<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Punya Daya Saing Tinggi, Ikan Hias Indonesia Diminati Pasar Internasional</title><description>Potensi ekspor ikan hias asli Indonesia memiliki daya saing tinggi dan tidak dimiliki oleh negara lain.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/28/455/2569179/punya-daya-saing-tinggi-ikan-hias-indonesia-diminati-pasar-internasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/28/455/2569179/punya-daya-saing-tinggi-ikan-hias-indonesia-diminati-pasar-internasional"/><item><title>Punya Daya Saing Tinggi, Ikan Hias Indonesia Diminati Pasar Internasional</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/28/455/2569179/punya-daya-saing-tinggi-ikan-hias-indonesia-diminati-pasar-internasional</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/28/455/2569179/punya-daya-saing-tinggi-ikan-hias-indonesia-diminati-pasar-internasional</guid><pubDate>Senin 28 Maret 2022 16:35 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/28/455/2569179/punya-daya-saing-tinggi-ikan-hias-indonesia-diminati-pasar-internasional-YKtXaLV3XI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ikan Hias RI (Foto: Okezone/Iseereds)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/28/455/2569179/punya-daya-saing-tinggi-ikan-hias-indonesia-diminati-pasar-internasional-YKtXaLV3XI.jpg</image><title>Ikan Hias RI (Foto: Okezone/Iseereds)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Potensi ekspor ikan hias asli Indonesia memiliki daya saing tinggi dan tidak dimiliki oleh negara lain. Ikan hias asli Indonesia khususnya Arwana, diminati pasar internasional seperti Asia, Amerika Serikat (AS), hingga Eropa.
&amp;ldquo;Potensi pasar kalau Arwana itu terbesar memang Asia ya. Tetapi Amerika juga ternyata banyak juga peminat. Kalau Eropa memang perlu diintroduksi mungkin. Meskipun sudah ada peminat kan ada yang belum berani beli,&amp;rdquo; kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Artati Widiarti, dikutip dari video Okezone, Senin (28/3/2022).
BACA JUGA:Ikan Hias Jadi Primadona, RI Lirik Turis Asing di Bali

Menurut data BPS, nilai ekspor arwana mengalami peningkatan dari USD7,05 juta pada 2017 menjadi USD 7,46 juta pada 2021 dengan pertumbuhan rata-rata 1,8%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMy8yOC80LzE0NjQyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain itu, ikan hias Arwana juga memiliki prospek cerah untuk dikembangkan serta memberikan multiplier effect dari industri pendukungnya.
BACA JUGA:10 Ikan Hias Termahal di Indonesia, Harga per Ekor Capai Rp26 Miliar

&amp;ldquo;Kegiatan bisnis Arwana ini dari ekspornya, budidaya di dalam negeri, belum dari bisnis ikutannya, kan luar biasa. Ke ekonomis sudah ada, tapi melihat demand yang sangat besar itu kan masih bisa ditingkatkan,&amp;rdquo; kata Artati.&amp;ldquo;Dan dari sisi kemampuan biologis kita juga sudah bisa menangani itu dengan baik. Jadi mengapa tidak? Jadi tetap ada keseimbangan menjaga ekologinya, tapi juga mendapatkan nilai ekonominya,&amp;rdquo; lanjutnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Potensi ekspor ikan hias asli Indonesia memiliki daya saing tinggi dan tidak dimiliki oleh negara lain. Ikan hias asli Indonesia khususnya Arwana, diminati pasar internasional seperti Asia, Amerika Serikat (AS), hingga Eropa.
&amp;ldquo;Potensi pasar kalau Arwana itu terbesar memang Asia ya. Tetapi Amerika juga ternyata banyak juga peminat. Kalau Eropa memang perlu diintroduksi mungkin. Meskipun sudah ada peminat kan ada yang belum berani beli,&amp;rdquo; kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Artati Widiarti, dikutip dari video Okezone, Senin (28/3/2022).
BACA JUGA:Ikan Hias Jadi Primadona, RI Lirik Turis Asing di Bali

Menurut data BPS, nilai ekspor arwana mengalami peningkatan dari USD7,05 juta pada 2017 menjadi USD 7,46 juta pada 2021 dengan pertumbuhan rata-rata 1,8%.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8wMy8yOC80LzE0NjQyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain itu, ikan hias Arwana juga memiliki prospek cerah untuk dikembangkan serta memberikan multiplier effect dari industri pendukungnya.
BACA JUGA:10 Ikan Hias Termahal di Indonesia, Harga per Ekor Capai Rp26 Miliar

&amp;ldquo;Kegiatan bisnis Arwana ini dari ekspornya, budidaya di dalam negeri, belum dari bisnis ikutannya, kan luar biasa. Ke ekonomis sudah ada, tapi melihat demand yang sangat besar itu kan masih bisa ditingkatkan,&amp;rdquo; kata Artati.&amp;ldquo;Dan dari sisi kemampuan biologis kita juga sudah bisa menangani itu dengan baik. Jadi mengapa tidak? Jadi tetap ada keseimbangan menjaga ekologinya, tapi juga mendapatkan nilai ekonominya,&amp;rdquo; lanjutnya.</content:encoded></item></channel></rss>
