<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPDPKS Kucurkan Insentif Biodiesel Rp110,03 Triliun hingga Akhir 2021</title><description>Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menyalurkan dana  Rp110,03 triliun untuk program insentif biodiesel hingga akhir 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/21/320/2565297/bpdpks-kucurkan-insentif-biodiesel-rp110-03-triliun-hingga-akhir-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/21/320/2565297/bpdpks-kucurkan-insentif-biodiesel-rp110-03-triliun-hingga-akhir-2021"/><item><title>BPDPKS Kucurkan Insentif Biodiesel Rp110,03 Triliun hingga Akhir 2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/21/320/2565297/bpdpks-kucurkan-insentif-biodiesel-rp110-03-triliun-hingga-akhir-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/21/320/2565297/bpdpks-kucurkan-insentif-biodiesel-rp110-03-triliun-hingga-akhir-2021</guid><pubDate>Senin 21 Maret 2022 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/21/320/2565297/bpdpks-kucurkan-insentif-biodiesel-rp110-03-triliun-hingga-akhir-2021-QkeXQK5h60.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPDPKS kucurkan dana untuk insentif biodiesel (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/21/320/2565297/bpdpks-kucurkan-insentif-biodiesel-rp110-03-triliun-hingga-akhir-2021-QkeXQK5h60.jpg</image><title>BPDPKS kucurkan dana untuk insentif biodiesel (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menyalurkan dana Rp110,03 triliun untuk program insentif biodiesel hingga akhir 2021. Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Hadiyanto mencatat, program insentif biodiesel digunakan untuk menyalurkan 33,05 juta kiloliter demi menjaga stabilitas harga CPO, kemandirian energi dan pengurangan emisi.
&quot;Sampai 2021 BPDPKS telah menyalurkan dana belanja Rp119,05 triliun di antaranya untuk program selisih harga biodiesel (insentif) Rp110 triliun dengan volume 33,05 juta kiloliter,&quot; katanya dalam RDP bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (21/3/2022).
BACA JUGA:Produksi Biodiesel Penyebab Harga Minyak Goreng Mahal?

Sementara, untuk tahun ini, BPDKS akan memberikan insentif atau menyalurkan dana pembiayaan selisih harga biodiesel Rp4,1 triliun untuk 10,15 juta kiloliter. Tahun ini, BPDPKS turut menyediakan dana dalam rangka pembayaran selisih harga acuan keekonomian dengan harga eceran tertinggi untuk 1,2 Juta kiloliter.
Tak hanya insentif, tahun ini BPDPKS juga akan melaksanakan program peremajaan sawit rakyat (PSR) yang ditargetkan mencapai 180 ribu hektare dengan dana Rp1,2 triliun. Program PSR hingga tahun lalu telah terealisasi pada 242.537 hektare lahan dengan dana yang tersalur sebesar Rp6,59 triliun.
BACA JUGA:Negara Hemat Devisa USD4,5 Miliar Berkat Program Biodiesel 30%

Program lain yang akan dilaksanakan BPDPKS tahun ini adalah penyaluran dana program sarana dan prasarana yang meliputi 50 paket mencapai Rp117 miliar serta pengembangan SDM sawit kepada 3.000 orang dengan anggaran Rp115 miliar.
Terakhir, BPDPKS akan melakukan 75 riset penelitian dan pengembangan dengan dana Rp115 miliar sekaligus melaksanakan 60 kegiatan dalam rangka kemitraan dan promosi dengan anggaran Rp75 miliar.&quot;Hingga tahun lalu, program penelitian dan pengembangan mencapai  Rp413 miliar dengan output 234 kontrak kerja sama, 213 publikasi, 42  paten dan enam buku,&quot; jelas Hadiyanto.
Dirinya menuturkan seluruh kegiatan BPDPKS dilakukan melalui pagu  belanjanya tahun ini sebesar Rp5,8 triliun yang berpotensi mengalami  penambahan sesuai perkembangan kenaikan harga sawit dan kebutuhan  belanja.
Untuk target PNBP BPDPKS tahun ini mencapai Rp32,44 triliun meliputi  pungutan dana ekspor Rp32,39 triliun dan pengelolaan dana Rp55 miliar.  Total pendapatan BPDPKS tahun lalu sebesar Rp72,453 triliun berasal dari  pungutan ekspor Rp71,64 triliun dan pengelolaan dana Rp810 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menyalurkan dana Rp110,03 triliun untuk program insentif biodiesel hingga akhir 2021. Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Hadiyanto mencatat, program insentif biodiesel digunakan untuk menyalurkan 33,05 juta kiloliter demi menjaga stabilitas harga CPO, kemandirian energi dan pengurangan emisi.
&quot;Sampai 2021 BPDPKS telah menyalurkan dana belanja Rp119,05 triliun di antaranya untuk program selisih harga biodiesel (insentif) Rp110 triliun dengan volume 33,05 juta kiloliter,&quot; katanya dalam RDP bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (21/3/2022).
BACA JUGA:Produksi Biodiesel Penyebab Harga Minyak Goreng Mahal?

Sementara, untuk tahun ini, BPDKS akan memberikan insentif atau menyalurkan dana pembiayaan selisih harga biodiesel Rp4,1 triliun untuk 10,15 juta kiloliter. Tahun ini, BPDPKS turut menyediakan dana dalam rangka pembayaran selisih harga acuan keekonomian dengan harga eceran tertinggi untuk 1,2 Juta kiloliter.
Tak hanya insentif, tahun ini BPDPKS juga akan melaksanakan program peremajaan sawit rakyat (PSR) yang ditargetkan mencapai 180 ribu hektare dengan dana Rp1,2 triliun. Program PSR hingga tahun lalu telah terealisasi pada 242.537 hektare lahan dengan dana yang tersalur sebesar Rp6,59 triliun.
BACA JUGA:Negara Hemat Devisa USD4,5 Miliar Berkat Program Biodiesel 30%

Program lain yang akan dilaksanakan BPDPKS tahun ini adalah penyaluran dana program sarana dan prasarana yang meliputi 50 paket mencapai Rp117 miliar serta pengembangan SDM sawit kepada 3.000 orang dengan anggaran Rp115 miliar.
Terakhir, BPDPKS akan melakukan 75 riset penelitian dan pengembangan dengan dana Rp115 miliar sekaligus melaksanakan 60 kegiatan dalam rangka kemitraan dan promosi dengan anggaran Rp75 miliar.&quot;Hingga tahun lalu, program penelitian dan pengembangan mencapai  Rp413 miliar dengan output 234 kontrak kerja sama, 213 publikasi, 42  paten dan enam buku,&quot; jelas Hadiyanto.
Dirinya menuturkan seluruh kegiatan BPDPKS dilakukan melalui pagu  belanjanya tahun ini sebesar Rp5,8 triliun yang berpotensi mengalami  penambahan sesuai perkembangan kenaikan harga sawit dan kebutuhan  belanja.
Untuk target PNBP BPDPKS tahun ini mencapai Rp32,44 triliun meliputi  pungutan dana ekspor Rp32,39 triliun dan pengelolaan dana Rp55 miliar.  Total pendapatan BPDPKS tahun lalu sebesar Rp72,453 triliun berasal dari  pungutan ekspor Rp71,64 triliun dan pengelolaan dana Rp810 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
