<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPK Ungkap Pentingnya Penerapan GRC Kawal Keuangan Negara</title><description>Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membeberkan pentingnya penerapan Governance, Risk and Compliance (GRC) dalam kehidupan bernegara, termasuk dalam mengelola keuangan negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/29/320/2569780/bpk-ungkap-pentingnya-penerapan-grc-kawal-keuangan-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/29/320/2569780/bpk-ungkap-pentingnya-penerapan-grc-kawal-keuangan-negara"/><item><title>BPK Ungkap Pentingnya Penerapan GRC Kawal Keuangan Negara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/29/320/2569780/bpk-ungkap-pentingnya-penerapan-grc-kawal-keuangan-negara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/29/320/2569780/bpk-ungkap-pentingnya-penerapan-grc-kawal-keuangan-negara</guid><pubDate>Selasa 29 Maret 2022 15:49 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/29/320/2569780/bpk-ungkap-pentingnya-penerapan-grc-kawal-keuangan-negara-c9bi2MSWjz.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">BPK ungkap pentingnya penerapan GRC kawal keuangan negara. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/29/320/2569780/bpk-ungkap-pentingnya-penerapan-grc-kawal-keuangan-negara-c9bi2MSWjz.jpeg</image><title>BPK ungkap pentingnya penerapan GRC kawal keuangan negara. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membeberkan pentingnya penerapan Governance, Risk and Compliance (GRC) dalam kehidupan bernegara, termasuk dalam mengelola keuangan negara.

Kepala Direktorat Utama Perencanaan Evaluasi dan Pengembangan BPK Bernardus Dwita Pradana mengatakan, penerapan GRC yang baik akan menghasilkan kinerja pemeriksaan keuangan yang berdampak pada kemakmuran rakyat.

&quot;Peran dan inisiatif BPK dalam menerapkan GRC untuk mengawal keuangan negara sudah disusun dalam Rencana Strategis (renstra) tahun 2020-2024,&quot; ujar Dwita dalam konferensi Indonesian Governance, Risk and Compliance (IGRC), Selasa (29/3/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Tok! Rapat Paripurna DPR Setujui Isma Yatun dan Haerul Saleh Jadi Anggota BPK
Dwita melanjutkan, renstra tersebut dilakukan melibatkan kolaborasi dan kerjasama pada semua tingkatan dan lini pelaksanaan BPK yang dipadukan melalui sistem manajemen kinerja, manajemen risiko, manajemen kepatuhan, manajemen perubahan dan manajemen pengetahuan untuk memastikan kualitas dari proses pemeriksaan BPK.
BACA JUGA:IGRC Ungkap Keuntungan Terapkan GRC pada Sektor Non Jasa Keuangan
Selain itu, BPK juga menerapkan strategi foresight untuk menyusun kajian mengenai kondisi, peluang, tantangan dan risiko yang mungkin terjadi di masa dan pascapandemi. Kajian tersebut nantinya diambil sebagai dasar penentuan kebijakan ke depannya.

Adapun, BPK sendiri pada 2021 sudah menghasilkan 623 hasil pemeriksaan keuangan, 39 hasil pemeriksaan kinerja dan 20 hasil pemeriksaan laporan Dengan Tujuan Tertentu (DTT).</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membeberkan pentingnya penerapan Governance, Risk and Compliance (GRC) dalam kehidupan bernegara, termasuk dalam mengelola keuangan negara.

Kepala Direktorat Utama Perencanaan Evaluasi dan Pengembangan BPK Bernardus Dwita Pradana mengatakan, penerapan GRC yang baik akan menghasilkan kinerja pemeriksaan keuangan yang berdampak pada kemakmuran rakyat.

&quot;Peran dan inisiatif BPK dalam menerapkan GRC untuk mengawal keuangan negara sudah disusun dalam Rencana Strategis (renstra) tahun 2020-2024,&quot; ujar Dwita dalam konferensi Indonesian Governance, Risk and Compliance (IGRC), Selasa (29/3/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Tok! Rapat Paripurna DPR Setujui Isma Yatun dan Haerul Saleh Jadi Anggota BPK
Dwita melanjutkan, renstra tersebut dilakukan melibatkan kolaborasi dan kerjasama pada semua tingkatan dan lini pelaksanaan BPK yang dipadukan melalui sistem manajemen kinerja, manajemen risiko, manajemen kepatuhan, manajemen perubahan dan manajemen pengetahuan untuk memastikan kualitas dari proses pemeriksaan BPK.
BACA JUGA:IGRC Ungkap Keuntungan Terapkan GRC pada Sektor Non Jasa Keuangan
Selain itu, BPK juga menerapkan strategi foresight untuk menyusun kajian mengenai kondisi, peluang, tantangan dan risiko yang mungkin terjadi di masa dan pascapandemi. Kajian tersebut nantinya diambil sebagai dasar penentuan kebijakan ke depannya.

Adapun, BPK sendiri pada 2021 sudah menghasilkan 623 hasil pemeriksaan keuangan, 39 hasil pemeriksaan kinerja dan 20 hasil pemeriksaan laporan Dengan Tujuan Tertentu (DTT).</content:encoded></item></channel></rss>
