<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos Sawit, Harga CPO Hari Ini Meroket</title><description>Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali mengalami kenaikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/23/320/2566465/bos-sawit-harga-cpo-hari-ini-meroket</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/23/320/2566465/bos-sawit-harga-cpo-hari-ini-meroket"/><item><title>Bos Sawit, Harga CPO Hari Ini Meroket</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/23/320/2566465/bos-sawit-harga-cpo-hari-ini-meroket</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/23/320/2566465/bos-sawit-harga-cpo-hari-ini-meroket</guid><pubDate>Rabu 23 Maret 2022 14:14 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/23/320/2566465/bos-sawit-harga-cpo-hari-ini-meroket-NMwqHahBIk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak sawit alami kenaikan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/23/320/2566465/bos-sawit-harga-cpo-hari-ini-meroket-NMwqHahBIk.jpg</image><title>Harga minyak sawit alami kenaikan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali mengalami kenaikan. Harga CPO naik tak terbendung selama tiga sesi beruntun.
Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives Berhad Rabu (23/3/2022) hingga pukul 13:05 WIB, harga CPO Mei 2022 naik 1,21% di MYR 6.230 per ton. Harga CPO Juni 2022 menguat 1,34% di MYR 6.047 per ton.
BACA JUGA:Swasta Kuasai 56% Lahan Kelapa Sawit BUMN Cuma 4%, Ini Catatan Erick Thohir

Technical Analyst Reuters Wang Tao mencermati harga CPO Juni berpotensi menguat hingga MYR 6.188 per ton.
&quot;Harga CPO mungkin naik ke kisaran 6.104-6.188 ringgit per ton, karena telah menembus resistance di 5.966 ringgit,&quot; kata Wang Tao, dilansir Reuters, Rabu (23/3/2022).
BACA JUGA:RI Punya Pabrik Kelapa Sawit Terintegrasi Minyak Goreng, Kelangkaan Teratasi?

Kenaikan harga CPO sejalan dengan harga minyak nabati sejenis lain yang ikut terdongkrak naik berkat pemulihan permintaan di tingkat global. Persaingan minyak nabati di tingkat global menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi harga di pasaran.
Kontrak CPO di Bursa Dalian China melonjak 3,15%, sementara kontrak minyak kedelai turun -0,62%. Sedangkan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga naik 0,25%.Selain itu, kenaikan harga CPO juga didukung oleh stok dan harga  minyak mentah / crude oil yang ketat akibat pukulan sanksi barat  terhadap minyak dan gas Rusia.
Ketika minyak bumi terbatas, maka potensi penggunaan CPO untuk untuk  bahan baku biodiesel semakin terbuka. Hal ini bakal meningkatkan  permintaan di tingkat global, sekaligus mengerek naik harganya.
Secara fundamental, pasokan minyak nabati dunia masih relatif  terbatas. Data Komisi Uni Eropa terbaru menunjukkan impor kedelai Eropa  pada periode Juli 2021 - Maret 2022 telah mencapai 9,86 juta ton.
Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan 10,69 juta ton yang dicapai pada periode yang sama tahun 2020 - 2021.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali mengalami kenaikan. Harga CPO naik tak terbendung selama tiga sesi beruntun.
Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives Berhad Rabu (23/3/2022) hingga pukul 13:05 WIB, harga CPO Mei 2022 naik 1,21% di MYR 6.230 per ton. Harga CPO Juni 2022 menguat 1,34% di MYR 6.047 per ton.
BACA JUGA:Swasta Kuasai 56% Lahan Kelapa Sawit BUMN Cuma 4%, Ini Catatan Erick Thohir

Technical Analyst Reuters Wang Tao mencermati harga CPO Juni berpotensi menguat hingga MYR 6.188 per ton.
&quot;Harga CPO mungkin naik ke kisaran 6.104-6.188 ringgit per ton, karena telah menembus resistance di 5.966 ringgit,&quot; kata Wang Tao, dilansir Reuters, Rabu (23/3/2022).
BACA JUGA:RI Punya Pabrik Kelapa Sawit Terintegrasi Minyak Goreng, Kelangkaan Teratasi?

Kenaikan harga CPO sejalan dengan harga minyak nabati sejenis lain yang ikut terdongkrak naik berkat pemulihan permintaan di tingkat global. Persaingan minyak nabati di tingkat global menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi harga di pasaran.
Kontrak CPO di Bursa Dalian China melonjak 3,15%, sementara kontrak minyak kedelai turun -0,62%. Sedangkan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga naik 0,25%.Selain itu, kenaikan harga CPO juga didukung oleh stok dan harga  minyak mentah / crude oil yang ketat akibat pukulan sanksi barat  terhadap minyak dan gas Rusia.
Ketika minyak bumi terbatas, maka potensi penggunaan CPO untuk untuk  bahan baku biodiesel semakin terbuka. Hal ini bakal meningkatkan  permintaan di tingkat global, sekaligus mengerek naik harganya.
Secara fundamental, pasokan minyak nabati dunia masih relatif  terbatas. Data Komisi Uni Eropa terbaru menunjukkan impor kedelai Eropa  pada periode Juli 2021 - Maret 2022 telah mencapai 9,86 juta ton.
Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan 10,69 juta ton yang dicapai pada periode yang sama tahun 2020 - 2021.</content:encoded></item></channel></rss>
