<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenkeu: Penyerapan APBN Biasanya Meningkat di Akhir Tahun</title><description>Penyerapan APBN biasanya meningkat menjelang akhir tahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/29/320/2569810/kemenkeu-penyerapan-apbn-biasanya-meningkat-di-akhir-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/29/320/2569810/kemenkeu-penyerapan-apbn-biasanya-meningkat-di-akhir-tahun"/><item><title>Kemenkeu: Penyerapan APBN Biasanya Meningkat di Akhir Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/29/320/2569810/kemenkeu-penyerapan-apbn-biasanya-meningkat-di-akhir-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/29/320/2569810/kemenkeu-penyerapan-apbn-biasanya-meningkat-di-akhir-tahun</guid><pubDate>Selasa 29 Maret 2022 16:26 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/29/320/2569810/kemenkeu-penyerapan-apbn-biasanya-meningkat-di-akhir-tahun-5cJcmSgowd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penyerapan APBN mayoritas di akhir tahun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/29/320/2569810/kemenkeu-penyerapan-apbn-biasanya-meningkat-di-akhir-tahun-5cJcmSgowd.jpg</image><title>Penyerapan APBN mayoritas di akhir tahun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Penyerapan APBN biasanya meningkat menjelang akhir tahun. Kementerian Keuangan pun mengingatkan agar kebiasaan mengebut penyerapan anggaran di akhir tahun karena dinilai tidak efisien dan menimbulkan berbagai risiko.
&quot;Dalam lima tahun terakhir secara nasional kebiasaan yang ditemui pada triwulan III dan IV penyerapan anggaran mencapai 35 persen, apalagi pada Desember hanya efektif 15 hari kerja sehingga perlu menjadi perhatian semua,&quot; kata Direktur Pelaksana Anggaran Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Tri Budhianto, Selasa (29/3/2022).
BACA JUGA:Jaga Kesehatan APBN, Sri Mulyani: Uang Kita Lindungi Seluruh Masyarakat Indonesia

Dia menyampaikan hal itu pada rapat koordinasi pelaksanaan anggaran 2022 dengan tema Akselerasi Belanja Kementerian Negara/Lembaga Guna Pemulihan Ekonomi.
Tri menyampaikan APBN merupakan salah satu komponen paling penting dalam pemulihan ekonomi terutama setelah pandemi COVID-19.
BACA JUGA:Banyak Duit Masuk Kantong Negara, APBN Surplus Rp19,7 Triliun

&quot;Oleh sebab itu perlu dipastikan APBN efektif perannya dalam membangkitkan kembali perekonomian,&quot; ujarnya.
Karena itu kecepatan dalam merealisasikan penyerapan anggaran menjadi penting agar mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kontraksi.
Menurut dia, saat penyerapan anggaran dikebut di akhir tahun maka sejumlah risiko akan mengintai.
&quot;Pertama sudah pasti manfaat yang harusnya dirasakan masyarakat jadi tidak bisa diterima,&quot; katanyaContohnya, jika membangun jembatan harusnya dinikmati masyarakat di  tahun berjalan, tapi kalau dibangun akhir tahun maka warga tak bisa  merasakan pembangunan yang seharusnya sudah sejak awal.
Kedua dari sisi tata kelola semua yang muncul di akhir tahun biasanya menjadi pertanyaan besar.
&quot;Kalau saya bagian pengawasan yang saya cari kegiatan akhir tahun  karena otomatis saat dilaksanakan terjadi tarik ulur antara kecepatan  dengan ketelitian,&quot; ujarnya. Dirinya menemukan kebiasaan kegiatan di  akhir tahun cenderung terburu-buru agar bisa dibayarkan dan mengurangi  ketelitian.
&quot;Para pengelola keuangan mari jujur kepada diri sendiri, berapa  banyak setelah tahun anggaran lewat kembali memeriksa seluruh  dokumennya,&quot; katanya.
Tidak hanya itu pengerjaan kegiatan di akhir tahun akan menimbulkan  potensi pekerjaan tersebut tidak bisa diselesaikan di akhir tahun karena  keterbatasan waktu sehingga menimbulkan tunggakan.
&quot;Kalau menimbulkan tunggakan artinya harus mengalokasikan di tahun  berikutnya sehingga mengorbankan sebagian kegiatan lain di tahun  tersebut untuk bayar tunggakan,&quot; ujarnya.
Oleh sebab itu ia menekankan untuk tidak menyelesaikan kegiatan pada akhir tahun dengan menyiapkan perencanaan yang matang.</description><content:encoded>JAKARTA - Penyerapan APBN biasanya meningkat menjelang akhir tahun. Kementerian Keuangan pun mengingatkan agar kebiasaan mengebut penyerapan anggaran di akhir tahun karena dinilai tidak efisien dan menimbulkan berbagai risiko.
&quot;Dalam lima tahun terakhir secara nasional kebiasaan yang ditemui pada triwulan III dan IV penyerapan anggaran mencapai 35 persen, apalagi pada Desember hanya efektif 15 hari kerja sehingga perlu menjadi perhatian semua,&quot; kata Direktur Pelaksana Anggaran Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Tri Budhianto, Selasa (29/3/2022).
BACA JUGA:Jaga Kesehatan APBN, Sri Mulyani: Uang Kita Lindungi Seluruh Masyarakat Indonesia

