<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Kaget Ya! Uang Beredar di Indonesia Tembus Rp7.672 Triliun</title><description>Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Februari 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/24/622/2567082/jangan-kaget-ya-uang-beredar-di-indonesia-tembus-rp7-672-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/24/622/2567082/jangan-kaget-ya-uang-beredar-di-indonesia-tembus-rp7-672-triliun"/><item><title>Jangan Kaget Ya! Uang Beredar di Indonesia Tembus Rp7.672 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/24/622/2567082/jangan-kaget-ya-uang-beredar-di-indonesia-tembus-rp7-672-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/24/622/2567082/jangan-kaget-ya-uang-beredar-di-indonesia-tembus-rp7-672-triliun</guid><pubDate>Kamis 24 Maret 2022 13:09 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/24/622/2567082/jangan-kaget-ya-uang-beredar-di-indonesia-tembus-rp7-672-triliun-20DCSqjjl7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Beredar di RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/24/622/2567082/jangan-kaget-ya-uang-beredar-di-indonesia-tembus-rp7-672-triliun-20DCSqjjl7.jpg</image><title>Uang Beredar di RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Februari 2022 tetap tumbuh positif.

&quot;Posisi M2 pada Februari 2022 tercatat sebesar Rp7.672,4 triliun atau tumbuh 12,5% (yoy), tetap kuat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Januari 2022 sebesar 12,8% (yoy),&quot; ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (24/3/2022).

Baca Juga: Uang Beredar di RI Tembus Rp7.643,4 Triliun, Naik 12%
&amp;nbsp;


Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit(M1) sebesar 18,3% (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,9% (yoy).

&quot;Perkembangan M2 pada Februari 2022 sejalan dengan berlanjutnya akselerasi penyaluran kredit di tengah perlambatan ekspansi keuangan pemerintah dan aktiva luar negeri bersih. Penyaluran kredit tumbuh sebesar 5,9% (yoy), meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 5,4% (yoy),&quot; kata Erwin.

Sementara itu, ekspansi keuangan pemerintah yang tercermin dari tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tumbuh sebesar 42,7% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan Januari 2022 sebesar 48,1% (yoy).

&quot;Di sisi lain, aktiva luar negeri bersih tumbuh 1,4% (yoy), melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh 1,8% (yoy),&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Februari 2022 tetap tumbuh positif.

&quot;Posisi M2 pada Februari 2022 tercatat sebesar Rp7.672,4 triliun atau tumbuh 12,5% (yoy), tetap kuat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Januari 2022 sebesar 12,8% (yoy),&quot; ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (24/3/2022).

Baca Juga: Uang Beredar di RI Tembus Rp7.643,4 Triliun, Naik 12%
&amp;nbsp;


Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit(M1) sebesar 18,3% (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,9% (yoy).

&quot;Perkembangan M2 pada Februari 2022 sejalan dengan berlanjutnya akselerasi penyaluran kredit di tengah perlambatan ekspansi keuangan pemerintah dan aktiva luar negeri bersih. Penyaluran kredit tumbuh sebesar 5,9% (yoy), meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 5,4% (yoy),&quot; kata Erwin.

Sementara itu, ekspansi keuangan pemerintah yang tercermin dari tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tumbuh sebesar 42,7% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan Januari 2022 sebesar 48,1% (yoy).

&quot;Di sisi lain, aktiva luar negeri bersih tumbuh 1,4% (yoy), melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh 1,8% (yoy),&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
