<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IKN Nusantara demi Wujudkan Indonesia Jadi Negara Maju</title><description>Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) merupakan usaha pemerintah dalam mewujudkan Visi Indonesia 2045.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/29/470/2569997/ikn-nusantara-demi-wujudkan-indonesia-jadi-negara-maju</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/29/470/2569997/ikn-nusantara-demi-wujudkan-indonesia-jadi-negara-maju"/><item><title>IKN Nusantara demi Wujudkan Indonesia Jadi Negara Maju</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/29/470/2569997/ikn-nusantara-demi-wujudkan-indonesia-jadi-negara-maju</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/29/470/2569997/ikn-nusantara-demi-wujudkan-indonesia-jadi-negara-maju</guid><pubDate>Selasa 29 Maret 2022 21:38 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/29/470/2569997/ikn-nusantara-demi-wujudkan-indonesia-jadi-negara-maju-IBZzYyiEaq.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pemindahan ibu kota demi wujudkan Indonesia negara maju (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/29/470/2569997/ikn-nusantara-demi-wujudkan-indonesia-jadi-negara-maju-IBZzYyiEaq.jpeg</image><title>Pemindahan ibu kota demi wujudkan Indonesia negara maju (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) merupakan usaha pemerintah dalam mewujudkan Visi Indonesia 2045.
&amp;ldquo;Untuk menjadi negara besar, harus dilakukan dengan upaya yang luar biasa karena tidak mungkin kita membangun biasa-biasa saja, lalu di 2045 tiba-tiba menjadi negara maju,&amp;rdquo; kata Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy S. Prawiradinata, Selasa (29/3/2022).
BACA JUGA:Menteri PUPR Siap Bangun IKN, Sri Mulyani Singgung soal Anggaran

Menurutnya, pemindahan IKN dipilih dengan tiga alasan. Pertama, memastikan pembangunan lebih Indonesia-sentris. Kedua, mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim. Ketiga, menyeimbangkan pembangunan dari barat hingga timur Indonesia.
Dibangunnya IKN di Kalimantan Timur akan meningkatkan kontribusi ekonomi di wilayah timur Indonesia. Dalam 30-40 tahun terakhir, kontribusi terhadap pembangunan Indonesia didominasi wilayah barat, sekitar 50% lebih di Jawa, dan sekitar 25% di Sumatra. Kontribusi wilayah timur hanya 15%, meski potensi ekonominya begitu besar.
BACA JUGA:Saran Muhammadiyah: Peserta dan Waktu Buka Puasa Bersama dan Itikaf Sebaiknya Dibatasi

&amp;ldquo;Dalam Visi Indonesia 2045, kontribusi wilayah timur menjadi 25%. Kita ciptakan IKN dengan wilayah sekitarnya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kita siapkan enam kluster ekonomi dan dua kluster pendukung,&amp;rdquo; kata Deputi Rudy.
Pembangunan IKN juga meliputi pembangunan sumber daya manusia, menanamkan mindset cara bekerja baru dan optimisme akan inovasi. &amp;ldquo;Pindah ibu kota bukan semata pindah kota, pindah gedung, namun kita mengubah cara bekerja kita, mengubah mindset kita. Kalau bicara smart city, harus smart people juga,&amp;rdquo; kata Deputi Rudy.Salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan IKN adalah pendanaan.  Pemerintah berkomitmen untuk menggunakan APBN seminimal mungkin, yang  akan dialokasikan untuk infrastruktur dasar. Dengan demikian, peran  swasta akan dimaksimalkan, dipilih berdasarkan kajian yang tepat. Deputi  Rudy mencontohkan, salah satu bentuk kerja sama potensial dengan swasta  adalah pembangunan jalan tol.
Kementerian/lembaga harus terus berkoordinasi untuk memastikan  keberhasilan pembangunan IKN, utamanya dengan menyiapkan peraturan  pelaksanaan UU IKN.
&amp;ldquo;Dalam UU IKN pun, ada banyak aturan yang memfasilitasi pembangunan  dengan tidak biasa-biasa saja. Nantinya, dalam peraturan pemerintah dan  peraturan presiden, akan didetailkan, skema disiapkan agar Otorita Ibu  Kota Nusantara bisa bekerja secara agile, tetapi tetap sesuai koridor  hukum yang baik,&amp;rdquo; pungkas Deputi Rudy.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) merupakan usaha pemerintah dalam mewujudkan Visi Indonesia 2045.
&amp;ldquo;Untuk menjadi negara besar, harus dilakukan dengan upaya yang luar biasa karena tidak mungkin kita membangun biasa-biasa saja, lalu di 2045 tiba-tiba menjadi negara maju,&amp;rdquo; kata Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy S. Prawiradinata, Selasa (29/3/2022).
BACA JUGA:Menteri PUPR Siap Bangun IKN, Sri Mulyani Singgung soal Anggaran

Menurutnya, pemindahan IKN dipilih dengan tiga alasan. Pertama, memastikan pembangunan lebih Indonesia-sentris. Kedua, mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim. Ketiga, menyeimbangkan pembangunan dari barat hingga timur Indonesia.
Dibangunnya IKN di Kalimantan Timur akan meningkatkan kontribusi ekonomi di wilayah timur Indonesia. Dalam 30-40 tahun terakhir, kontribusi terhadap pembangunan Indonesia didominasi wilayah barat, sekitar 50% lebih di Jawa, dan sekitar 25% di Sumatra. Kontribusi wilayah timur hanya 15%, meski potensi ekonominya begitu besar.
BACA JUGA:Saran Muhammadiyah: Peserta dan Waktu Buka Puasa Bersama dan Itikaf Sebaiknya Dibatasi

&amp;ldquo;Dalam Visi Indonesia 2045, kontribusi wilayah timur menjadi 25%. Kita ciptakan IKN dengan wilayah sekitarnya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kita siapkan enam kluster ekonomi dan dua kluster pendukung,&amp;rdquo; kata Deputi Rudy.
Pembangunan IKN juga meliputi pembangunan sumber daya manusia, menanamkan mindset cara bekerja baru dan optimisme akan inovasi. &amp;ldquo;Pindah ibu kota bukan semata pindah kota, pindah gedung, namun kita mengubah cara bekerja kita, mengubah mindset kita. Kalau bicara smart city, harus smart people juga,&amp;rdquo; kata Deputi Rudy.Salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan IKN adalah pendanaan.  Pemerintah berkomitmen untuk menggunakan APBN seminimal mungkin, yang  akan dialokasikan untuk infrastruktur dasar. Dengan demikian, peran  swasta akan dimaksimalkan, dipilih berdasarkan kajian yang tepat. Deputi  Rudy mencontohkan, salah satu bentuk kerja sama potensial dengan swasta  adalah pembangunan jalan tol.
Kementerian/lembaga harus terus berkoordinasi untuk memastikan  keberhasilan pembangunan IKN, utamanya dengan menyiapkan peraturan  pelaksanaan UU IKN.
&amp;ldquo;Dalam UU IKN pun, ada banyak aturan yang memfasilitasi pembangunan  dengan tidak biasa-biasa saja. Nantinya, dalam peraturan pemerintah dan  peraturan presiden, akan didetailkan, skema disiapkan agar Otorita Ibu  Kota Nusantara bisa bekerja secara agile, tetapi tetap sesuai koridor  hukum yang baik,&amp;rdquo; pungkas Deputi Rudy.</content:encoded></item></channel></rss>
