<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Periode Buyback Adaro Energy (ADRO) Diperpanjang Selama 3 Bulan</title><description>PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) bakal memperpanjang periode pembelian kembali (buyback) saham.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/23/278/2566206/periode-buyback-adaro-energy-adro-diperpanjang-selama-3-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/23/278/2566206/periode-buyback-adaro-energy-adro-diperpanjang-selama-3-bulan"/><item><title>Periode Buyback Adaro Energy (ADRO) Diperpanjang Selama 3 Bulan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/23/278/2566206/periode-buyback-adaro-energy-adro-diperpanjang-selama-3-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/23/278/2566206/periode-buyback-adaro-energy-adro-diperpanjang-selama-3-bulan</guid><pubDate>Rabu 23 Maret 2022 08:10 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/23/278/2566206/periode-buyback-adaro-energy-adro-diperpanjang-selama-3-bulan-FEQ2Fo5WFy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ADRO perpanjang periode buyback saham (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/23/278/2566206/periode-buyback-adaro-energy-adro-diperpanjang-selama-3-bulan-FEQ2Fo5WFy.jpg</image><title>ADRO perpanjang periode buyback saham (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) bakal memperpanjang periode pembelian kembali (buyback) saham. Periode buyback kedua diperpanjang selama 3 bulan pada 22 Maret - 21 Juni 2022.
Dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (23/3/2022), manajemen ADRO menyampaikan bahwa hal ini seiring akan berakhirnya periode buyback saham pada 23 Maret 2022 dan masih terdapat sejumlah saham yang dapat dibeli kembali oleh perseroan dari ketentuan jumlah maksimal buyback saham.
BACA JUGA:Tok! Adaro Resmi Ganti Nama, Ada Direktur dan Komisaris Baru

&amp;ldquo;Perseroan berkeyakinan pelaksanaan pembelian kembali saham perseroan pada periode perpanjangan kembali tidak akan memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja dan pendapatan perseroan karena saldo laba dan arus kas perseroan yang tersedia saat ini sangat mencukupi untuk kebutuhan dana pelaksanaan pembelian kembali saham perseroan pada periode perpanjangan kembali,&amp;rdquo; tulis Sekretaris Perusahaan ADRO, Mahardika Putranto.
BACA JUGA:IHSG Sesi I Menguat ke 6.630, Saham Adaro Minerals (ADMR) Tembus Rp1.000

ADRO menyatakan buyback saham pada periode perpanjangan kembali akan dilakukan dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.
&amp;ldquo;Pembelian kembali saham perseroan pada periode perpanjangan kembali akan dilakukan melalui transaksi di BEI melalui pasar reguler,&amp;rdquo; tulis Mahardika.
Adapun Adaro Energy sebelumnya telah menggelar program buyback terhitung sejak 24 Desember 2021 yang berakhir pada 23 Maret 2022. Namun demikian, perseroan belum merinci jumlah saham yang berhasil dibeli selama program buyback tersebut.ADRO akan buyback saham dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp4 triliun.  Sesuai POJK Nomor 2/2013 dan SEOJK Nomor 3/2020, jumlah saham yang akan  dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal disetor dengan  ketentuan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5% dari modal  disetor perseroan.
Hingga akhir 2021, Adaro Energy membukukan lonjakan laba bersih yang  dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 535,34% menjadi  USD933,49 juta pada 2021, dibandingkan tahun sebelumnya senilai  USD146,92 juta. Kenaikan sejalan dengan kenaikan pendapatan usaha dari  USD2,53 miliar menjadi USD3,99 miliar.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro Energy Indonesia  Garibaldi Thohir mengatakan, kondisi pasar yang kondusif menopang  kinerja perseroan pada 2021.
&amp;ldquo;Kami membukukan profitabilitas yang solid. Hal ini membuat kami  dapat meningkatkan kontribusi terhadap negara melalui royalti dan  pajak,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) bakal memperpanjang periode pembelian kembali (buyback) saham. Periode buyback kedua diperpanjang selama 3 bulan pada 22 Maret - 21 Juni 2022.
Dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (23/3/2022), manajemen ADRO menyampaikan bahwa hal ini seiring akan berakhirnya periode buyback saham pada 23 Maret 2022 dan masih terdapat sejumlah saham yang dapat dibeli kembali oleh perseroan dari ketentuan jumlah maksimal buyback saham.
BACA JUGA:Tok! Adaro Resmi Ganti Nama, Ada Direktur dan Komisaris Baru

&amp;ldquo;Perseroan berkeyakinan pelaksanaan pembelian kembali saham perseroan pada periode perpanjangan kembali tidak akan memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja dan pendapatan perseroan karena saldo laba dan arus kas perseroan yang tersedia saat ini sangat mencukupi untuk kebutuhan dana pelaksanaan pembelian kembali saham perseroan pada periode perpanjangan kembali,&amp;rdquo; tulis Sekretaris Perusahaan ADRO, Mahardika Putranto.
BACA JUGA:IHSG Sesi I Menguat ke 6.630, Saham Adaro Minerals (ADMR) Tembus Rp1.000

ADRO menyatakan buyback saham pada periode perpanjangan kembali akan dilakukan dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.
&amp;ldquo;Pembelian kembali saham perseroan pada periode perpanjangan kembali akan dilakukan melalui transaksi di BEI melalui pasar reguler,&amp;rdquo; tulis Mahardika.
Adapun Adaro Energy sebelumnya telah menggelar program buyback terhitung sejak 24 Desember 2021 yang berakhir pada 23 Maret 2022. Namun demikian, perseroan belum merinci jumlah saham yang berhasil dibeli selama program buyback tersebut.ADRO akan buyback saham dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp4 triliun.  Sesuai POJK Nomor 2/2013 dan SEOJK Nomor 3/2020, jumlah saham yang akan  dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal disetor dengan  ketentuan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5% dari modal  disetor perseroan.
Hingga akhir 2021, Adaro Energy membukukan lonjakan laba bersih yang  dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 535,34% menjadi  USD933,49 juta pada 2021, dibandingkan tahun sebelumnya senilai  USD146,92 juta. Kenaikan sejalan dengan kenaikan pendapatan usaha dari  USD2,53 miliar menjadi USD3,99 miliar.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro Energy Indonesia  Garibaldi Thohir mengatakan, kondisi pasar yang kondusif menopang  kinerja perseroan pada 2021.
&amp;ldquo;Kami membukukan profitabilitas yang solid. Hal ini membuat kami  dapat meningkatkan kontribusi terhadap negara melalui royalti dan  pajak,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
