<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Minyak Goreng Tiba-Tiba Melimpah Usai HET Dicabut, Ini Penyebabnya</title><description>Minyak goreng yang sebelumnya langka tiba-tiba melimpah ruah setelah Harga Eceran Tertinggi (HET) dicabut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/24/320/2567073/minyak-goreng-tiba-tiba-melimpah-usai-het-dicabut-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/24/320/2567073/minyak-goreng-tiba-tiba-melimpah-usai-het-dicabut-ini-penyebabnya"/><item><title>Minyak Goreng Tiba-Tiba Melimpah Usai HET Dicabut, Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/24/320/2567073/minyak-goreng-tiba-tiba-melimpah-usai-het-dicabut-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/24/320/2567073/minyak-goreng-tiba-tiba-melimpah-usai-het-dicabut-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Kamis 24 Maret 2022 13:03 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/24/320/2567073/minyak-goreng-tiba-tiba-melimpah-usai-het-dicabut-ini-penyebabnya-fre0USWlFg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Stok minyak goreng melimpah usai HET dicabut (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/24/320/2567073/minyak-goreng-tiba-tiba-melimpah-usai-het-dicabut-ini-penyebabnya-fre0USWlFg.jpg</image><title>Stok minyak goreng melimpah usai HET dicabut (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Minyak goreng yang sebelumnya langka tiba-tiba melimpah ruah setelah Harga Eceran Tertinggi (HET) dicabut. Hal ini membuat para emak-emak heran dan bingung karena ketika harga mahal stok minyak goreng melimpah.
BACA JUGA:Tiru Malaysia, Subsidi Minyak Goreng Diusulkan Langsung ke Masyarakat

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga mengatakan, pasokan minyak di Indonesia sebenarnya sudah melimpah ruah sejak awal.
&quot;Namun disparitas harga yang demikian besar antara market price (harga pasar) dan HET ini akhirnya banyak yang ambil kesempatan dalam kesempitan,&quot; kata Sahat dalam Market Review IDX Channel, Kamis (24/3/2022).
BACA JUGA:Buruh Seluruh RI Ancam Demo Besar-besaran jika Harga Minyak Goreng Tak Turun

Lanjutnya, dari total produksi minyak sebesar 49 juta ton, kebutuhan minyak goreng untuk pasar domestik hanya 4,9 juta ton. Produsen juga sudah menggelontorkan minyak goreng sebesar 465 ribu KL, lebih banyak dari kebutuhan masyarakat secara historikal dipatok 319 ribu KL.
&quot;Artinya ada over 45%. Produksi tahun ini juga lebih tinggi dibanding tahun lalu yaitu 49 juta ton, tahun lalu 46,8 juta ton, ada peningkatan,&quot; katanya.Menurutnya, sistem distribusi minyak goreng di Indonesia masih  berantakan. Hal ini menimbulkan banyak spekulasi mengenai siapa yang  memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.
Lanjutnya, seharusnya distributor dan agen minyak goreng di Indonesia  terdata dalam sistem Kementerian Perindustrian. Kelengkapan data mereka  juga harus dipastikan benar dan sesuai.
&quot;Kalau ada penyelewengan dari distributor 1 ke distributor 2 itu  harusnya keliatan. Kalau menyeleweng, ya, cabut (izin usaha),&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Minyak goreng yang sebelumnya langka tiba-tiba melimpah ruah setelah Harga Eceran Tertinggi (HET) dicabut. Hal ini membuat para emak-emak heran dan bingung karena ketika harga mahal stok minyak goreng melimpah.
BACA JUGA:Tiru Malaysia, Subsidi Minyak Goreng Diusulkan Langsung ke Masyarakat

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga mengatakan, pasokan minyak di Indonesia sebenarnya sudah melimpah ruah sejak awal.
&quot;Namun disparitas harga yang demikian besar antara market price (harga pasar) dan HET ini akhirnya banyak yang ambil kesempatan dalam kesempitan,&quot; kata Sahat dalam Market Review IDX Channel, Kamis (24/3/2022).
BACA JUGA:Buruh Seluruh RI Ancam Demo Besar-besaran jika Harga Minyak Goreng Tak Turun

Lanjutnya, dari total produksi minyak sebesar 49 juta ton, kebutuhan minyak goreng untuk pasar domestik hanya 4,9 juta ton. Produsen juga sudah menggelontorkan minyak goreng sebesar 465 ribu KL, lebih banyak dari kebutuhan masyarakat secara historikal dipatok 319 ribu KL.
&quot;Artinya ada over 45%. Produksi tahun ini juga lebih tinggi dibanding tahun lalu yaitu 49 juta ton, tahun lalu 46,8 juta ton, ada peningkatan,&quot; katanya.Menurutnya, sistem distribusi minyak goreng di Indonesia masih  berantakan. Hal ini menimbulkan banyak spekulasi mengenai siapa yang  memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.
Lanjutnya, seharusnya distributor dan agen minyak goreng di Indonesia  terdata dalam sistem Kementerian Perindustrian. Kelengkapan data mereka  juga harus dipastikan benar dan sesuai.
&quot;Kalau ada penyelewengan dari distributor 1 ke distributor 2 itu  harusnya keliatan. Kalau menyeleweng, ya, cabut (izin usaha),&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
