-pelatihan-vokasi-tingkatkan-kualitas-sdm"/><item><title>Menko Airlangga: Pelatihan Vokasi Tingkatkan Kualitas SDM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/21/320/2565065/menko-airlangga-pelatihan-vokasi-tingkatkan-kualitas-sdm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/21/320/2565065/menko-airlangga-pelatihan-vokasi-tingkatkan-kualitas-sdm</guid><pubDate>Senin 21 Maret 2022 11:21 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/21/320/2565065/menko-airlangga-pelatihan-vokasi-tingkatkan-kualitas-sdm-NvcjcqX1Jz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto tekankan pentingnya pendidikan vokasi (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/21/320/2565065/menko-airlangga-pelatihan-vokasi-tingkatkan-kualitas-sdm-NvcjcqX1Jz.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto tekankan pentingnya pendidikan vokasi (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Isu ketenagakerjaan menjadi bagian penting kemajuan pembangunan dan perekonomian nasional. Pemerintah juga sudah menetapkan sasaran pembangunan nasional periode 2019-2024 menitikberatkan pada peningkatan investasi.
Dalam konteks ketenagakerjaan, ada sejumlah alasan peran investasi menjadi sangat penting. Yakni, membuka lapangan kerja, memperbesar peluang alih teknologi dan pengetahuan, memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM), mendorong peningkatan produktivitas, dan memberi sumbangan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
BACA JUGA:Peningkatan Kualitas SDM, Erick Thohir: Jangan Hanya Andalkan Sumber Daya Alam 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartartomenuturkan, perbaikan produktivitas tenaga kerja bisa dilakukan dengan dukungan kualitas SDM yang mumpuni. Salah satunya dengan akselerasi kemampuan SDM melalui pelatihan-pelatihan.
&quot;Kualitas SDM mumpuni akan memperbaiki tingkat produktivitas, dan tentunya akan menjadi pertimbangan utama investor dalam dan luar negeri ketika akan menanamkan modalnya di Indonesia,&amp;rdquo; ujar Menko Airlangga, saat mewakili Presiden Joko Widodo, dalam acara &amp;ldquo;Kick-Off Pelatihan Vokasi Tahun 2022&amp;rdquo;, secara virtual, Sabtu (19/3/2022).
BACA JUGA:Tingkatkan Kualitas SDM, Peluang Indonesia Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Dunia

Airlangga yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menambahkan, pandemi Covid-19 membuat SDM harus bisa mengimbangi akselerasi di sektor digital.
Menko Perekonomian memprediksi, tenaga kerja Indonesia membutuhkan fleksibilitas dan kompetensi di bidang digital untuk lebih mumpuni di masa mendatang.
Ia menegaskan, pelatihan vokasi sebagai bagian dari akselerasi kompetensi SDM nasional untuk kebutuhan di masa depan.&amp;ldquo;Semua tenaga kerja harus bersiap dan terbiasa menghadapi pola  pengembangan diri sepanjang hayat. Artinya pelatihan vokasi untuk  re-skilling dan up-skilling adalah bagian dari lifelong learning sebagai  upaya work-life balance,&amp;rdquo; tutur Menko Airlangga.
Airlangga mengaku, pelatihan vokasi menjadi solusi untuk mempercepat  pemenuhan kebutuhan tenaga kerja terampil. Menurutnya, insan pelatihan  vokasi akan memegang peranan penting untuk kemajuan Indonesia.
Selain pelatihan vokasi, Airlangga meminta Kementerian  Ketenagakerjaan sebagai koordinator pembinaan pelatihan vokasi bersama  seluruh pihak terkait terutama dunia industri agar lebih adaptif dengan  perubahan. Terutama dalam pengembangan kompetensi digital.
&quot;Tak lupa, juga harus mengintegrasikan antara jaminan sosial tenaga  kerja dan pelayanan informasi pasar kerja agar mampu melindungi tenaga  kerja saat krisis,&amp;rdquo; ucap Menko Airlangga.
Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional  (KPCPEN) ini menegaskan, ada insentif pajak hingga 200 persen dari  investasi yang dilakukan perusahaan atau industri yang mendukung  pelatihan vokasi.
