<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen Rp14,2 Triliun Resmi Dimulai</title><description>Pembangunan jalan tol Yogyakarta-Bawen senilai Rp14,2 triliun resmi dimulai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/30/320/2570344/pembangunan-tol-yogyakarta-bawen-rp14-2-triliun-resmi-dimulai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/30/320/2570344/pembangunan-tol-yogyakarta-bawen-rp14-2-triliun-resmi-dimulai"/><item><title>Pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen Rp14,2 Triliun Resmi Dimulai</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/30/320/2570344/pembangunan-tol-yogyakarta-bawen-rp14-2-triliun-resmi-dimulai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/30/320/2570344/pembangunan-tol-yogyakarta-bawen-rp14-2-triliun-resmi-dimulai</guid><pubDate>Rabu 30 Maret 2022 14:40 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/30/320/2570344/pembangunan-tol-yogyakarta-bawen-rp14-2-triliun-resmi-dimulai-yMI49OUvbR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan Tol Yogyakarta-Bawen mulai dibangun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/30/320/2570344/pembangunan-tol-yogyakarta-bawen-rp14-2-triliun-resmi-dimulai-yMI49OUvbR.jpg</image><title>Jalan Tol Yogyakarta-Bawen mulai dibangun (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan jalan tol Yogyakarta-Bawen senilai Rp14,2 triliun resmi dimulai. PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) Jalan Tol Yogyakarta-Bawen.
Groundbreaking ini setelah pembebasan lahan untuk pembanguna tol seksi 1 mencapai 92%. Sekretaris Daerah DIY R. Kadarmanta Baskara Aji menyampaikan dibangunnya jalan tol penghubung DIY, Jawa Tengah dan daerah sekitarnya di Pulau Jawa, akan memperlancar transportasi barang, logistik maupun penumpang.
BACA JUGA:Terendam Air Laut, Pembebasan Lahan Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Terkendala

&amp;ldquo;Sehingga kita bisa memanfaatkan Bandara Yogyakarta International Airport dengan optimal serta destinasi wisata di DIY juga dapat dikunjungi dengan mudah oleh masyarakat. Kita berharap, jalan tol ini juga membawa kesejahteraan bagi masyarakat, karena dengan adanya jalan tol akan lebih mudah, cepat dan efisien,&amp;rdquo; ujar Aji, Rabu (30/3/2022).
Senada, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian menyampaikan pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen memiliki tantangan yang cukup tinggi. Pasalnya, perusahaan harus menjaga daerah heritage dan kelestarian lingkungan, trase yang melewati potensi gempa, sungai lahar dingin hingga wilayah mata air yang harus dijaga.
BACA JUGA:Video Jalan Tol Cipali Diperbaiki Sambut Mudik Lebaran 2022

&amp;ldquo;Dalam membangun jalan tol ini kita harus cepat, tapi juga tetap harus menjaga kualitas/mutu, memastikan keselamatan konstruksi hingga menggunakan produk-produk dalam negeri. Kita percaya pembangunan jalan tol ini dapat meningkatkan peran kota Yogyakarta sebagai hub perkembangan ekonomi di Jawa bagian Selatan,&amp;rdquo; ucap Hedy.
Jalan Tol Yogyakarta-Bawen memiliki total panjang 75,82 Km dengan periode konsesi selama 40 tahun dan nilai investasi sebesar 14,26 Triliun. Jalan tol ini akan melintasi Provinsi Jawa Tengah sepanjang 68,17 Km dan DIY sepanjang 7,65 Km.Direktur Utama PT JJB Oemi Vierta Moerdika menjelaskan, dalam  pembangunannya, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dibagi menjadi 6 seksi, yaitu  Seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo sepanjang 8,25 Km, Seksi 2 Banyurejo-  Borobudur sepanjang 15,26 Km, Seksi 3 Borobudur-Magelang sepanjang 8,08  Km, Seksi 4 Magelang- Temanggung sepanjang 16,46 Km, Seksi 5  Temanggung-Ambarawa sepanjang 22,56 Km dan Seksi 6 Ambarawa-Bawen  sepanjang 5,21 Km.
