<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sektor Jasa Keuangan RI Stabil, Ini Buktinya</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut sektor jasa keuangan tetap stabil dan bertumbuh.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/30/320/2570568/sektor-jasa-keuangan-ri-stabil-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/30/320/2570568/sektor-jasa-keuangan-ri-stabil-ini-buktinya"/><item><title>Sektor Jasa Keuangan RI Stabil, Ini Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/30/320/2570568/sektor-jasa-keuangan-ri-stabil-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/30/320/2570568/sektor-jasa-keuangan-ri-stabil-ini-buktinya</guid><pubDate>Rabu 30 Maret 2022 19:40 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/30/320/2570568/sektor-jasa-keuangan-ri-stabil-ini-buktinya-lQivY3lxoF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">OJK sebut industri jasa keuangan stabil (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/30/320/2570568/sektor-jasa-keuangan-ri-stabil-ini-buktinya-lQivY3lxoF.jpg</image><title>OJK sebut industri jasa keuangan stabil (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut sektor jasa keuangan tetap stabil dan bertumbuh. Hal ini seiring peningkatan fungsi intermediasi di sektor perbankan dan IKNB serta menguatnya pasar modal.
&quot;Hal tersebut didorong kerja pengaturan dan pengawasan OJK yang solid, serta terkendalinya pandemi sehingga meningkatkan aktivitas sosial ekonomi masyarakat dan mendorong pertumbuhan perekonomian nasional,&quot; tulis Deputi Komisioner Humas dan Logistik Anto Prabowo dalam keterangan resminya, Rabu (30/3/2022).
BACA JUGA:OJK Targetkan 100 Bank Wakaf Mikro Berdiri di 2022

Rapat Dewan Komisioner (RDK) mencatat hingga Maret 2022, perkembangan pasar saham Indonesia masih menguat. Sampai dengan 25 Maret 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah menguat 1,6% mtd dan mencatatkan all time high pada level 7.049,68.
&quot;Penguatan ini didukung oleh net buy nonresiden di pasar saham yang tercatat sebesar Rp5,12 triliun mtd. Sementara itu di pasar SBN, outflow nonresiden mencatatkan peningkatan sebesar Rp36,65 triliun sehingga turut mendorong peningkatan rerata yield 19,8 bps,&quot; ungkapnya.
BACA JUGA:14 Nama Calon Dewan Komisioner OJK yang Beredar Belum Resmi dari Jokowi

Adapun penghimpunan dana di pasar modal melalui Penawaran Umum Saham, Obligasi dan Sukuk hingga 29 Maret 2022 telah mencapai nilai Rp47,6 triliun dengan penambahan emiten baru sebanyak 15 emiten. Hal ini menunjukkan optimisme investor domestik maupun global atas perekonomian domestik yang terus pulih.
Fungsi intermediasi perbankan pada bulan Februari 2022 kembali mencatatkan tren positif dengan pertumbuhan kredit sebesar 6,33% yoy (0,93% mtm) dengan seluruh kategori debitur mencatatkan kenaikan, terutama UMKM dan ritel.Secara sektoral, mayoritas sektor utama mencatatkan kenaikan kredit  secara mtm, terutama perdagangan, manufaktur, dan rumah tangga  masing-masing sebesar Rp19,5 triliun, Rp8,8 triliun, dan Rp7,1 triliun.  Hal tersebut mencerminkan dukungan perbankan dalam pemulihan ekonomi  nasional terus membaik.
Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatatkan pertumbuhan  sebesar 11,11% yoy (0,30% mtm) terutama didorong oleh giro yang tumbuh  sebesar Rp30,1 triliun.
OJK juga terus mendorong terbentuknya tingkat suku bunga perbankan  yang lebih efisien dan secara umum hingga Februari terus melanjutkan  tren penurunan. Rata- rata suku bunga kredit tertimbang dari Kredit  Modal Kerja (KMK), Kredit Investasi (KI), dan Kredit Konsumsi (KK) pada  Februari 2022 tercatat sebesar 9,02% atau menurun dibandingkan periode  sebelumnya, begitupun dengan SBDK yang menurun menjadi sebesar 8,81%.
Pada sektor IKNB, piutang perusahaan pembiayaan terpantau dalam tren  meningkat, dengan nominal tercatat sebesar Rp372 triliun pada Februari  2022 terutama didorong oleh jenis pembiayaan modal kerja dan investasi  dengan mayoritas sektoral mengalami pertumbuhan positif.
Namun demikian, premi asuransi umum kembali terkontraksi pada  Februari 2022 sebesar 3,5% yoy setelah bulan sebelumnya terpantau  positif 4,68%. Sementara itu, premi asuransi jiwa juga masih  terkontraksi 22,02% yoy.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut sektor jasa keuangan tetap stabil dan bertumbuh. Hal ini seiring peningkatan fungsi intermediasi di sektor perbankan dan IKNB serta menguatnya pasar modal.
&quot;Hal tersebut didorong kerja pengaturan dan pengawasan OJK yang solid, serta terkendalinya pandemi sehingga meningkatkan aktivitas sosial ekonomi masyarakat dan mendorong pertumbuhan perekonomian nasional,&quot; tulis Deputi Komisioner Humas dan Logistik Anto Prabowo dalam keterangan resminya, Rabu (30/3/2022).
BACA JUGA:OJK Targetkan 100 Bank Wakaf Mikro Berdiri di 2022

