<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masih Beli Barang Impor, Jokowi: Sedih Saya</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) kesal lantaran impor terkait pengadaan barang dan jasa masih besar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/25/320/2567588/masih-beli-barang-impor-jokowi-sedih-saya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/25/320/2567588/masih-beli-barang-impor-jokowi-sedih-saya"/><item><title>Masih Beli Barang Impor, Jokowi: Sedih Saya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/25/320/2567588/masih-beli-barang-impor-jokowi-sedih-saya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/25/320/2567588/masih-beli-barang-impor-jokowi-sedih-saya</guid><pubDate>Jum'at 25 Maret 2022 10:11 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/25/320/2567588/masih-beli-barang-impor-jokowi-sedih-saya-Xn3nZsRq36.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi sedih pengadaan barang dan jasa masih impor (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/25/320/2567588/masih-beli-barang-impor-jokowi-sedih-saya-Xn3nZsRq36.jpg</image><title>Jokowi sedih pengadaan barang dan jasa masih impor (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kesal lantaran impor terkait pengadaan barang dan jasa masih besar. Padahal katanya, anggaran modal yang diberikan untuk pengadaan barang dan jasa cukup besar.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Menteri dan lembaga serta kepada kepala daerah tentang aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Bali, pada hari ini Jumat 25 Maret 2022.
BACA JUGA:RI Jadi Importir Minyak, Erick Thohir: Kita Bukan seperti Dulu Swasembada
&quot;Cek yang terjadi, sedih saya, belinya barang -barang impor semuanya padahal kita memiliki pengadaan barang dan jasa anggaran modal pusat itu Rp526 triliun, daerah pak gub, pak Bupati, pak Wali Rp535 triliun lebih gede daerah. Sekali lagi saya ulang pusat Rp526 triliun, daerah Rp535 triliun, BUMN jangan lupa saya detilkan lagi Rp420 triliun ini duit gede banget besar sekali,&quot; kata Jokowi.
Jokowi menegaskan bahwa jika anggaran tersebut digunakan untuk membeli barang dalam negeri maka akan mentriger pertumbuhan ekonomi Indonesia.
BACA JUGA:RI Dibanjiri Barang Impor, Menkop Teten: Kita Ganti dengan UMKM
&quot;Gausah cari kemana-mana tidak usah cari investor kita diem saja tapi kita konsisten membeli barang yang diproduksi oleh pabrik-pabrik kita, industri-industri kita, UMKM kita kok gak kita lakukan, bodoh sekali kita kok gak melakukan ini,&quot; tegasnya.&quot;Malah beli barang-barang impor mau kita terus-teruskan gak, gabisa.  Kalau kita beli impor bayangkan semuanya kita memberi pekerjaan kepada  negara lain, duit kita berarti capital out flow keluar. Pekerjaan ada  disana bukan disini coba kita belokan semuanya disini,&quot; imbuhnya.
Dengan membeli barang-barang dalam negeri, kata Jokowi, bisa membuka lebih dari 2 juta lapangan pekerjaan.
&quot;Kalau ini tidak dilakukan bodoh banget kita ini,&quot; katanya.
Jokowi pun sempat marah karena ucapannya disauti dengan tepuk tangan.  Karena menurutnya para menteri dan lembaga serta kepala daerah belum  mencapai target dalam pembelian produk-produk dalam negeri.
&quot;Jangan tepuk tangan karena kita belum melakukan, kalau nanti  melakukan dan itu Rp400 triliun lebih betul-betul semuanya mengerjakan  silahkan kita semuanya tepuk tangan. Kita hanya minta 40% dulu udah  targetnya gak banyak-banyak sampai nanti Mei,&quot; tegas Jokowi.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kesal lantaran impor terkait pengadaan barang dan jasa masih besar. Padahal katanya, anggaran modal yang diberikan untuk pengadaan barang dan jasa cukup besar.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Menteri dan lembaga serta kepada kepala daerah tentang aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Bali, pada hari ini Jumat 25 Maret 2022.
BACA JUGA:RI Jadi Importir Minyak, Erick Thohir: Kita Bukan seperti Dulu Swasembada
&quot;Cek yang terjadi, sedih saya, belinya barang -barang impor semuanya padahal kita memiliki pengadaan barang dan jasa anggaran modal pusat itu Rp526 triliun, daerah pak gub, pak Bupati, pak Wali Rp535 triliun lebih gede daerah. Sekali lagi saya ulang pusat Rp526 triliun, daerah Rp535 triliun, BUMN jangan lupa saya detilkan lagi Rp420 triliun ini duit gede banget besar sekali,&quot; kata Jokowi.
Jokowi menegaskan bahwa jika anggaran tersebut digunakan untuk membeli barang dalam negeri maka akan mentriger pertumbuhan ekonomi Indonesia.
BACA JUGA:RI Dibanjiri Barang Impor, Menkop Teten: Kita Ganti dengan UMKM
&quot;Gausah cari kemana-mana tidak usah cari investor kita diem saja tapi kita konsisten membeli barang yang diproduksi oleh pabrik-pabrik kita, industri-industri kita, UMKM kita kok gak kita lakukan, bodoh sekali kita kok gak melakukan ini,&quot; tegasnya.&quot;Malah beli barang-barang impor mau kita terus-teruskan gak, gabisa.  Kalau kita beli impor bayangkan semuanya kita memberi pekerjaan kepada  negara lain, duit kita berarti capital out flow keluar. Pekerjaan ada  disana bukan disini coba kita belokan semuanya disini,&quot; imbuhnya.
Dengan membeli barang-barang dalam negeri, kata Jokowi, bisa membuka lebih dari 2 juta lapangan pekerjaan.
&quot;Kalau ini tidak dilakukan bodoh banget kita ini,&quot; katanya.
Jokowi pun sempat marah karena ucapannya disauti dengan tepuk tangan.  Karena menurutnya para menteri dan lembaga serta kepala daerah belum  mencapai target dalam pembelian produk-produk dalam negeri.
&quot;Jangan tepuk tangan karena kita belum melakukan, kalau nanti  melakukan dan itu Rp400 triliun lebih betul-betul semuanya mengerjakan  silahkan kita semuanya tepuk tangan. Kita hanya minta 40% dulu udah  targetnya gak banyak-banyak sampai nanti Mei,&quot; tegas Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