&amp;ldquo;Hingga saat ini, progres pembebasan lahan untuk Jalan Tol  Yogyakarta-Bawen Seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo sepanjang 8,25 Km telah  mencapai 92,28%. Sedangkan, progres pembebasan lahan untuk keseluruhan  Seksi 1 s.d Seksi 6 adalah sebesar 10,45%,&amp;rdquo; ujar Oemi.
Sesuai dengan target dan prioritas pembangunan di proyek Jalan Tol  Yogyakarta-Bawen, proses konstruksi akan dimulai segera di Seksi 1  Yogyakarta-Banyurejo yang ditargetkan rampung pada Kuartal IV Tahun  2023. Seksi 1 ditargetkan mulai beroperasi di awal tahun 2024 yang akan  terhubung dengan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Yogyakarta International  Airport di Junction Sleman. Oemi menambahkan, jika pembebasan lahan  sesuai dengan target, maka prioritas konstruksi selanjutnya adalah Seksi  2 Banyurejo- Borobudur, Seksi 3 Borobudur-Magelang dan Seksi 6  Ambarawa-Bawen yang ditargetkan selesai pada Kuartal II Tahun 2024.
&amp;ldquo;Seksi 2 dan Seksi 3 nantinya akan terhubung dengan Seksi 1 yang  telah beroperasi terlebih dahulu. Sedangkan untuk Seksi 6 juga akan  diprioritaskan karena lahan lebih siap di wilayah Bawen yang terkoneksi  dengan Jalan Tol Semarang-Solo, serta juga dikelola oleh anak usaha Jasa  Marga, PT Trans Marga Jateng,&amp;rdquo; tambahnya.
Sementara itu konstruksi untuk Seksi 4 Magelang-Temanggung dan Seksi 5  Temanggung-Ambarawa direncanakan rampung pada Kuartal IV Tahun 2024  yang akan melengkapi pengoperasian Jalan Tol Yogyakarta-Bawen secara  penuh. Hal ini menyesuaikan dengan rencana alokasi dana pembebasan lahan  dari Pemerintah serta menimbang kondisi medan yang berupa perbukitan  sehingga harus dilakukan pembangunan tunnel/terowongan sepanjang 500  meter di Seksi 5.
Jika sudah beroperasi penuh, perjalanan dari Semarang menuju  Yogyakarta atau sebaliknya akan menjadi lebih cepat, dari sebelumnya  memakan waktu 3 jam menjadi hanya 1,5 jam. Pembangunan jalan tol ini  diharapkan dapat melancarkan distribusi barang dan jasa, pengembangan  industri dan pariwisata serta meningkatkan konektivitas khususnya di  sisi selatan Pulau Jawa.</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan jalan tol Yogyakarta-Bawen senilai Rp14,2 triliun resmi dimulai. PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) Jalan Tol Yogyakarta-Bawen.
Groundbreaking ini setelah pembebasan lahan untuk pembanguna tol seksi 1 mencapai 92%. Sekretaris Daerah DIY R. Kadarmanta Baskara Aji menyampaikan dibangunnya jalan tol penghubung DIY, Jawa Tengah dan daerah sekitarnya di Pulau Jawa, akan memperlancar transportasi barang, logistik maupun penumpang.
BACA JUGA:Terendam Air Laut, Pembebasan Lahan Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Terkendala

&amp;ldquo;Sehingga kita bisa memanfaatkan Bandara Yogyakarta International Airport dengan optimal serta destinasi wisata di DIY juga dapat dikunjungi dengan mudah oleh masyarakat. Kita berharap, jalan tol ini juga membawa kesejahteraan bagi masyarakat, karena dengan adanya jalan tol akan lebih mudah, cepat dan efisien,&amp;rdquo; ujar Aji, Rabu (30/3/2022).
Senada, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian menyampaikan pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen memiliki tantangan yang cukup tinggi. Pasalnya, perusahaan harus menjaga daerah heritage dan kelestarian lingkungan, trase yang melewati potensi gempa, sungai lahar dingin hingga wilayah mata air yang harus dijaga.
