<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cecar Direksi Holding Tambang, DPR: Minta Gaji Tepat Waktu tapi Proyek Smelter Molor</title><description>Komisi VII DPR RI mencecar jajaran Direksi Holding BUMN Pertambangan ihwal penyelesaian proyek Smelter Grade Alumina Refinery.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/21/320/2565291/cecar-direksi-holding-tambang-dpr-minta-gaji-tepat-waktu-tapi-proyek-smelter-molor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/21/320/2565291/cecar-direksi-holding-tambang-dpr-minta-gaji-tepat-waktu-tapi-proyek-smelter-molor"/><item><title>Cecar Direksi Holding Tambang, DPR: Minta Gaji Tepat Waktu tapi Proyek Smelter Molor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/21/320/2565291/cecar-direksi-holding-tambang-dpr-minta-gaji-tepat-waktu-tapi-proyek-smelter-molor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/21/320/2565291/cecar-direksi-holding-tambang-dpr-minta-gaji-tepat-waktu-tapi-proyek-smelter-molor</guid><pubDate>Senin 21 Maret 2022 15:57 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/21/320/2565291/cecar-direksi-holding-tambang-dpr-minta-gaji-tepat-waktu-tapi-proyek-smelter-molor-dyQ6p28ClK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jajaran Direksi Holding BUMN Pertambangan Dicecar DPR (Foto: Okezone/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/21/320/2565291/cecar-direksi-holding-tambang-dpr-minta-gaji-tepat-waktu-tapi-proyek-smelter-molor-dyQ6p28ClK.jpg</image><title>Jajaran Direksi Holding BUMN Pertambangan Dicecar DPR (Foto: Okezone/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Komisi VII DPR RI mencecar jajaran Direksi Holding BUMN Pertambangan ihwal penyelesaian proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat. Hal ini dikarenakan hingga saat ini progres pembangunan pabrik pengolahan tersebut baru mencapai  di 13,7%.
Padahal PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) selaku konsorsium dari PT Inalum (Persero) dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, menargetkan Proyek Strategi Nasional (PSN) rampung pada 2023 mendatang.
BACA JUGA:Izin Usaha Pertambangan Dicabut, SMR Utama Protes ke ESDM dan BKPM

Perkara itu pun membuat Wakil Ketua Komisi VII DPR, Maman Abdurrahman geram. Dengan lugas dia mengutarakan jajaran direksi Holding BUMN Pangan hanya menuntut gaji tepat waktu, namun wanprestasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
&quot;Mudah-mudahan dalam rapat ini yang tadinya wanprestasi bapak- bapak ini, tadi menuntut gaji tepat waktu, tapi menjalankan projek tidak tepat waktu ini harus tuntas. Jadi mudah-mudahan forum ini bisa menjadi forum yang menghasilkan kesimpulan bagaimana, ada apa, terus bagaimana caranya untuk meng-split up (smelter),&quot; ujar Maman saat rapat dengar pendapat dengan jajaran direksi Holding BUMN Pertambangan, Senin (21/3/2022).
BACA JUGA:Fokus ke Bisnis Pertambangan Batu Bara, Ini Rencana IATA

Dia mengingatkan bahwa proyek Smelter Grade Alumina Refinery di Kalimantan Barat merupakan salah satu PSN yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dimana, smelter ini menjadi satu-satunya sumber daya alam (SDA) yang menjadi sumber pendapatan masyarakat Kalimantan Barat.

Selain emas, kata Maman, tidak ada smelter lainnya yang menjadi sumber daya alam yang menopang perekonomian di kawasan tersebut. Pertimbangan inilah yang mendorong Komisi VII agar PT BAI menyelesaikan tugasnya tepat waktu.
&quot;Ini saya sampaikan kepada Bapak-bapak Komisi VII, perlu dipahami bahwa bauksit ini salah satu sentral penghidupan perekonomian Provinsi Kalimantan Barat, silahkan di cek tidak ada lagi selain lain selain bauksit yang paling terbesar di Kalimantan Barat, di luar emas. Artinya apa? Bauksit menjadi penopang perekonomian masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Indonesia. Karena kebetulan projek smelter ini menjadi salah satu PSN,&quot; ungkapnya.
&quot;Fakta hari ini, Bapak-bapak yang menjabat di depan ini menjalankan tugas Bapak membangun Proyek Strategi Nasional, dimana Pak Jokowi yang membuka, ini yang meresmikan lho, tapi gak tepat waktu,&quot; lanjut dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi VII DPR RI mencecar jajaran Direksi Holding BUMN Pertambangan ihwal penyelesaian proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat. Hal ini dikarenakan hingga saat ini progres pembangunan pabrik pengolahan tersebut baru mencapai  di 13,7%.
Padahal PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) selaku konsorsium dari PT Inalum (Persero) dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, menargetkan Proyek Strategi Nasional (PSN) rampung pada 2023 mendatang.
BACA JUGA:Izin Usaha Pertambangan Dicabut, SMR Utama Protes ke ESDM dan BKPM

Perkara itu pun membuat Wakil Ketua Komisi VII DPR, Maman Abdurrahman geram. Dengan lugas dia mengutarakan jajaran direksi Holding BUMN Pangan hanya menuntut gaji tepat waktu, namun wanprestasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
&quot;Mudah-mudahan dalam rapat ini yang tadinya wanprestasi bapak- bapak ini, tadi menuntut gaji tepat waktu, tapi menjalankan projek tidak tepat waktu ini harus tuntas. Jadi mudah-mudahan forum ini bisa menjadi forum yang menghasilkan kesimpulan bagaimana, ada apa, terus bagaimana caranya untuk meng-split up (smelter),&quot; ujar Maman saat rapat dengar pendapat dengan jajaran direksi Holding BUMN Pertambangan, Senin (21/3/2022).
BACA JUGA:Fokus ke Bisnis Pertambangan Batu Bara, Ini Rencana IATA

Dia mengingatkan bahwa proyek Smelter Grade Alumina Refinery di Kalimantan Barat merupakan salah satu PSN yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dimana, smelter ini menjadi satu-satunya sumber daya alam (SDA) yang menjadi sumber pendapatan masyarakat Kalimantan Barat.

Selain emas, kata Maman, tidak ada smelter lainnya yang menjadi sumber daya alam yang menopang perekonomian di kawasan tersebut. Pertimbangan inilah yang mendorong Komisi VII agar PT BAI menyelesaikan tugasnya tepat waktu.
&quot;Ini saya sampaikan kepada Bapak-bapak Komisi VII, perlu dipahami bahwa bauksit ini salah satu sentral penghidupan perekonomian Provinsi Kalimantan Barat, silahkan di cek tidak ada lagi selain lain selain bauksit yang paling terbesar di Kalimantan Barat, di luar emas. Artinya apa? Bauksit menjadi penopang perekonomian masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Indonesia. Karena kebetulan projek smelter ini menjadi salah satu PSN,&quot; ungkapnya.
&quot;Fakta hari ini, Bapak-bapak yang menjabat di depan ini menjalankan tugas Bapak membangun Proyek Strategi Nasional, dimana Pak Jokowi yang membuka, ini yang meresmikan lho, tapi gak tepat waktu,&quot; lanjut dia.</content:encoded></item></channel></rss>
