<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Pemerintah Nyaris Rp7.000 Triliun, Sri Mulyani Ungkap Bahayanya jika Tak Ngutang</title><description>ULN Indonesia ini turun dibandingkan dengan posisi ULN pada bulan sebelumnya sebesar USD415,3 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/22/320/2565794/utang-pemerintah-nyaris-rp7-000-triliun-sri-mulyani-ungkap-bahayanya-jika-tak-ngutang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/22/320/2565794/utang-pemerintah-nyaris-rp7-000-triliun-sri-mulyani-ungkap-bahayanya-jika-tak-ngutang"/><item><title>Utang Pemerintah Nyaris Rp7.000 Triliun, Sri Mulyani Ungkap Bahayanya jika Tak Ngutang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/22/320/2565794/utang-pemerintah-nyaris-rp7-000-triliun-sri-mulyani-ungkap-bahayanya-jika-tak-ngutang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/22/320/2565794/utang-pemerintah-nyaris-rp7-000-triliun-sri-mulyani-ungkap-bahayanya-jika-tak-ngutang</guid><pubDate>Selasa 22 Maret 2022 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/22/320/2565794/utang-pemerintah-nyaris-rp7-000-triliun-sri-mulyani-ungkap-bahayanya-jika-tak-ngutang-6vXGlMA03R.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Jelaskan Soal Utang Indonesia. (Foto: Okezone.com/KBUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/22/320/2565794/utang-pemerintah-nyaris-rp7-000-triliun-sri-mulyani-ungkap-bahayanya-jika-tak-ngutang-6vXGlMA03R.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Jelaskan Soal Utang Indonesia. (Foto: Okezone.com/KBUMN)</title></images><description>JAKARTA - Utang Indonesia selalu menarik perhatian karena jumlahnya sangat banyak, khususnya ketika pandemi Covid-19 melanda. Masyarakat yang pun banyak yang mengkritisi utang pemerintah ini.
Merespon hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan alasan kenapa pemerintah berutang sedemikian banyak.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pengumuman! Utang Luar Negeri Indonesia Turun Lagi Jadi Rp5.914 Triliun
&quot;Kita berutang ini semata-mata demi menyelamatkan masyarakat, baik dari segi ekonomi dan sosial, terutama melihat situasi yang kita hadapi,&quot; ujar Sri, di Jakarta, Selasa (22/3/2022).
Jika tidak berutang, Indonesia dihantui ancaman turunnya penerimaan dan kesehatan masyarakat, belum lagi adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), serta memburuknya sektor sosial, ekonomi, dan keuangan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Fakta-Fakta Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp5.932 Triliun, Nomor 5 Diklaim Masih Sehat
&quot;Jika tidak utang, maka hal-hal tersebut akan sulit dihentikan. Bukan hanya Indonesia, banyak negara lain yang juga membutuhkan utang demi menjaga ekonominya dari hantaman pandemi,&quot; ungkapnya.
Kendati demikian, Sri menekankan bahwa jika dibandingkan dengan negara lain, utang Indonesia masih jauh lebih terkendali.&quot;Ini dapat dilihat dari defisit anggaran yang sudah turun perlahan dan kembali di bawah 3%. Jadi kenapa utang? karena kita menerima penerimaan saat ekonomi naik lagi. Tahun ini 2 bulan pertama penerimaan di atas 30%, jadi APBN tool, kalau dibutuhkan dia kerja keras dan saat sudah membaik dia disehatkan kembali,&quot; pungkas Sri.
Sebagai informasi,&amp;nbsp;Kementerian Keuangan mencatat, utang pemerintah hingga akhir Januari 2022 mencapai Rp 6.919,15 triliun, bertambah Rp10,28 triliun dibandingkan bulan sebelumnya atau Rp686,01 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - Utang Indonesia selalu menarik perhatian karena jumlahnya sangat banyak, khususnya ketika pandemi Covid-19 melanda. Masyarakat yang pun banyak yang mengkritisi utang pemerintah ini.
Merespon hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan alasan kenapa pemerintah berutang sedemikian banyak.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pengumuman! Utang Luar Negeri Indonesia Turun Lagi Jadi Rp5.914 Triliun
&quot;Kita berutang ini semata-mata demi menyelamatkan masyarakat, baik dari segi ekonomi dan sosial, terutama melihat situasi yang kita hadapi,&quot; ujar Sri, di Jakarta, Selasa (22/3/2022).
Jika tidak berutang, Indonesia dihantui ancaman turunnya penerimaan dan kesehatan masyarakat, belum lagi adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), serta memburuknya sektor sosial, ekonomi, dan keuangan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Fakta-Fakta Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi Rp5.932 Triliun, Nomor 5 Diklaim Masih Sehat
&quot;Jika tidak utang, maka hal-hal tersebut akan sulit dihentikan. Bukan hanya Indonesia, banyak negara lain yang juga membutuhkan utang demi menjaga ekonominya dari hantaman pandemi,&quot; ungkapnya.
Kendati demikian, Sri menekankan bahwa jika dibandingkan dengan negara lain, utang Indonesia masih jauh lebih terkendali.&quot;Ini dapat dilihat dari defisit anggaran yang sudah turun perlahan dan kembali di bawah 3%. Jadi kenapa utang? karena kita menerima penerimaan saat ekonomi naik lagi. Tahun ini 2 bulan pertama penerimaan di atas 30%, jadi APBN tool, kalau dibutuhkan dia kerja keras dan saat sudah membaik dia disehatkan kembali,&quot; pungkas Sri.
Sebagai informasi,&amp;nbsp;Kementerian Keuangan mencatat, utang pemerintah hingga akhir Januari 2022 mencapai Rp 6.919,15 triliun, bertambah Rp10,28 triliun dibandingkan bulan sebelumnya atau Rp686,01 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