BACA JUGA:Video Jalan Tol Cipali Diperbaiki Sambut Mudik Lebaran 2022

&amp;ldquo;Dalam membangun jalan tol ini kita harus cepat, tapi juga tetap harus menjaga kualitas/mutu, memastikan keselamatan konstruksi hingga menggunakan produk-produk dalam negeri. Kita percaya pembangunan jalan tol ini dapat meningkatkan peran kota Yogyakarta sebagai hub perkembangan ekonomi di Jawa bagian Selatan,&amp;rdquo; ucap Hedy.
Jalan Tol Yogyakarta-Bawen memiliki total panjang 75,82 Km dengan periode konsesi selama 40 tahun dan nilai investasi sebesar 14,26 Triliun. Jalan tol ini akan melintasi Provinsi Jawa Tengah sepanjang 68,17 Km dan DIY sepanjang 7,65 Km.Direktur Utama PT JJB Oemi Vierta Moerdika menjelaskan, dalam  pembangunannya, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dibagi menjadi 6 seksi, yaitu  Seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo sepanjang 8,25 Km, Seksi 2 Banyurejo-  Borobudur sepanjang 15,26 Km, Seksi 3 Borobudur-Magelang sepanjang 8,08  Km, Seksi 4 Magelang- Temanggung sepanjang 16,46 Km, Seksi 5  Temanggung-Ambarawa sepanjang 22,56 Km dan Seksi 6 Ambarawa-Bawen  sepanjang 5,21 Km.
&amp;ldquo;Hingga saat ini, progres pembebasan lahan untuk Jalan Tol  Yogyakarta-Bawen Seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo sepanjang 8,25 Km telah  mencapai 92,28%. Sedangkan, progres pembebasan lahan untuk keseluruhan  Seksi 1 s.d Seksi 6 adalah sebesar 10,45%,&amp;rdquo; ujar Oemi.
Sesuai dengan target dan prioritas pembangunan di proyek Jalan Tol  Yogyakarta-Bawen, proses konstruksi akan dimulai segera di Seksi 1  Yogyakarta-Banyurejo yang ditargetkan rampung pada Kuartal IV Tahun  2023. Seksi 1 ditargetkan mulai beroperasi di awal tahun 2024 yang akan  terhubung dengan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Yogyakarta International  Airport di Junction Sleman. Oemi menambahkan, jika pembebasan lahan  sesuai dengan target, maka prioritas konstruksi selanjutnya adalah Seksi  2 Banyurejo- Borobudur, Seksi 3 Borobudur-Magelang dan Seksi 6  Ambarawa-Bawen yang ditargetkan selesai pada Kuartal II Tahun 2024.
&amp;ldquo;Seksi 2 dan Seksi 3 nantinya akan terhubung dengan Seksi 1 yang  telah beroperasi terlebih dahulu. Sedangkan untuk Seksi 6 juga akan  diprioritaskan karena lahan lebih siap di wilayah Bawen yang terkoneksi  dengan Jalan Tol Semarang-Solo, serta juga dikelola oleh anak usaha Jasa  Marga, PT Trans Marga Jateng,&amp;rdquo; tambahnya.
Sementara itu konstruksi untuk Seksi 4 Magelang-Temanggung dan Seksi 5  Temanggung-Ambarawa direncanakan rampung pada Kuartal IV Tahun 2024  yang akan melengkapi pengoperasian Jalan Tol Yogyakarta-Bawen secara  penuh. Hal ini menyesuaikan dengan rencana alokasi dana pembebasan lahan  dari Pemerintah serta menimbang kondisi medan yang berupa perbukitan  sehingga harus dilakukan pembangunan tunnel/terowongan sepanjang 500  meter di Seksi 5.
Jika sudah beroperasi penuh, perjalanan dari Semarang menuju  Yogyakarta atau sebaliknya akan menjadi lebih cepat, dari sebelumnya  memakan waktu 3 jam menjadi hanya 1,5 jam. Pembangunan jalan tol ini  diharapkan dapat melancarkan distribusi barang dan jasa, pengembangan  industri dan pariwisata serta meningkatkan konektivitas khususnya di  sisi selatan Pulau Jawa.</content:encoded></item></channel></rss>
