<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembangunan Infrastruktur Pakai Pendekatan OPOR, Apa Itu?</title><description>Pembangunan infrastruktur difokuskan pada pendekatan OPOR alias Operasi, Pemeliharaan, Optimalisasi, dan Rehabilitasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/24/470/2566833/pembangunan-infrastruktur-pakai-pendekatan-opor-apa-itu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/24/470/2566833/pembangunan-infrastruktur-pakai-pendekatan-opor-apa-itu"/><item><title>Pembangunan Infrastruktur Pakai Pendekatan OPOR, Apa Itu?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/24/470/2566833/pembangunan-infrastruktur-pakai-pendekatan-opor-apa-itu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/24/470/2566833/pembangunan-infrastruktur-pakai-pendekatan-opor-apa-itu</guid><pubDate>Kamis 24 Maret 2022 06:11 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/24/470/2566833/pembangunan-infrastruktur-pakai-pendekatan-opor-apa-itu-0HAJeJMTYj.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan infrastruktur pakai pendekatan OPOR (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/24/470/2566833/pembangunan-infrastruktur-pakai-pendekatan-opor-apa-itu-0HAJeJMTYj.jpeg</image><title>Pembangunan infrastruktur pakai pendekatan OPOR (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan infrastruktur difokuskan pada pendekatan OPOR alias Operasi, Pemeliharaan, Optimalisasi, dan Rehabilitasi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) fokus pada OPOR dalam menyusun program pembangunan infrastruktur.
&quot;Pada Tahun 2022 ini Kementerian PUPR fokus melakukan pendekatan OPOR,&quot; ujar Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah, Rabu (24/3/2022).
BACA JUGA:Korsel Bangun Infrastruktur di IKN Nusantara, dari Jembatan hingga Rumah PNS

Lebih rinci, dia menjelaskan bahwa &quot;Operasi&quot; ditujukan untuk infrastruktur yang telah tuntas harus segera dioperasikan setelah lulus dari tahapan uji coba yang diperlukan, sedangkan &quot;Pemeliharaan&quot; bertujuan menjamin keberlangsungan fungsi infrastruktur agar tetap beroperasi sehingga kualitas layanan tidak terganggu.
&quot;Optimalisasi&quot;, yakni semua pembangunan infrastruktur yang sudah selesai harus dievaluasi, diinventarisasi, dan segera dimanfaatkan. Misalnya, rumah susun yang sudah jadi tapi belum dihuni harus segera dihuni.
BACA JUGA:Antisipasi Krisis Pangan, Menteri Basuki Bangun Infrastruktur Food Estate di Sumut

&quot;Rehabilitasi&quot; ditujukan untuk infrastruktur yang telah mencapai umur konstruksi tertentu atau infrastruktur terdampak bencana agar fungsinya dikembalikan seperti semula.
Dia mengatakan, pada Tahun 2022 Kementerian PUPR mendapat alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp100,6 triliun.Program pembangunan Kementerian PUPR masih difokuskan untuk pemulihan  ekonomi nasional dan mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur yang  sudah dibangun.
&quot;Menteri PUPR Bapak Basuki Hadimuljono mengatakan program pembangunan  infrastruktur TA 2022-2024 bertujuan agar pada Tahun 2024 semua  pembangunan infrastruktur yang sudah mulai dikerjakan harus sudah  selesai agar tidak meninggalkan isu adanya pembangunan yang mangkrak,&quot;  katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan infrastruktur difokuskan pada pendekatan OPOR alias Operasi, Pemeliharaan, Optimalisasi, dan Rehabilitasi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) fokus pada OPOR dalam menyusun program pembangunan infrastruktur.
&quot;Pada Tahun 2022 ini Kementerian PUPR fokus melakukan pendekatan OPOR,&quot; ujar Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah, Rabu (24/3/2022).
BACA JUGA:Korsel Bangun Infrastruktur di IKN Nusantara, dari Jembatan hingga Rumah PNS

Lebih rinci, dia menjelaskan bahwa &quot;Operasi&quot; ditujukan untuk infrastruktur yang telah tuntas harus segera dioperasikan setelah lulus dari tahapan uji coba yang diperlukan, sedangkan &quot;Pemeliharaan&quot; bertujuan menjamin keberlangsungan fungsi infrastruktur agar tetap beroperasi sehingga kualitas layanan tidak terganggu.
&quot;Optimalisasi&quot;, yakni semua pembangunan infrastruktur yang sudah selesai harus dievaluasi, diinventarisasi, dan segera dimanfaatkan. Misalnya, rumah susun yang sudah jadi tapi belum dihuni harus segera dihuni.
BACA JUGA:Antisipasi Krisis Pangan, Menteri Basuki Bangun Infrastruktur Food Estate di Sumut

&quot;Rehabilitasi&quot; ditujukan untuk infrastruktur yang telah mencapai umur konstruksi tertentu atau infrastruktur terdampak bencana agar fungsinya dikembalikan seperti semula.
Dia mengatakan, pada Tahun 2022 Kementerian PUPR mendapat alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp100,6 triliun.Program pembangunan Kementerian PUPR masih difokuskan untuk pemulihan  ekonomi nasional dan mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur yang  sudah dibangun.
&quot;Menteri PUPR Bapak Basuki Hadimuljono mengatakan program pembangunan  infrastruktur TA 2022-2024 bertujuan agar pada Tahun 2024 semua  pembangunan infrastruktur yang sudah mulai dikerjakan harus sudah  selesai agar tidak meninggalkan isu adanya pembangunan yang mangkrak,&quot;  katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
