<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendapatan BLU Rp126 Triliun pada 2021, Naik 80,8%</title><description>Pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) mencapai Rp126,02 triliun atau tumbuh 80,85% (yoy) pada 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/30/320/2570422/pendapatan-blu-rp126-triliun-pada-2021-naik-80-8</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/30/320/2570422/pendapatan-blu-rp126-triliun-pada-2021-naik-80-8"/><item><title>Pendapatan BLU Rp126 Triliun pada 2021, Naik 80,8%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/30/320/2570422/pendapatan-blu-rp126-triliun-pada-2021-naik-80-8</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/30/320/2570422/pendapatan-blu-rp126-triliun-pada-2021-naik-80-8</guid><pubDate>Rabu 30 Maret 2022 16:18 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/30/320/2570422/pendapatan-blu-rp126-triliun-pada-2021-naik-80-8-3935w0NCws.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pendapatan BLU alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/30/320/2570422/pendapatan-blu-rp126-triliun-pada-2021-naik-80-8-3935w0NCws.jpg</image><title>Pendapatan BLU alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) mencapai Rp126,02 triliun atau tumbuh 80,85% (yoy) pada 2021. Pendapatan Rp126,02 triliun ini lebih besar 214% dari target yang telah ditetapkan yakni sebesar Rp58,79 triliun sehingga berkontribusi 27,5% dari total Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
&amp;ldquo;Di tengah gelombang kedua pandemi dan kondisi ekonomi global yang tidak tentu, BLU masih mampu menunjukkan kinerja positif, &amp;rdquo; kata Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Hadiyanto menyatakan dalam Rapat Koordinasi BLU 2022 di Jakarta, Rabu (30/3/2022).
BACA JUGA:Wih! 248 BLU Kelola Aset Rp1.170 Triliun

Hadiyanto menjelaskan saat ini terdapat 248 BLU di Indonesia meliputi 107 BLU bidang kesehatan, 105 BLU bidang pendidikan, sembilan BLU bidang pengelola dana, enam BLU pengelola kawasan dan 21 BLU bidang barang atau jasa lainnya.
Keseluruhan BLU tersebut mengelola aset mencapai Rp1.170 triliun dengan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) sebanyak 235 ribu.
Hadiyanto melanjutkan, BLU sejauh ini juga telah mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat yakni ditunjukkan dengan kontribusi layanan yang available, afordable dan sustainable.
BACA JUGA:RI Masih Banyak Tantangan, Sri Mulyani Ingatkan Kinerja BLU

Sebagai contoh pada BLU kesehatan, jumlah rumah sakit BLU hanya 3,06% dari total rumah sakit di Indonesia namun mampu berkontribusi sebesar 15,4% dari seluruh pelayanan rumah sakit di Indonesia.
Di masa pandemi, sebanyak 82 rumah sakit BLU merupakan rumah sakit rujukan COVID-19 dan empat rumah sakit BLU menjadi rumah sakit khusus COVID-19 yang telah didukung dengan teknologi informasi.
Pada BLU pendidikan, jumlah perguruan tinggi BLU hanya 2,96% dari seluruh jumlah perguruan tinggi di Indonesia namun mampu mendidik 25,45% mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia.Di masa pandemi, peran BLU pendidikan telah menerapkan kebijakan  kuliah daring serta adanya relaksasi tarif pendidikan mencapai Rp496  miliar bahkan sebanyak 14 BLU Poltekes juga mengirim 2.357 relawan  kepada 36 fasilitas kesehatan COVID-19.
Hadiyanto mengingatkan tantangan tidak lebih mudah pada tahun ini  karena pandemi masih terus membayangi kondisi ekonomi global dan  nasional pun masih dalam tahap pemulihan.
Oleh sebab itu, tuntutan BLU sebagai agen pemerintah diharapkan dapat  berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Upaya BLU untuk berkontribusi dalam mendorong ekonomi nasional dapat  dilakukan antara lain melalui extra effort dan berinovasi untuk  penanganan pandemi serta melakukan pengembangan layanan dengan creative  financing.
Kemudian menjadi link and match dengan kebutuhan industri,  mengoptimalisasi aset BLU serta mengintensifkan upaya digitalisasi  layanan seperti economic sharing, virtual account, market place dan  QRIS.</description><content:encoded>JAKARTA - Pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) mencapai Rp126,02 triliun atau tumbuh 80,85% (yoy) pada 2021. Pendapatan Rp126,02 triliun ini lebih besar 214% dari target yang telah ditetapkan yakni sebesar Rp58,79 triliun sehingga berkontribusi 27,5% dari total Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
&amp;ldquo;Di tengah gelombang kedua pandemi dan kondisi ekonomi global yang tidak tentu, BLU masih mampu menunjukkan kinerja positif, &amp;rdquo; kata Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Hadiyanto menyatakan dalam Rapat Koordinasi BLU 2022 di Jakarta, Rabu (30/3/2022).
BACA JUGA:Wih! 248 BLU Kelola Aset Rp1.170 Triliun

Hadiyanto menjelaskan saat ini terdapat 248 BLU di Indonesia meliputi 107 BLU bidang kesehatan, 105 BLU bidang pendidikan, sembilan BLU bidang pengelola dana, enam BLU pengelola kawasan dan 21 BLU bidang barang atau jasa lainnya.
Keseluruhan BLU tersebut mengelola aset mencapai Rp1.170 triliun dengan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) sebanyak 235 ribu.
Hadiyanto melanjutkan, BLU sejauh ini juga telah mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat yakni ditunjukkan dengan kontribusi layanan yang available, afordable dan sustainable.
BACA JUGA:RI Masih Banyak Tantangan, Sri Mulyani Ingatkan Kinerja BLU

Sebagai contoh pada BLU kesehatan, jumlah rumah sakit BLU hanya 3,06% dari total rumah sakit di Indonesia namun mampu berkontribusi sebesar 15,4% dari seluruh pelayanan rumah sakit di Indonesia.
Di masa pandemi, sebanyak 82 rumah sakit BLU merupakan rumah sakit rujukan COVID-19 dan empat rumah sakit BLU menjadi rumah sakit khusus COVID-19 yang telah didukung dengan teknologi informasi.
Pada BLU pendidikan, jumlah perguruan tinggi BLU hanya 2,96% dari seluruh jumlah perguruan tinggi di Indonesia namun mampu mendidik 25,45% mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia.Di masa pandemi, peran BLU pendidikan telah menerapkan kebijakan  kuliah daring serta adanya relaksasi tarif pendidikan mencapai Rp496  miliar bahkan sebanyak 14 BLU Poltekes juga mengirim 2.357 relawan  kepada 36 fasilitas kesehatan COVID-19.
Hadiyanto mengingatkan tantangan tidak lebih mudah pada tahun ini  karena pandemi masih terus membayangi kondisi ekonomi global dan  nasional pun masih dalam tahap pemulihan.
Oleh sebab itu, tuntutan BLU sebagai agen pemerintah diharapkan dapat  berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Upaya BLU untuk berkontribusi dalam mendorong ekonomi nasional dapat  dilakukan antara lain melalui extra effort dan berinovasi untuk  penanganan pandemi serta melakukan pengembangan layanan dengan creative  financing.
Kemudian menjadi link and match dengan kebutuhan industri,  mengoptimalisasi aset BLU serta mengintensifkan upaya digitalisasi  layanan seperti economic sharing, virtual account, market place dan  QRIS.</content:encoded></item></channel></rss>