Dia menyampaikan hal itu pada rapat koordinasi pelaksanaan anggaran 2022 dengan tema Akselerasi Belanja Kementerian Negara/Lembaga Guna Pemulihan Ekonomi.
Tri menyampaikan APBN merupakan salah satu komponen paling penting dalam pemulihan ekonomi terutama setelah pandemi COVID-19.
BACA JUGA:Banyak Duit Masuk Kantong Negara, APBN Surplus Rp19,7 Triliun

&quot;Oleh sebab itu perlu dipastikan APBN efektif perannya dalam membangkitkan kembali perekonomian,&quot; ujarnya.
Karena itu kecepatan dalam merealisasikan penyerapan anggaran menjadi penting agar mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kontraksi.
Menurut dia, saat penyerapan anggaran dikebut di akhir tahun maka sejumlah risiko akan mengintai.
&quot;Pertama sudah pasti manfaat yang harusnya dirasakan masyarakat jadi tidak bisa diterima,&quot; katanyaContohnya, jika membangun jembatan harusnya dinikmati masyarakat di  tahun berjalan, tapi kalau dibangun akhir tahun maka warga tak bisa  merasakan pembangunan yang seharusnya sudah sejak awal.
Kedua dari sisi tata kelola semua yang muncul di akhir tahun biasanya menjadi pertanyaan besar.
&quot;Kalau saya bagian pengawasan yang saya cari kegiatan akhir tahun  karena otomatis saat dilaksanakan terjadi tarik ulur antara kecepatan  dengan ketelitian,&quot; ujarnya. Dirinya menemukan kebiasaan kegiatan di  akhir tahun cenderung terburu-buru agar bisa dibayarkan dan mengurangi  ketelitian.
&quot;Para pengelola keuangan mari jujur kepada diri sendiri, berapa  banyak setelah tahun anggaran lewat kembali memeriksa seluruh  dokumennya,&quot; katanya.
Tidak hanya itu pengerjaan kegiatan di akhir tahun akan menimbulkan  potensi pekerjaan tersebut tidak bisa diselesaikan di akhir tahun karena  keterbatasan waktu sehingga menimbulkan tunggakan.
&quot;Kalau menimbulkan tunggakan artinya harus mengalokasikan di tahun  berikutnya sehingga mengorbankan sebagian kegiatan lain di tahun  tersebut untuk bayar tunggakan,&quot; ujarnya.
Oleh sebab itu ia menekankan untuk tidak menyelesaikan kegiatan pada akhir tahun dengan menyiapkan perencanaan yang matang.</content:encoded></item></channel></rss>
