<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Ingatkan BPKH soal Investasi Dana Haji</title><description>Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin mendorong Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji dengan mewujudkan pengelolaan dana haji yang dapat membawa kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara secara berkelanjutan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/25/320/2568022/wapres-ingatkan-bpkh-soal-investasi-dana-haji</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/25/320/2568022/wapres-ingatkan-bpkh-soal-investasi-dana-haji"/><item><title>Wapres Ingatkan BPKH soal Investasi Dana Haji</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/25/320/2568022/wapres-ingatkan-bpkh-soal-investasi-dana-haji</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/25/320/2568022/wapres-ingatkan-bpkh-soal-investasi-dana-haji</guid><pubDate>Jum'at 25 Maret 2022 21:03 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/25/320/2568022/wapres-ingatkan-bpkh-soal-investasi-dana-haji-t7Y1XiGTyt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres ingatkan BPKH soal investasi dana haji. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/25/320/2568022/wapres-ingatkan-bpkh-soal-investasi-dana-haji-t7Y1XiGTyt.jpg</image><title>Wapres ingatkan BPKH soal investasi dana haji. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin mendorong Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji dengan mewujudkan pengelolaan dana haji yang dapat membawa kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara secara berkelanjutan.

&amp;ldquo;Pada kesempatan kali ini, saya ingin menekankan dua hal yang perlu menjadi perhatian BPKH. Pertama, BPKH perlu mengkaji secara mendalam dan memilih berbagai opsi instrumen investasi haji yang betul-betul memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji,&amp;rdquo; ungkap Wapres saat menjadi keynote speaker pada Global Islamic Investment Forum (GIIF) 2022, Jumat (25/3/2022).

Wapres mengatakan investasi pada sektor-sektor yang mendukung keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji yakni akomodasi, transportasi serta ready meal and services, harus dilakukan dengan mengedepankan tujuan utamanya yakni peningkatan layanan kepada jemaah haji Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Jadi Pemegang Saham Pengendali, BPKH Bisa Perkuat Portofolio Dana Haji di Bank Muamalat
Selain itu, Wapres minta agar BPKH juga perlu juga untuk menelaah penyesuaian-penyesuaian yang harus dilakukan dalam penyelenggaraan ibadah haji pascapandemi Covid-19, misalnya terkait layanan kesehatan, termasuk bila ada peluang investasi haji pada instrumen investasi di bidang tersebut.
&amp;ldquo;Kedua, saya minta BPKH untuk melakukan pengkajian mendalam terhadap berbagai alternatif investasi yang berkelanjutan, aman, mengedepankan prinsip lingkungan, sosial dan tata kelola, serta mendorong pengembangan keuangan sosial syariah (Islamic Social Finance),&amp;rdquo; ungkapnya.

Wapres melaporkan berdasarkan laporan diterimanya, saldo dana haji yang dikelola BPKH pada 2021 mencapai Rp158,8 triliun, meningkat 9,6% dibanding tahun 2020.

Hal ini juga diiringi dengan penambahan nilai manfaat, yang mencapai Rp10,55 triliun atau bertambah 41,9% dibanding tahun sebelumnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Klarifikasi Soal Dana Haji, Ustaz Adi Hidayat Sambangi BPKH
Oleh karena itum Wapres menegaskan bahwa mandat yang diemban BPKH layaknya manajer investasi atas dana haji yang dititipkan untuk dikelola.

&amp;ldquo;Maka BPKH harus menyusun strategi investasi dana haji untuk menunaikan amanah tersebut, agar dana yang dikelolanya dapat memberikan kemaslahatan yang berkelanjutan, baik bagi para jemaah haji maupun masyarakat secara luas,&amp;rdquo; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin mendorong Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji dengan mewujudkan pengelolaan dana haji yang dapat membawa kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara secara berkelanjutan.

&amp;ldquo;Pada kesempatan kali ini, saya ingin menekankan dua hal yang perlu menjadi perhatian BPKH. Pertama, BPKH perlu mengkaji secara mendalam dan memilih berbagai opsi instrumen investasi haji yang betul-betul memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji,&amp;rdquo; ungkap Wapres saat menjadi keynote speaker pada Global Islamic Investment Forum (GIIF) 2022, Jumat (25/3/2022).

Wapres mengatakan investasi pada sektor-sektor yang mendukung keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji yakni akomodasi, transportasi serta ready meal and services, harus dilakukan dengan mengedepankan tujuan utamanya yakni peningkatan layanan kepada jemaah haji Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Jadi Pemegang Saham Pengendali, BPKH Bisa Perkuat Portofolio Dana Haji di Bank Muamalat
Selain itu, Wapres minta agar BPKH juga perlu juga untuk menelaah penyesuaian-penyesuaian yang harus dilakukan dalam penyelenggaraan ibadah haji pascapandemi Covid-19, misalnya terkait layanan kesehatan, termasuk bila ada peluang investasi haji pada instrumen investasi di bidang tersebut.
&amp;ldquo;Kedua, saya minta BPKH untuk melakukan pengkajian mendalam terhadap berbagai alternatif investasi yang berkelanjutan, aman, mengedepankan prinsip lingkungan, sosial dan tata kelola, serta mendorong pengembangan keuangan sosial syariah (Islamic Social Finance),&amp;rdquo; ungkapnya.

Wapres melaporkan berdasarkan laporan diterimanya, saldo dana haji yang dikelola BPKH pada 2021 mencapai Rp158,8 triliun, meningkat 9,6% dibanding tahun 2020.

Hal ini juga diiringi dengan penambahan nilai manfaat, yang mencapai Rp10,55 triliun atau bertambah 41,9% dibanding tahun sebelumnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Klarifikasi Soal Dana Haji, Ustaz Adi Hidayat Sambangi BPKH
Oleh karena itum Wapres menegaskan bahwa mandat yang diemban BPKH layaknya manajer investasi atas dana haji yang dititipkan untuk dikelola.

&amp;ldquo;Maka BPKH harus menyusun strategi investasi dana haji untuk menunaikan amanah tersebut, agar dana yang dikelolanya dapat memberikan kemaslahatan yang berkelanjutan, baik bagi para jemaah haji maupun masyarakat secara luas,&amp;rdquo; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
