<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menparekraf Dorong 17 Subsektor Ekonomi Kreatif Masuk ke E-katalog LKPP</title><description>Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong 17 subsektor di ekonomi kreatif masuk dalam e-katalog milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/26/320/2568139/menparekraf-dorong-17-subsektor-ekonomi-kreatif-masuk-ke-e-katalog-lkpp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/26/320/2568139/menparekraf-dorong-17-subsektor-ekonomi-kreatif-masuk-ke-e-katalog-lkpp"/><item><title>Menparekraf Dorong 17 Subsektor Ekonomi Kreatif Masuk ke E-katalog LKPP</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/26/320/2568139/menparekraf-dorong-17-subsektor-ekonomi-kreatif-masuk-ke-e-katalog-lkpp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/26/320/2568139/menparekraf-dorong-17-subsektor-ekonomi-kreatif-masuk-ke-e-katalog-lkpp</guid><pubDate>Sabtu 26 Maret 2022 12:12 WIB</pubDate><dc:creator>Azhfar Muhammad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/26/320/2568139/menparekraf-dorong-17-subsektor-ekonomi-kreatif-masuk-ke-e-katalog-lkpp-8POrreGNt4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menparekraf Sandiaga Uno. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/26/320/2568139/menparekraf-dorong-17-subsektor-ekonomi-kreatif-masuk-ke-e-katalog-lkpp-8POrreGNt4.jpg</image><title>Menparekraf Sandiaga Uno. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong 17 subsektor di ekonomi kreatif masuk dalam e-katalog milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

Hal itu agar konsumsi produk dalam negeri buatan pelaku eknomi kreatif semakin meningkat pada segmen pengadaan pemerintah.

Sandiaga menjelaskan bahwa pembelian dan pemanfaatan PDN (produk dalam negeri) yang dilakukan melalui e-katalog dan toko daring berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 1,7 persen.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sandiaga: Investasi Baru Pariwisata Ciptakan 1,5 Juta Lapangan Kerja
&amp;ldquo;Kami juga menyampaikan kepada Bapak Presiden bahwa peran Kemenparekraf dalam program aksi afirmasi pembelian dan pemanfaatan produk dalam negeri dalam rangka Gerakan Bangga Buatan Indonesia telah dan akan terus mendorong dan memastikan para pelaku ekonomi kreatif, industri kreatif, UMKM kreatif yang bergabung untuk masuk di toko daring dan e-katalog LKPP. E-katalog LKPP ini sebagai satu-satunya platform digital pemerintah,&amp;rdquo; Ujar Menparekraf Sandiaga dalam keterangannya, Sabtu (26/3/2022).

Sandiaga mengatakan, dari 17 subsektor eknomi kreatif ada tiga subsektor ekraf yang menjadi penyumbang terbesar terhadap PDB nasional, yaitu kuliner, fashion, dan kriya.
&quot;Kuliner, fashion, dan kriya menjadi subsektor penyumbang terbesar untuk PDB kita dengan kisaran 75 persen. Ekraf sendiri menyumbang lebih dari Rp1.100 triliun terhadap PDB Indonesia di tahun 2020. Dari segi pelaku usaha, sektor ekonomi kreatif mencapai 8 juta pelaku usaha,&quot; jelasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Produk Digital dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf Muhammad Neil El Himam menambahkan, Kemenparekraf sendiri memiliki 17 subsektor ekonomi kreatif yang dalamnya terdapat bentuk barang dan jasa.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Wajah Baru Sarinah Jadi Pusat UMKM, Pengunjung: Lebih Cerah dan Terang
Untuk produk kreatif yang berbentuk barang seperti fashion, kuliner, dan kriya cenderung mudah untuk proses pengadaan dari pembelian hingga pencatatan/pelaporan.

&quot;Namun untuk yang bentuknya intangible product atau jasa seperti contohnya seni pertunjukan dan fotografi juga diharapkan bisa masuk e-katalog. Kami mohon dukungan dan kerja sama LKPP agar bidang jasa seperti misalnya fotografi ini bisa masuk e-katalog,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong 17 subsektor di ekonomi kreatif masuk dalam e-katalog milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

Hal itu agar konsumsi produk dalam negeri buatan pelaku eknomi kreatif semakin meningkat pada segmen pengadaan pemerintah.

Sandiaga menjelaskan bahwa pembelian dan pemanfaatan PDN (produk dalam negeri) yang dilakukan melalui e-katalog dan toko daring berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 1,7 persen.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sandiaga: Investasi Baru Pariwisata Ciptakan 1,5 Juta Lapangan Kerja
&amp;ldquo;Kami juga menyampaikan kepada Bapak Presiden bahwa peran Kemenparekraf dalam program aksi afirmasi pembelian dan pemanfaatan produk dalam negeri dalam rangka Gerakan Bangga Buatan Indonesia telah dan akan terus mendorong dan memastikan para pelaku ekonomi kreatif, industri kreatif, UMKM kreatif yang bergabung untuk masuk di toko daring dan e-katalog LKPP. E-katalog LKPP ini sebagai satu-satunya platform digital pemerintah,&amp;rdquo; Ujar Menparekraf Sandiaga dalam keterangannya, Sabtu (26/3/2022).

Sandiaga mengatakan, dari 17 subsektor eknomi kreatif ada tiga subsektor ekraf yang menjadi penyumbang terbesar terhadap PDB nasional, yaitu kuliner, fashion, dan kriya.
&quot;Kuliner, fashion, dan kriya menjadi subsektor penyumbang terbesar untuk PDB kita dengan kisaran 75 persen. Ekraf sendiri menyumbang lebih dari Rp1.100 triliun terhadap PDB Indonesia di tahun 2020. Dari segi pelaku usaha, sektor ekonomi kreatif mencapai 8 juta pelaku usaha,&quot; jelasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Produk Digital dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf Muhammad Neil El Himam menambahkan, Kemenparekraf sendiri memiliki 17 subsektor ekonomi kreatif yang dalamnya terdapat bentuk barang dan jasa.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Wajah Baru Sarinah Jadi Pusat UMKM, Pengunjung: Lebih Cerah dan Terang
Untuk produk kreatif yang berbentuk barang seperti fashion, kuliner, dan kriya cenderung mudah untuk proses pengadaan dari pembelian hingga pencatatan/pelaporan.

&quot;Namun untuk yang bentuknya intangible product atau jasa seperti contohnya seni pertunjukan dan fotografi juga diharapkan bisa masuk e-katalog. Kami mohon dukungan dan kerja sama LKPP agar bidang jasa seperti misalnya fotografi ini bisa masuk e-katalog,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