&quot;Saya berharap program link and match dengan pola ini dapat terus  didorong dan direalisasikan, karena bagi dunia industri artinya ini  dilakukan sesuai kebutuhan. Biaya ditalangi oleh industri dan dibayar  pemerintah sampai dua kali lipatnya, atau bisa dibilang mendapatkan  insentifnya 100%,&amp;rdquo; tegas Airlangga.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Isu ketenagakerjaan menjadi bagian penting kemajuan pembangunan dan perekonomian nasional. Pemerintah juga sudah menetapkan sasaran pembangunan nasional periode 2019-2024 menitikberatkan pada peningkatan investasi.
Dalam konteks ketenagakerjaan, ada sejumlah alasan peran investasi menjadi sangat penting. Yakni, membuka lapangan kerja, memperbesar peluang alih teknologi dan pengetahuan, memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM), mendorong peningkatan produktivitas, dan memberi sumbangan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
BACA JUGA:Peningkatan Kualitas SDM, Erick Thohir: Jangan Hanya Andalkan Sumber Daya Alam 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartartomenuturkan, perbaikan produktivitas tenaga kerja bisa dilakukan dengan dukungan kualitas SDM yang mumpuni. Salah satunya dengan akselerasi kemampuan SDM melalui pelatihan-pelatihan.
&quot;Kualitas SDM mumpuni akan memperbaiki tingkat produktivitas, dan tentunya akan menjadi pertimbangan utama investor dalam dan luar negeri ketika akan menanamkan modalnya di Indonesia,&amp;rdquo; ujar Menko Airlangga, saat mewakili Presiden Joko Widodo, dalam acara &amp;ldquo;Kick-Off Pelatihan Vokasi Tahun 2022&amp;rdquo;, secara virtual, Sabtu (19/3/2022).
BACA JUGA:Tingkatkan Kualitas SDM, Peluang Indonesia Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Dunia

Airlangga yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menambahkan, pandemi Covid-19 membuat SDM harus bisa mengimbangi akselerasi di sektor digital.
Menko Perekonomian memprediksi, tenaga kerja Indonesia membutuhkan fleksibilitas dan kompetensi di bidang digital untuk lebih mumpuni di masa mendatang.
Ia menegaskan, pelatihan vokasi sebagai bagian dari akselerasi kompetensi SDM nasional untuk kebutuhan di masa depan.&amp;ldquo;Semua tenaga kerja harus bersiap dan terbiasa menghadapi pola  pengembangan diri sepanjang hayat. Artinya pelatihan vokasi untuk  re-skilling dan up-skilling adalah bagian dari lifelong learning sebagai  upaya work-life balance,&amp;rdquo; tutur Menko Airlangga.
Airlangga mengaku, pelatihan vokasi menjadi solusi untuk mempercepat  pemenuhan kebutuhan tenaga kerja terampil. Menurutnya, insan pelatihan  vokasi akan memegang peranan penting untuk kemajuan Indonesia.
Selain pelatihan vokasi, Airlangga meminta Kementerian  Ketenagakerjaan sebagai koordinator pembinaan pelatihan vokasi bersama  seluruh pihak terkait terutama dunia industri agar lebih adaptif dengan  perubahan. Terutama dalam pengembangan kompetensi digital.
&quot;Tak lupa, juga harus mengintegrasikan antara jaminan sosial tenaga  kerja dan pelayanan informasi pasar kerja agar mampu melindungi tenaga  kerja saat krisis,&amp;rdquo; ucap Menko Airlangga.
Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional  (KPCPEN) ini menegaskan, ada insentif pajak hingga 200 persen dari  investasi yang dilakukan perusahaan atau industri yang mendukung  pelatihan vokasi.
&quot;Saya berharap program link and match dengan pola ini dapat terus  didorong dan direalisasikan, karena bagi dunia industri artinya ini  dilakukan sesuai kebutuhan. Biaya ditalangi oleh industri dan dibayar  pemerintah sampai dua kali lipatnya, atau bisa dibilang mendapatkan  insentifnya 100%,&amp;rdquo; tegas Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
