<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wih! 248 BLU Kelola Aset Rp1.170 Triliun</title><description>248 Badan Layanan Umum (BLU) saat ini mengelola aset mencapai Rp1.170 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/30/320/2570412/wih-248-blu-kelola-aset-rp1-170-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/30/320/2570412/wih-248-blu-kelola-aset-rp1-170-triliun"/><item><title>Wih! 248 BLU Kelola Aset Rp1.170 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/30/320/2570412/wih-248-blu-kelola-aset-rp1-170-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/30/320/2570412/wih-248-blu-kelola-aset-rp1-170-triliun</guid><pubDate>Rabu 30 Maret 2022 16:09 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/30/320/2570412/wih-248-blu-kelola-aset-rp1-170-triliun-2IzrBQiyva.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BLU kelola ribuan triliun aset (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/30/320/2570412/wih-248-blu-kelola-aset-rp1-170-triliun-2IzrBQiyva.jpg</image><title>BLU kelola ribuan triliun aset (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - 248 Badan Layanan Umum (BLU) saat ini mengelola aset mencapai Rp1.170 triliun. Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Hadiyanto menyebutkan BLU mengalami pertumbuhan dan dinamika yang sangat positif.
&amp;ldquo;Dalam 16 tahun terakhir BLU mengalami pertumbuhan dan dinamika yang sangat positif dalam berbagai aspek,&amp;rdquo; katanya dalam Rapat Koordinasi BLU 2022 di Jakarta, Rabu (30/3/2022).
BACA JUGA:RI Masih Banyak Tantangan, Sri Mulyani Ingatkan Kinerja BLU

Hadiyanto menuturkan BLU yang semula hanya di rumpun kesehatan dan pendidikan, saat ini berkembang mencakup rumpun pengelolaan dana, pengelola kawasan, penyediaan barang dan jasa lainnya sampai ke sektor pariwisata.
Dia merinci 248 BLU ini meliputi 107 BLU bidang kesehatan, 105 BLU bidang pendidikan, sembilan BLU bidang pengelola dana, enam BLU pengelola kawasan dan 21 BLU di bidang barang atau jasa lainnya.
BACA JUGA:Kemenkeu: Penyerapan APBN Biasanya Meningkat di Akhir Tahun

Pada aspek jenis dana kelolaan, BLU menjadi semakin beragam termasuk BLU sawit dan kerja sama pembangunan internasional.
Pada aspek fleksibilitas yang semula terbatas pada pengelolaan kas pun kini berkembang menjadi entitas yang mempunyai fleksibilitas pengelolaan aset, pengadaan barang atau jasa hingga investasi.Pada aspek tata kelola yang semula berupa kelengkapan organ, saat ini  berkembang pada arah penguatan SPI, peran dewan pengawas, implementasi  kontrak kinerja dan penilaian maturitas BLU.
Meski demikian, Hadiyanto mengingatkan BLU masih akan menghadapi  tantangan pada tahun ini karena adanya bayangan pandemi terhadap ekonomi  global.
BLU pun tetap dituntut untuk terus berkontribusi pada pertumbuhan  ekonomi dengan melakukan upaya antara lain inovasi dalam penanganan  pandemi dan mengembangkan pelayanan dengan creative financing.
BLU juga harus menjadi link and match dengan kebutuhan industri dan  mengoptimalisasi aset BLU serta mengintensifkan upaya digitalisasi  layanan.</description><content:encoded>JAKARTA - 248 Badan Layanan Umum (BLU) saat ini mengelola aset mencapai Rp1.170 triliun. Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Hadiyanto menyebutkan BLU mengalami pertumbuhan dan dinamika yang sangat positif.
&amp;ldquo;Dalam 16 tahun terakhir BLU mengalami pertumbuhan dan dinamika yang sangat positif dalam berbagai aspek,&amp;rdquo; katanya dalam Rapat Koordinasi BLU 2022 di Jakarta, Rabu (30/3/2022).
BACA JUGA:RI Masih Banyak Tantangan, Sri Mulyani Ingatkan Kinerja BLU

Hadiyanto menuturkan BLU yang semula hanya di rumpun kesehatan dan pendidikan, saat ini berkembang mencakup rumpun pengelolaan dana, pengelola kawasan, penyediaan barang dan jasa lainnya sampai ke sektor pariwisata.
Dia merinci 248 BLU ini meliputi 107 BLU bidang kesehatan, 105 BLU bidang pendidikan, sembilan BLU bidang pengelola dana, enam BLU pengelola kawasan dan 21 BLU di bidang barang atau jasa lainnya.
BACA JUGA:Kemenkeu: Penyerapan APBN Biasanya Meningkat di Akhir Tahun

Pada aspek jenis dana kelolaan, BLU menjadi semakin beragam termasuk BLU sawit dan kerja sama pembangunan internasional.
Pada aspek fleksibilitas yang semula terbatas pada pengelolaan kas pun kini berkembang menjadi entitas yang mempunyai fleksibilitas pengelolaan aset, pengadaan barang atau jasa hingga investasi.Pada aspek tata kelola yang semula berupa kelengkapan organ, saat ini  berkembang pada arah penguatan SPI, peran dewan pengawas, implementasi  kontrak kinerja dan penilaian maturitas BLU.
Meski demikian, Hadiyanto mengingatkan BLU masih akan menghadapi  tantangan pada tahun ini karena adanya bayangan pandemi terhadap ekonomi  global.
BLU pun tetap dituntut untuk terus berkontribusi pada pertumbuhan  ekonomi dengan melakukan upaya antara lain inovasi dalam penanganan  pandemi dan mengembangkan pelayanan dengan creative financing.
BLU juga harus menjadi link and match dengan kebutuhan industri dan  mengoptimalisasi aset BLU serta mengintensifkan upaya digitalisasi  layanan.</content:encoded></item></channel></rss>
