<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dirut BRI Yakin Kredit Tumbuh hingga 11% di 2022</title><description>Pertumbuhan kredit tahun ini diyakini lebih baik dari tahun lalu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/22/320/2565942/dirut-bri-yakin-kredit-tumbuh-hingga-11-di-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/22/320/2565942/dirut-bri-yakin-kredit-tumbuh-hingga-11-di-2022"/><item><title>Dirut BRI Yakin Kredit Tumbuh hingga 11% di 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/22/320/2565942/dirut-bri-yakin-kredit-tumbuh-hingga-11-di-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/22/320/2565942/dirut-bri-yakin-kredit-tumbuh-hingga-11-di-2022</guid><pubDate>Selasa 22 Maret 2022 16:39 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/22/320/2565942/dirut-bri-yakin-kredit-tumbuh-hingga-11-di-2022-ZdHtHLnLjO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kredit tumbuh hingga 11% tahun ini (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/22/320/2565942/dirut-bri-yakin-kredit-tumbuh-hingga-11-di-2022-ZdHtHLnLjO.jpg</image><title>Kredit tumbuh hingga 11% tahun ini (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;nbsp;JAKARTA - Pertumbuhan kredit tahun ini diyakini lebih baik dari tahun lalu. Bahkan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk Sunarso optimistis kredit tumbuh 9%-11% pada 2022.
&amp;ldquo;Kenapa saya berani memasang target 9%-11% pertumbuhan karena konsumsi rumah tangga mulai naik dan faktor yang lain adalah harga komoditas,&amp;rdquo; kata Sunarso dalam Indonesia Economic Outlook yang disiarkan CNBC Indonesia, Selasa (22/3/2022).
BACA JUGA:Banyak Orang yang Ngutang, Buktinya Kredit Perbankan Tumbuh 6,33%

Sunarso menyampaikan target pertumbuhan kredit secara keseluruhan adalah 8%, namun BRI perlu memasang target lebih tinggi sebagai bentuk antisipasi jika ada perbankan lain yang pertumbuhan kredinya tidak mencapai 8%.
Tahun 2022 yang merupakan tahun momentum pemulihan ekonomi, menurutnya, sudah sepatutnya stimulus yang selama ini diberikan oleh pemerintah untuk menyelamatkan pelaku usaha, ditarik secara perlahan. Oleh karena itu BRI mengandalkan loan growth sebagai salah satu garda terdepan untuk menumbuhkan bisnis.
BACA JUGA:Sri Mulyani Berbincang dengan Penerima KPR Rumah Murah, DP Rp3 Juta Bayar Kredit Rp1 Juta/Bulan

Dia mengatakan, loan growth tidak semata-mata didorong oleh harga yang murah, namun faktor yang paling berpengaruh adalah konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat.
&amp;ldquo;Kalau konsumsi rumah tangga naik itu bisa dipastikan loan growth bisa dipacu, tidak cukup hanya dengan penurunan suku bunga,&amp;rdquo; ujar Sunarso.Terkait dengan komoditas, ia meyakini harganya akan tetap berada pada  range sangat tinggi terutama dengan adanya gangguan dalam sentra  komoditas tertentu yang menyebabkan terganggunya value chain dan supply  chain, kemudian konflik Rusia dan Ukraina yang mengganggu proses  distribusi serta inflasi global yang tinggi.
&amp;ldquo;Tapi likuiditas tidak se-ample tahun lalu tapi tetap optimis karena  UMKM Index kita masih sangat baik, indeks optimismenya menunjukkan  optimis dan indeks kepercayaan pelaku UMKM terhadap kemampuan pemerintah  mengelola tantangan ekonomi masih sangat baik,&amp;rdquo; ungkap Sunarso.
Lebih lanjut Sunarso menuturkan  68% GDP Indonesia disumbang oleh  UMKM dengan penyerapan tenaga kerja 97%, sehingga negara yang memiliki  tanggung jawab untuk menyejahterakan masyarakat harus memberikan  pekerjaan kepada masyarakat. Oleh karena itulah BRI akan senantiasa  fokus pada pengembangan UMKM.
&amp;ldquo;Maka apa yang bisa dilakukan BRI adalah kami fokus saja kepada UMKM,  makanya UMKM kami perluas ke ultra mikro. Perannya di Presidensi G20,  kami akan semakin fokus pada ultra mikro,&amp;rdquo; tutur Sunarso.</description><content:encoded>&amp;nbsp;JAKARTA - Pertumbuhan kredit tahun ini diyakini lebih baik dari tahun lalu. Bahkan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk Sunarso optimistis kredit tumbuh 9%-11% pada 2022.
&amp;ldquo;Kenapa saya berani memasang target 9%-11% pertumbuhan karena konsumsi rumah tangga mulai naik dan faktor yang lain adalah harga komoditas,&amp;rdquo; kata Sunarso dalam Indonesia Economic Outlook yang disiarkan CNBC Indonesia, Selasa (22/3/2022).
BACA JUGA:Banyak Orang yang Ngutang, Buktinya Kredit Perbankan Tumbuh 6,33%

Sunarso menyampaikan target pertumbuhan kredit secara keseluruhan adalah 8%, namun BRI perlu memasang target lebih tinggi sebagai bentuk antisipasi jika ada perbankan lain yang pertumbuhan kredinya tidak mencapai 8%.
Tahun 2022 yang merupakan tahun momentum pemulihan ekonomi, menurutnya, sudah sepatutnya stimulus yang selama ini diberikan oleh pemerintah untuk menyelamatkan pelaku usaha, ditarik secara perlahan. Oleh karena itu BRI mengandalkan loan growth sebagai salah satu garda terdepan untuk menumbuhkan bisnis.
BACA JUGA:Sri Mulyani Berbincang dengan Penerima KPR Rumah Murah, DP Rp3 Juta Bayar Kredit Rp1 Juta/Bulan

Dia mengatakan, loan growth tidak semata-mata didorong oleh harga yang murah, namun faktor yang paling berpengaruh adalah konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat.
&amp;ldquo;Kalau konsumsi rumah tangga naik itu bisa dipastikan loan growth bisa dipacu, tidak cukup hanya dengan penurunan suku bunga,&amp;rdquo; ujar Sunarso.Terkait dengan komoditas, ia meyakini harganya akan tetap berada pada  range sangat tinggi terutama dengan adanya gangguan dalam sentra  komoditas tertentu yang menyebabkan terganggunya value chain dan supply  chain, kemudian konflik Rusia dan Ukraina yang mengganggu proses  distribusi serta inflasi global yang tinggi.
&amp;ldquo;Tapi likuiditas tidak se-ample tahun lalu tapi tetap optimis karena  UMKM Index kita masih sangat baik, indeks optimismenya menunjukkan  optimis dan indeks kepercayaan pelaku UMKM terhadap kemampuan pemerintah  mengelola tantangan ekonomi masih sangat baik,&amp;rdquo; ungkap Sunarso.
Lebih lanjut Sunarso menuturkan  68% GDP Indonesia disumbang oleh  UMKM dengan penyerapan tenaga kerja 97%, sehingga negara yang memiliki  tanggung jawab untuk menyejahterakan masyarakat harus memberikan  pekerjaan kepada masyarakat. Oleh karena itulah BRI akan senantiasa  fokus pada pengembangan UMKM.
&amp;ldquo;Maka apa yang bisa dilakukan BRI adalah kami fokus saja kepada UMKM,  makanya UMKM kami perluas ke ultra mikro. Perannya di Presidensi G20,  kami akan semakin fokus pada ultra mikro,&amp;rdquo; tutur Sunarso.</content:encoded></item></channel></rss>
