<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hadapi Perubahan Iklim, Sri Mulyani Kembangkan Kerangka Fiskal</title><description>Pemerintah mengembangkan kerangka fiskal perubahan iklim atau climate change fiscal framework (CCFF).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/28/320/2569260/hadapi-perubahan-iklim-sri-mulyani-kembangkan-kerangka-fiskal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/28/320/2569260/hadapi-perubahan-iklim-sri-mulyani-kembangkan-kerangka-fiskal"/><item><title>Hadapi Perubahan Iklim, Sri Mulyani Kembangkan Kerangka Fiskal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/28/320/2569260/hadapi-perubahan-iklim-sri-mulyani-kembangkan-kerangka-fiskal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/28/320/2569260/hadapi-perubahan-iklim-sri-mulyani-kembangkan-kerangka-fiskal</guid><pubDate>Senin 28 Maret 2022 18:32 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/28/320/2569260/hadapi-perubahan-iklim-sri-mulyani-kembangkan-kerangka-fiskal-VkRBAJKg9R.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia susun kerangka fiskal hadapi perubahan iklim (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/28/320/2569260/hadapi-perubahan-iklim-sri-mulyani-kembangkan-kerangka-fiskal-VkRBAJKg9R.jpg</image><title>Indonesia susun kerangka fiskal hadapi perubahan iklim (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mengembangkan kerangka fiskal perubahan iklim atau climate change fiscal framework (CCFF). Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.
&amp;ldquo;Kami sekarang sedang mengembangkan kerangka fiskal perubahan iklim yang akan mengidentifikasi permintaan serta pasokan pendanaan untuk perubahan iklim,&amp;rdquo; katanya dalam acara Indonesia PPP Day di Jakarta, Senin (28/3/2022).
BACA JUGA:Jokowi Ingin Mobilisasi Pendanaan Atasi Perubahan Iklim

Hal ini sejalan dengan pemerintah yang mentransformasi perekonomian Indonesia melalui adopsi kebijakan yang selaras dengan konsep global tentang perubahan iklim.
Pengembangan CCFF turut sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mengurangi CO2 sehingga pemerintah memastikan ekonomi yang tumbuh harus berkontribusi mengurangi emisi karbon global
BACA JUGA:Anggaran Perubahan Iklim Rp102 Triliun, Menko Luhut: Kita Butuh Rp343 Triliun

Indonesia meratifikasi Perjanjian Paris atau Paris Agreement yang di dalamnya terdapat komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) pada 2016.
Untuk diketahui, berdasarkan dokumen NDC, Indonesia berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen melalui kemampuan sendiri dan 41 persen melalui dukungan internasional pada 2030.Sri Mulyani tak memungkiri akan dibutuhkan biaya yang sangat besar  untuk mengatasi perubahan iklim terutama di sektor energi dan  transportasi yang menyumbang 97 persen dari total emisi di Indonesia.
Namun pemerintah akan tetap mengatasi perubahan iklim melalui  Mekanisme Transisi Energi atau Energy Transition Mechanism (ETM)  termasuk menerapkan carbon pricing.
&amp;ldquo;Pemerintah juga menggunakan alat fiskal kami agar kami dapat  mengatasi isu perubahan iklim melalui insentif misalnya tax holiday, tax  allowance dan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai (PPN),&amp;rdquo; kata Sri  Mulyani.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mengembangkan kerangka fiskal perubahan iklim atau climate change fiscal framework (CCFF). Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.
&amp;ldquo;Kami sekarang sedang mengembangkan kerangka fiskal perubahan iklim yang akan mengidentifikasi permintaan serta pasokan pendanaan untuk perubahan iklim,&amp;rdquo; katanya dalam acara Indonesia PPP Day di Jakarta, Senin (28/3/2022).
BACA JUGA:Jokowi Ingin Mobilisasi Pendanaan Atasi Perubahan Iklim

Hal ini sejalan dengan pemerintah yang mentransformasi perekonomian Indonesia melalui adopsi kebijakan yang selaras dengan konsep global tentang perubahan iklim.
Pengembangan CCFF turut sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mengurangi CO2 sehingga pemerintah memastikan ekonomi yang tumbuh harus berkontribusi mengurangi emisi karbon global
BACA JUGA:Anggaran Perubahan Iklim Rp102 Triliun, Menko Luhut: Kita Butuh Rp343 Triliun

Indonesia meratifikasi Perjanjian Paris atau Paris Agreement yang di dalamnya terdapat komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) pada 2016.
Untuk diketahui, berdasarkan dokumen NDC, Indonesia berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen melalui kemampuan sendiri dan 41 persen melalui dukungan internasional pada 2030.Sri Mulyani tak memungkiri akan dibutuhkan biaya yang sangat besar  untuk mengatasi perubahan iklim terutama di sektor energi dan  transportasi yang menyumbang 97 persen dari total emisi di Indonesia.
Namun pemerintah akan tetap mengatasi perubahan iklim melalui  Mekanisme Transisi Energi atau Energy Transition Mechanism (ETM)  termasuk menerapkan carbon pricing.
&amp;ldquo;Pemerintah juga menggunakan alat fiskal kami agar kami dapat  mengatasi isu perubahan iklim melalui insentif misalnya tax holiday, tax  allowance dan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai (PPN),&amp;rdquo; kata Sri  Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