Rapat Dewan Komisioner (RDK) mencatat hingga Maret 2022, perkembangan pasar saham Indonesia masih menguat. Sampai dengan 25 Maret 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah menguat 1,6% mtd dan mencatatkan all time high pada level 7.049,68.
&quot;Penguatan ini didukung oleh net buy nonresiden di pasar saham yang tercatat sebesar Rp5,12 triliun mtd. Sementara itu di pasar SBN, outflow nonresiden mencatatkan peningkatan sebesar Rp36,65 triliun sehingga turut mendorong peningkatan rerata yield 19,8 bps,&quot; ungkapnya.
BACA JUGA:14 Nama Calon Dewan Komisioner OJK yang Beredar Belum Resmi dari Jokowi

Adapun penghimpunan dana di pasar modal melalui Penawaran Umum Saham, Obligasi dan Sukuk hingga 29 Maret 2022 telah mencapai nilai Rp47,6 triliun dengan penambahan emiten baru sebanyak 15 emiten. Hal ini menunjukkan optimisme investor domestik maupun global atas perekonomian domestik yang terus pulih.
Fungsi intermediasi perbankan pada bulan Februari 2022 kembali mencatatkan tren positif dengan pertumbuhan kredit sebesar 6,33% yoy (0,93% mtm) dengan seluruh kategori debitur mencatatkan kenaikan, terutama UMKM dan ritel.Secara sektoral, mayoritas sektor utama mencatatkan kenaikan kredit  secara mtm, terutama perdagangan, manufaktur, dan rumah tangga  masing-masing sebesar Rp19,5 triliun, Rp8,8 triliun, dan Rp7,1 triliun.  Hal tersebut mencerminkan dukungan perbankan dalam pemulihan ekonomi  nasional terus membaik.
Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatatkan pertumbuhan  sebesar 11,11% yoy (0,30% mtm) terutama didorong oleh giro yang tumbuh  sebesar Rp30,1 triliun.
OJK juga terus mendorong terbentuknya tingkat suku bunga perbankan  yang lebih efisien dan secara umum hingga Februari terus melanjutkan  tren penurunan. Rata- rata suku bunga kredit tertimbang dari Kredit  Modal Kerja (KMK), Kredit Investasi (KI), dan Kredit Konsumsi (KK) pada  Februari 2022 tercatat sebesar 9,02% atau menurun dibandingkan periode  sebelumnya, begitupun dengan SBDK yang menurun menjadi sebesar 8,81%.
Pada sektor IKNB, piutang perusahaan pembiayaan terpantau dalam tren  meningkat, dengan nominal tercatat sebesar Rp372 triliun pada Februari  2022 terutama didorong oleh jenis pembiayaan modal kerja dan investasi  dengan mayoritas sektoral mengalami pertumbuhan positif.
Namun demikian, premi asuransi umum kembali terkontraksi pada  Februari 2022 sebesar 3,5% yoy setelah bulan sebelumnya terpantau  positif 4,68%. Sementara itu, premi asuransi jiwa juga masih  terkontraksi 22,02% yoy.</content:encoded></item></channel></rss>
