<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Sudah Lewati Masa Krisis</title><description>Bank Dunia mengatakan pandemi menyebabkan krisis kesehatan, ekonomi, dan sosial di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/29/320/2569913/bank-dunia-ekonomi-indonesia-sudah-lewati-masa-krisis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/29/320/2569913/bank-dunia-ekonomi-indonesia-sudah-lewati-masa-krisis"/><item><title>Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Sudah Lewati Masa Krisis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/29/320/2569913/bank-dunia-ekonomi-indonesia-sudah-lewati-masa-krisis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/29/320/2569913/bank-dunia-ekonomi-indonesia-sudah-lewati-masa-krisis</guid><pubDate>Selasa 29 Maret 2022 19:01 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/29/320/2569913/bank-dunia-ekonomi-indonesia-sudah-lewati-masa-krisis-gRv1w9oVT6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Dunia sebut Indonesia sudah lewati masa krisis (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/29/320/2569913/bank-dunia-ekonomi-indonesia-sudah-lewati-masa-krisis-gRv1w9oVT6.jpg</image><title>Bank Dunia sebut Indonesia sudah lewati masa krisis (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Bank Dunia mengatakan pandemi menyebabkan krisis kesehatan, ekonomi, dan sosial di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Untuk itu Bank Dunia mendukung upaya Pemerintah Indonesia untuk memulihkan ekonomi dari dampak pandemi COVID-19 sekaligus mengatasi masalah perubahan iklim.
&quot;Perekonomian Indonesia telah melewati krisis lebih baik daripada banyak perekonomian lain di dunia, berkat pengelolaan ekonomi makro Indonesia yang bijaksana. Sekarang fokusnya bergeser ke mendukung pemulihan ekonomi dan mengatasi perubahan iklim. Perubahan iklim adalah tantangan yang menentukan zaman kita pada tahun 2030,&quot; ujar Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu K&amp;auml;hk&amp;ouml;nen, Selasa (29/3/2022).
BACA JUGA:Bank Dunia Gelontorkan Pinjaman dan Hibah Rp10,3 Triliun untuk Ukraina

Indonesia memiliki tujuan untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 26% dengan usaha sendiri dan sebesar 41% jika mendapat dukungan internasional pada tahun 2030. Indonesia juga berupaya untuk mencapai emisi nol bersih pada 2060 atau lebih cepat dan sedang mempersiapkan transisi sektor energi.
Seperti di tempat lain di dunia, lanjut Satu, transisi Indonesia menuju rendah karbon akan bergantung pada keterlibatan aktif sektor swasta. Pemerintah di Indonesia atau di negara lain tidak dapat melakukan transisi dengan sukses apabila mengerjakannya sendiri.
BACA JUGA:Terungkap Fakta! Bank Dunia Akui Upah Pekerja Pria Lebih Besar dari Wanita

&quot;Dibutuhkan upaya semua orang, pemerintah, hingga sektor swasta, hingga masyarakat sipil dan mitra pembangunan. Saya senang mengakui upaya pemerintah untuk meningkatkan kebijakan dan proses institusi untuk memfasilitasi kemitraan publik-swasta dan investasi swasta,&quot; kata Satu.
Satu menyampaikan antara 2016 dan 2021 ada beberapa peningkatan penting dalam investasi swasta di Indonesia, dengan 23 pendekatan dalam bentuk kemitraan publik-swasta, dengan nilai hampir mencapai USD13,25 miliar .Indonesia sendiri juga telah menerbitkan sukuk hijau pertama di dunia  di bawah obligasi hijau dan kerangka sukuk hijau. Meski demikian, Satu  menilai masih banyak lagi yang harus dilakukan oleh pemerintah  Indonesia. Menurutnya, reformasi diperlukan untuk menyelaraskan rezim  regulasi untuk mempercepat pembangunan cerdas iklim.
Indonesia pun berencana untuk mengarusutamakan standar lingkungan,  sosial dan tata kelola dalam infrastruktur dan menciptakan insentif  untuk pembangunan bersih dan transisi energi yang berkelanjutan.
&quot;Ini sangat baik. Ke depan, penting juga untuk meningkatkan investasi  swasta dan internasional melalui mekanisme pembiayaan yang inovatif dan  lunak untuk mengembangkan infrastruktur hijau dan untuk mengelola  risiko fiskal dalam masa transisi,&quot; ujar Satu.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Dunia mengatakan pandemi menyebabkan krisis kesehatan, ekonomi, dan sosial di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Untuk itu Bank Dunia mendukung upaya Pemerintah Indonesia untuk memulihkan ekonomi dari dampak pandemi COVID-19 sekaligus mengatasi masalah perubahan iklim.
&quot;Perekonomian Indonesia telah melewati krisis lebih baik daripada banyak perekonomian lain di dunia, berkat pengelolaan ekonomi makro Indonesia yang bijaksana. Sekarang fokusnya bergeser ke mendukung pemulihan ekonomi dan mengatasi perubahan iklim. Perubahan iklim adalah tantangan yang menentukan zaman kita pada tahun 2030,&quot; ujar Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu K&amp;auml;hk&amp;ouml;nen, Selasa (29/3/2022).
BACA JUGA:Bank Dunia Gelontorkan Pinjaman dan Hibah Rp10,3 Triliun untuk Ukraina

Indonesia memiliki tujuan untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 26% dengan usaha sendiri dan sebesar 41% jika mendapat dukungan internasional pada tahun 2030. Indonesia juga berupaya untuk mencapai emisi nol bersih pada 2060 atau lebih cepat dan sedang mempersiapkan transisi sektor energi.
Seperti di tempat lain di dunia, lanjut Satu, transisi Indonesia menuju rendah karbon akan bergantung pada keterlibatan aktif sektor swasta. Pemerintah di Indonesia atau di negara lain tidak dapat melakukan transisi dengan sukses apabila mengerjakannya sendiri.
BACA JUGA:Terungkap Fakta! Bank Dunia Akui Upah Pekerja Pria Lebih Besar dari Wanita

&quot;Dibutuhkan upaya semua orang, pemerintah, hingga sektor swasta, hingga masyarakat sipil dan mitra pembangunan. Saya senang mengakui upaya pemerintah untuk meningkatkan kebijakan dan proses institusi untuk memfasilitasi kemitraan publik-swasta dan investasi swasta,&quot; kata Satu.
Satu menyampaikan antara 2016 dan 2021 ada beberapa peningkatan penting dalam investasi swasta di Indonesia, dengan 23 pendekatan dalam bentuk kemitraan publik-swasta, dengan nilai hampir mencapai USD13,25 miliar .Indonesia sendiri juga telah menerbitkan sukuk hijau pertama di dunia  di bawah obligasi hijau dan kerangka sukuk hijau. Meski demikian, Satu  menilai masih banyak lagi yang harus dilakukan oleh pemerintah  Indonesia. Menurutnya, reformasi diperlukan untuk menyelaraskan rezim  regulasi untuk mempercepat pembangunan cerdas iklim.
Indonesia pun berencana untuk mengarusutamakan standar lingkungan,  sosial dan tata kelola dalam infrastruktur dan menciptakan insentif  untuk pembangunan bersih dan transisi energi yang berkelanjutan.
&quot;Ini sangat baik. Ke depan, penting juga untuk meningkatkan investasi  swasta dan internasional melalui mekanisme pembiayaan yang inovatif dan  lunak untuk mengembangkan infrastruktur hijau dan untuk mengelola  risiko fiskal dalam masa transisi,&quot; ujar Satu.</content:encoded></item></channel></rss>
