<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IMF Beri 5 Catatan untuk Ekonomi Indonesia, Begini Tanggapan BI</title><description>Dana Moneter Internasional (IMF) menilai Indonesia berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan di tengah pandemi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/23/320/2566330/imf-beri-5-catatan-untuk-ekonomi-indonesia-begini-tanggapan-bi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/23/320/2566330/imf-beri-5-catatan-untuk-ekonomi-indonesia-begini-tanggapan-bi"/><item><title>IMF Beri 5 Catatan untuk Ekonomi Indonesia, Begini Tanggapan BI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/23/320/2566330/imf-beri-5-catatan-untuk-ekonomi-indonesia-begini-tanggapan-bi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/23/320/2566330/imf-beri-5-catatan-untuk-ekonomi-indonesia-begini-tanggapan-bi</guid><pubDate>Rabu 23 Maret 2022 11:12 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/23/320/2566330/imf-beri-5-catatan-untuk-ekonomi-indonesia-begini-tanggapan-bi-TyklXfakMM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IMF beri catatan untuk ekonomi Indonesia (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/23/320/2566330/imf-beri-5-catatan-untuk-ekonomi-indonesia-begini-tanggapan-bi-TyklXfakMM.jpg</image><title>IMF beri catatan untuk ekonomi Indonesia (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) menilai Indonesia berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan di tengah pandemi. Ekonomi yang stabil didukung oleh kinerja makroekonomi yang kuat, serta respon kebijakan yang tegas dan menyeluruh.
Respon kebijakan tersebut mencakup paket kebijakan yang tertuang dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), kebijakan moneter yang akomodatif, dan upaya di sektor keuangan untuk mendorong kredit.
BACA JUGA:IMF Sebut Rusia Akan Resesi Ekonomi Akibat Perang dengan Ukraina

&quot;Bank Indonesia menyambut baik hasil asesmen IMF tersebut, yang disampaikan dalam laporan Article IV Consultation tahun 2021 yang baru saja dirilis hari ini, 23 Maret 2022,&quot; ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia(BI) Erwin Haryono di Jakarta, Rabu(23/2/2022).
Dewan Direktur IMF menyampaikan apresiasi dan catatan positif terhadap berbagai kebijakan yang ditempuh Indonesia. Pertama, komitmen otoritas untuk mengembalikan batas atas defisit fiskal sebesar 3% pada 2023 secara gradual.
BACA JUGA:IMF Waspadai Perang Rusia-Ukraina Turunkan Pertumbuhan Ekonomi Global

Kedua, komitmen otoritas kebijakan moneter untuk berada ahead of the curve dengan tetap memerhatikan tingkat inflasi. Ketiga, upaya otoritas untuk mendorong pendalaman dan inklusi pasar keuangan, khususnya  melalui  digitalisasi. Keempat, komitmen otoritas untuk melanjutkan  reformasi struktural melalui reformasi di sektor riil  dan sektor keuangan untuk meningkatkan investasi, mendorong pertumbuhan, dan memitigasi dampak scarring dari pandemi. Kelima, komitmen  otoritas untuk mengatasi dan memitigasi perubahan iklim.Dalam laporannya, IMF memandang kinerja ekonomi Indonesia akan terus  menguat pada tahun 2022-2023 didorong oleh peningkatan permintaan  domestik dan dukungan kondisi komoditas global. Meskipun demikian, IMF  mencermati beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai, terutama  terkait dengan munculnya varian virus baru dan kemungkinan pengetatan  kondisi keuangan global akibat normalisasi kebijakan moneter yang lebih  cepat dari perkiraan.
Lebih lanjut, IMF menyampaikan rekomendasi kebijakan yang sejalan  dengan arah kebijakan  Bank Indonesia, terutama terkait normalisasi  kebijakan likuiditas, financial deepening dan digitalisasi.
Proyeksi positif IMF tersebut, kata Erwin, sejalan dengan hasil  asesmen Bank Indonesia yang memperkirakan momentum perbaikan ekonomi  nasional akan berlanjut pada 2022.
&quot;Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakan untuk menjaga  stabilitas dan mendukung pemulihan ekonomi nasional. Sinergi kebijakan  dengan otoritas terkait terus dilakukan, khususnya dalam rangka  akselerasi vaksinasi, pembukaan sektor-sektor ekonomi produktif, dan  upaya mendorong peningkatan pembiayaan  pada sektor-sektor prioritas,&quot;  pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) menilai Indonesia berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan di tengah pandemi. Ekonomi yang stabil didukung oleh kinerja makroekonomi yang kuat, serta respon kebijakan yang tegas dan menyeluruh.
Respon kebijakan tersebut mencakup paket kebijakan yang tertuang dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), kebijakan moneter yang akomodatif, dan upaya di sektor keuangan untuk mendorong kredit.
BACA JUGA:IMF Sebut Rusia Akan Resesi Ekonomi Akibat Perang dengan Ukraina

&quot;Bank Indonesia menyambut baik hasil asesmen IMF tersebut, yang disampaikan dalam laporan Article IV Consultation tahun 2021 yang baru saja dirilis hari ini, 23 Maret 2022,&quot; ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia(BI) Erwin Haryono di Jakarta, Rabu(23/2/2022).
Dewan Direktur IMF menyampaikan apresiasi dan catatan positif terhadap berbagai kebijakan yang ditempuh Indonesia. Pertama, komitmen otoritas untuk mengembalikan batas atas defisit fiskal sebesar 3% pada 2023 secara gradual.
BACA JUGA:IMF Waspadai Perang Rusia-Ukraina Turunkan Pertumbuhan Ekonomi Global

Kedua, komitmen otoritas kebijakan moneter untuk berada ahead of the curve dengan tetap memerhatikan tingkat inflasi. Ketiga, upaya otoritas untuk mendorong pendalaman dan inklusi pasar keuangan, khususnya  melalui  digitalisasi. Keempat, komitmen otoritas untuk melanjutkan  reformasi struktural melalui reformasi di sektor riil  dan sektor keuangan untuk meningkatkan investasi, mendorong pertumbuhan, dan memitigasi dampak scarring dari pandemi. Kelima, komitmen  otoritas untuk mengatasi dan memitigasi perubahan iklim.Dalam laporannya, IMF memandang kinerja ekonomi Indonesia akan terus  menguat pada tahun 2022-2023 didorong oleh peningkatan permintaan  domestik dan dukungan kondisi komoditas global. Meskipun demikian, IMF  mencermati beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai, terutama  terkait dengan munculnya varian virus baru dan kemungkinan pengetatan  kondisi keuangan global akibat normalisasi kebijakan moneter yang lebih  cepat dari perkiraan.
Lebih lanjut, IMF menyampaikan rekomendasi kebijakan yang sejalan  dengan arah kebijakan  Bank Indonesia, terutama terkait normalisasi  kebijakan likuiditas, financial deepening dan digitalisasi.
Proyeksi positif IMF tersebut, kata Erwin, sejalan dengan hasil  asesmen Bank Indonesia yang memperkirakan momentum perbaikan ekonomi  nasional akan berlanjut pada 2022.
&quot;Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakan untuk menjaga  stabilitas dan mendukung pemulihan ekonomi nasional. Sinergi kebijakan  dengan otoritas terkait terus dilakukan, khususnya dalam rangka  akselerasi vaksinasi, pembukaan sektor-sektor ekonomi produktif, dan  upaya mendorong peningkatan pembiayaan  pada sektor-sektor prioritas,&quot;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
