<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penerimaan Pajak Tembus Rp199,4 Triliun di Februari 2022, Sri Mulyani Happy</title><description>Penerimaan pajak mencapai Rp199,44 triliun atau sebesar 15,8% dari target APBN hingga Februari 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/28/320/2569319/penerimaan-pajak-tembus-rp199-4-triliun-di-februari-2022-sri-mulyani-happy</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/28/320/2569319/penerimaan-pajak-tembus-rp199-4-triliun-di-februari-2022-sri-mulyani-happy"/><item><title>Penerimaan Pajak Tembus Rp199,4 Triliun di Februari 2022, Sri Mulyani Happy</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/28/320/2569319/penerimaan-pajak-tembus-rp199-4-triliun-di-februari-2022-sri-mulyani-happy</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/28/320/2569319/penerimaan-pajak-tembus-rp199-4-triliun-di-februari-2022-sri-mulyani-happy</guid><pubDate>Senin 28 Maret 2022 20:06 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/28/320/2569319/penerimaan-pajak-tembus-rp199-4-triliun-di-februari-2022-sri-mulyani-happy-4htlLURjSC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Realisasi penerimaan pajak (foto: shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/28/320/2569319/penerimaan-pajak-tembus-rp199-4-triliun-di-februari-2022-sri-mulyani-happy-4htlLURjSC.jpg</image><title>Realisasi penerimaan pajak (foto: shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Penerimaan pajak mencapai Rp199,44 triliun atau sebesar 15,8% dari target APBN hingga Februari 2022. Penerimaan pajak tumbuh sebesar 36,47%.
BACA JUGA:Kenapa Kita Harus Bayar Pajak? Simak Penjelasan dan Manfaatnya

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merinci, PPh non migas tercapai Rp110,2 triliun (17,4% target), PPN dan PPnBM tercapai Rp74,2 triliun (13,4% target), PBB dan pajak lainnya tercapai Rp1,5 triliun (5,1% target), dan PPh migas tercapai Rp13,5 triliun (28,6% target).
BACA JUGA:Siap-Siap! Harga Gas Bumi Bakal Naik, Kena Pajak 11% Mulai April 2022

&quot;Kinerja penerimaan pajak periode Januari-Februari 2022 ditopang oleh pemulihan ekonomi, yang terlihat dari baiknya PMI yang masih ekspansif, harga komoditas, dan ekspor impor,&quot; ungkap Sri dalam konferensi pers virtual APBN KITA edisi Maret 2022 di Jakarta, Senin(28/3/2022).
Namun, Sri mencatat bahwa pertumbuhan penerimaan yang sangat tinggi pada bulan Januari 2022 karena low-based effect mulai mengalami normalisasi pada bulan Februari.&quot;Perlu diwaspadai bahwa normalisasi ini akan berlanjut pada  bulan-bulan berikutnya karena basis penerimaan tahun 2021 terus  meningkat hingga ke akhir tahun mendekati level pra-pandemi,&quot; ujar Sri.
Pada saat yang sama, penerimaan pajak diharapkan akan melanjutkan  perbaikan sejalan dengan pemulihan ekonomi serta mengoptimalkan potensi  penerimaan dari kenaikan harga komoditas.
&quot;Penerimaan tahun 2022 dan selanjutnya juga akan didukung oleh  implementasi UU HPP yang mendorong peningkatan kepatuhan dan keadilan  serta perluasan basis penerimaan pajak yang lebih sustainable,&quot;  pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Penerimaan pajak mencapai Rp199,44 triliun atau sebesar 15,8% dari target APBN hingga Februari 2022. Penerimaan pajak tumbuh sebesar 36,47%.
BACA JUGA:Kenapa Kita Harus Bayar Pajak? Simak Penjelasan dan Manfaatnya

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merinci, PPh non migas tercapai Rp110,2 triliun (17,4% target), PPN dan PPnBM tercapai Rp74,2 triliun (13,4% target), PBB dan pajak lainnya tercapai Rp1,5 triliun (5,1% target), dan PPh migas tercapai Rp13,5 triliun (28,6% target).
BACA JUGA:Siap-Siap! Harga Gas Bumi Bakal Naik, Kena Pajak 11% Mulai April 2022

&quot;Kinerja penerimaan pajak periode Januari-Februari 2022 ditopang oleh pemulihan ekonomi, yang terlihat dari baiknya PMI yang masih ekspansif, harga komoditas, dan ekspor impor,&quot; ungkap Sri dalam konferensi pers virtual APBN KITA edisi Maret 2022 di Jakarta, Senin(28/3/2022).
Namun, Sri mencatat bahwa pertumbuhan penerimaan yang sangat tinggi pada bulan Januari 2022 karena low-based effect mulai mengalami normalisasi pada bulan Februari.&quot;Perlu diwaspadai bahwa normalisasi ini akan berlanjut pada  bulan-bulan berikutnya karena basis penerimaan tahun 2021 terus  meningkat hingga ke akhir tahun mendekati level pra-pandemi,&quot; ujar Sri.
Pada saat yang sama, penerimaan pajak diharapkan akan melanjutkan  perbaikan sejalan dengan pemulihan ekonomi serta mengoptimalkan potensi  penerimaan dari kenaikan harga komoditas.
&quot;Penerimaan tahun 2022 dan selanjutnya juga akan didukung oleh  implementasi UU HPP yang mendorong peningkatan kepatuhan dan keadilan  serta perluasan basis penerimaan pajak yang lebih sustainable,&quot;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
