<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Rusia Vladimir Putin Bakal Hadiri KTT G20 di Bali, Ternyata Ini Alasannya</title><description>Lyudmila Georgievna Vorobieva menjelaskan kabar kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin dalam KTT G20 di Bali.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/23/320/2566649/presiden-rusia-vladimir-putin-bakal-hadiri-ktt-g20-di-bali-ternyata-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/23/320/2566649/presiden-rusia-vladimir-putin-bakal-hadiri-ktt-g20-di-bali-ternyata-ini-alasannya"/><item><title>Presiden Rusia Vladimir Putin Bakal Hadiri KTT G20 di Bali, Ternyata Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/23/320/2566649/presiden-rusia-vladimir-putin-bakal-hadiri-ktt-g20-di-bali-ternyata-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/23/320/2566649/presiden-rusia-vladimir-putin-bakal-hadiri-ktt-g20-di-bali-ternyata-ini-alasannya</guid><pubDate>Rabu 23 Maret 2022 17:52 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/23/320/2566649/presiden-rusia-vladimir-putin-bakal-hadiri-ktt-g20-di-bali-ternyata-ini-alasannya-a6QGErLiS7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Putin Bakal Hadiri KTT G20 di Bali (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/23/320/2566649/presiden-rusia-vladimir-putin-bakal-hadiri-ktt-g20-di-bali-ternyata-ini-alasannya-a6QGErLiS7.jpg</image><title>Putin Bakal Hadiri KTT G20 di Bali (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia Lyudmila Georgievna Vorobieva menjelaskan kabar  kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin dalam KTT G20 di Bali.

Vorobieva mengatakan, sejauh ini, Putin ingin datang ke perhelatan tersebut. Pihaknya juga mendapatkan undangan resmi.

&quot;Tentu dia ingin datang, namun melihat situasi dan kondisi yang ada sekarang. Kami juga memang diundang,&quot; ujar Lyudmila dalam konferensi pers di Gedung Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, Rabu (23/2/2022).

Baca Juga: Rusia Terancam 'Didepak' dari Keanggotaan G20, Ini Tanggapan Dubes

Sementara, Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat berencana menendang Rusia dari keanggotaan G20 imbas serangan militernya ke Ukraina. Menurut Vorobieva, jika hal itu benar terjadi, keputusan itu tidak sejalan dengan tema presidensi G20.

&quot;G20 diselenggarakan dengan tema pemulihan ekonomi, 'Recover Together Recover Stronger', dan menendang Rusia dari keanggotaan ini tidak akan membantu tujuan tersebut tercapai,&quot; ujarnya.

Sebagai informasi, Rusia sendiri pernah menghadapi kondisi 'ditendang' dari keanggotaan G7, yang sebelumnya bernama G8, pada 2014. Alasannya, karena Rusia mencaplok wilayah Krimea dari Ukraina. Athika Rahma</description><content:encoded>JAKARTA - Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia Lyudmila Georgievna Vorobieva menjelaskan kabar  kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin dalam KTT G20 di Bali.

Vorobieva mengatakan, sejauh ini, Putin ingin datang ke perhelatan tersebut. Pihaknya juga mendapatkan undangan resmi.

&quot;Tentu dia ingin datang, namun melihat situasi dan kondisi yang ada sekarang. Kami juga memang diundang,&quot; ujar Lyudmila dalam konferensi pers di Gedung Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, Rabu (23/2/2022).

Baca Juga: Rusia Terancam 'Didepak' dari Keanggotaan G20, Ini Tanggapan Dubes

Sementara, Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat berencana menendang Rusia dari keanggotaan G20 imbas serangan militernya ke Ukraina. Menurut Vorobieva, jika hal itu benar terjadi, keputusan itu tidak sejalan dengan tema presidensi G20.

&quot;G20 diselenggarakan dengan tema pemulihan ekonomi, 'Recover Together Recover Stronger', dan menendang Rusia dari keanggotaan ini tidak akan membantu tujuan tersebut tercapai,&quot; ujarnya.

Sebagai informasi, Rusia sendiri pernah menghadapi kondisi 'ditendang' dari keanggotaan G7, yang sebelumnya bernama G8, pada 2014. Alasannya, karena Rusia mencaplok wilayah Krimea dari Ukraina. Athika Rahma</content:encoded></item></channel></rss>
