<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkop Teten Ungkap Kendala Pelaku UMKM Belum Go Digital</title><description>Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memberikan penjelasan terkait kendala pelaku UMKM untuk bisa go digital. Menurutnya UMKM mempunyai kelemahan di product development atau perkembangan produk.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/24/320/2567171/menkop-teten-ungkap-kendala-pelaku-umkm-belum-go-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/24/320/2567171/menkop-teten-ungkap-kendala-pelaku-umkm-belum-go-digital"/><item><title>Menkop Teten Ungkap Kendala Pelaku UMKM Belum Go Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/24/320/2567171/menkop-teten-ungkap-kendala-pelaku-umkm-belum-go-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/24/320/2567171/menkop-teten-ungkap-kendala-pelaku-umkm-belum-go-digital</guid><pubDate>Kamis 24 Maret 2022 14:40 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/24/320/2567171/menkop-teten-ungkap-kendala-pelaku-umkm-belum-go-digital-lR8Z4NAQwj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkop Teten Masduki ungkap alasan UMKM belum go digital. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/24/320/2567171/menkop-teten-ungkap-kendala-pelaku-umkm-belum-go-digital-lR8Z4NAQwj.jpg</image><title>Menkop Teten Masduki ungkap alasan UMKM belum go digital. (Foto: Okezone)</title></images><description>BALI - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memberikan penjelasan terkait kendala pelaku UMKM untuk bisa go digital. Menurutnya UMKM mempunyai kelemahan di product development atau perkembangan produk.

&quot;Kebanyakan UMKM kelemahannya di product development karena mereka tidak punya budget (pembiayaan) untuk Riset and Development (R&amp;amp;D) atau penelitian dan pengembangannya,&quot; ujar dia dalam kunjungan ke Business Matching Pengadaan Produk Dalam Negeri dan UMKM 2022 di Nusa Dua, Bali, Kamis (24/3/2022).

Dia menyebut, Kemenkop UKM saat ini sudah kembangkan model bisnis dengan sektor swatsa atau pelaku usaha besar dan kampus. Misalnya Riset and Development (R&amp;amp;D) penelitian dan pengembangannya di Universitas dan sektor Swasta lalu komersialnya di UMKM.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Pengadaan Barang dan Jasa 40%, Menkop Teten: Lihat Keunggulan Produk UMKM
&quot;Jadi ada pembagian kerja, seperti desain dan marketing di pelaku usaha besar dan Universitas, kemudian produksinya di UMKM. Ini konsep kemitran atau rantai pasok ini bisa memperkuat stuktur produksi kita,&quot; ungkapnya.

Dia juga menambahkan pelaku usaha yang sudah besar bisa bermitra dengan  UMKM. Dan tidak lagi yang kecil atau UMKM ini bertarung dengan pelaku usaha yang besar.

&quot;Jadi kami (Kemenkop UKM) sudah menetapkan kemitran. Di mana yang usaha besar dan kecil itu bergabung melalui rantai pasok. Dan tidak lagi istilah bapak asuh karena kurang efektif,&quot; tuturnya.
&quot;Ini produksinya terintegrasi antara pelaku usaha besar dan UMKM. Hal ini sudah ada kebijakan dan juga ada UU terkait insentif kemitran tersebut,&quot; pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pihaknya optimis bahwa 30 juta UMKM akan go digital di 2024 mendatang. Di mana, hingga saat ini 17,2 juta UMKM sudah terhubung.

&amp;ldquo;Ya kalau kita lihat UMKM kan jumlahnya ada 65 jutaan ya, sekarang ini yang paling besar kan 99,6% kan micro. Micro itu artinya omzet Rp2 miliar ke bawah lah. Nah ini yang sekarang kita sasar untuk go online ya, 17,2 juta sudah terhubung,&amp;rdquo; katanya dalam Special Dialogue Okezone.
BACA JUGA:Hendi Kembali Buka Kesempatan 1.000 UMKM Dapat Fasilitas Kemasan Gratis&amp;nbsp;
Teten menjelaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Misalnya kepada rekan-rekan e-commerce.

&amp;ldquo;Kita berarti dalam dua tahun tinggal 12,7 jutaan lah. Nah, ini kita sudah kita laporkan dengan seluruh KL dengan daerah dan kita sudah juga koordinasikan dengan teman-teman e-commerce, karena yang kita sasarkan adalah micro untuk online,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>BALI - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memberikan penjelasan terkait kendala pelaku UMKM untuk bisa go digital. Menurutnya UMKM mempunyai kelemahan di product development atau perkembangan produk.

&quot;Kebanyakan UMKM kelemahannya di product development karena mereka tidak punya budget (pembiayaan) untuk Riset and Development (R&amp;amp;D) atau penelitian dan pengembangannya,&quot; ujar dia dalam kunjungan ke Business Matching Pengadaan Produk Dalam Negeri dan UMKM 2022 di Nusa Dua, Bali, Kamis (24/3/2022).

Dia menyebut, Kemenkop UKM saat ini sudah kembangkan model bisnis dengan sektor swatsa atau pelaku usaha besar dan kampus. Misalnya Riset and Development (R&amp;amp;D) penelitian dan pengembangannya di Universitas dan sektor Swasta lalu komersialnya di UMKM.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Pengadaan Barang dan Jasa 40%, Menkop Teten: Lihat Keunggulan Produk UMKM
&quot;Jadi ada pembagian kerja, seperti desain dan marketing di pelaku usaha besar dan Universitas, kemudian produksinya di UMKM. Ini konsep kemitran atau rantai pasok ini bisa memperkuat stuktur produksi kita,&quot; ungkapnya.

Dia juga menambahkan pelaku usaha yang sudah besar bisa bermitra dengan  UMKM. Dan tidak lagi yang kecil atau UMKM ini bertarung dengan pelaku usaha yang besar.

&quot;Jadi kami (Kemenkop UKM) sudah menetapkan kemitran. Di mana yang usaha besar dan kecil itu bergabung melalui rantai pasok. Dan tidak lagi istilah bapak asuh karena kurang efektif,&quot; tuturnya.
&quot;Ini produksinya terintegrasi antara pelaku usaha besar dan UMKM. Hal ini sudah ada kebijakan dan juga ada UU terkait insentif kemitran tersebut,&quot; pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pihaknya optimis bahwa 30 juta UMKM akan go digital di 2024 mendatang. Di mana, hingga saat ini 17,2 juta UMKM sudah terhubung.

&amp;ldquo;Ya kalau kita lihat UMKM kan jumlahnya ada 65 jutaan ya, sekarang ini yang paling besar kan 99,6% kan micro. Micro itu artinya omzet Rp2 miliar ke bawah lah. Nah ini yang sekarang kita sasar untuk go online ya, 17,2 juta sudah terhubung,&amp;rdquo; katanya dalam Special Dialogue Okezone.
BACA JUGA:Hendi Kembali Buka Kesempatan 1.000 UMKM Dapat Fasilitas Kemasan Gratis&amp;nbsp;
Teten menjelaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Misalnya kepada rekan-rekan e-commerce.

&amp;ldquo;Kita berarti dalam dua tahun tinggal 12,7 jutaan lah. Nah, ini kita sudah kita laporkan dengan seluruh KL dengan daerah dan kita sudah juga koordinasikan dengan teman-teman e-commerce, karena yang kita sasarkan adalah micro untuk online,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
