<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terendam Air Laut, Pembebasan Lahan Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Terkendala</title><description>Sebagian lahan warga hilang terkikis air laut di sekitar kawasan yang akan dibangun jalan tol Semarang-Demak. Hal tersebut menjadi hambatan dalam proses pembebasan lahan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/30/470/2570194/terendam-air-laut-pembebasan-lahan-pembangunan-jalan-tol-semarang-demak-terkendala</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/30/470/2570194/terendam-air-laut-pembebasan-lahan-pembangunan-jalan-tol-semarang-demak-terkendala"/><item><title>Terendam Air Laut, Pembebasan Lahan Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Terkendala</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/30/470/2570194/terendam-air-laut-pembebasan-lahan-pembangunan-jalan-tol-semarang-demak-terkendala</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/30/470/2570194/terendam-air-laut-pembebasan-lahan-pembangunan-jalan-tol-semarang-demak-terkendala</guid><pubDate>Rabu 30 Maret 2022 11:28 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/30/470/2570194/terendam-air-laut-pembebasan-lahan-pembangunan-jalan-tol-semarang-demak-terkendala-ntmj9ftPHf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi jalan Tol. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/30/470/2570194/terendam-air-laut-pembebasan-lahan-pembangunan-jalan-tol-semarang-demak-terkendala-ntmj9ftPHf.jpg</image><title>Ilustrasi jalan Tol. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sebagian lahan warga hilang terkikis air laut di sekitar kawasan yang akan dibangun jalan tol Semarang-Demak. Hal tersebut menjadi hambatan dalam proses pembebasan lahan.

Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bidang Hubungan Antar Lembaga, Asep Arofah mengatakan saat ini pembanguan seksi 1 jalan tol Semarang-Demak mengalami kendala lahan.

Menurutnya, ada beberapa lahan warga ketika hendak dibebaskan malah terendam air laut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Jalan Tol JORR Arah Pasar Minggu Padat, Pengendara Diminta Cari Jalur Alternatif
Garis pantai yang sebelumnya berada di pinggir lahan tersebut, kini sudah melahap sebagian lahan warga.

&quot;Untuk seksi 1, kami mengalami sedikit kendala karena terdapat satu lokasi yang disebut sebagai 'tanah musnah' yakni dulunya daratan sekarang sudah tidak terlihat karena terendam air laut,&quot; ujar Asep dalam keterangan resmi di web Binamarga, Sabtu (29/1/2022).

&quot;Kami mohon bantuannya untuk penyelesaian pembayaran seperti apa. Karena kami sebagai pelaksana pembangunan ingin memastikan bahwa tanah itu memang bisa digunakan tanpa merugikan pihak tertentu,&quot; sambungnya.
Sebagai informasi Tol Semarang-Demak terbagi atas dua seksi. Seksi 1 sepanjang 10,64 km yang baru dilakukan penandatangan kontrak sementara seksi 2 Sayung-Demak punya panjang 16,31 km, yang sedang dalam tahap kontruksi mencapai 70%.

Seksi 2 diharapkan bisa selesai pada akhir 2022 dan beroperasi 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Video Jalan Tol Cipali Diperbaiki Sambut Mudik Lebaran 2022
Sedangkan untuk Seksi 1 ditargetkan beroperasi awal 2025 mendatang. Selanjutnya ada tiga ruas pembangunan jalan tol di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Selain Semarang-Demak, ada juga Yogyakarta-Bawen dan Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo yang total panjangnya 200 km.

Lalu, direncanakan membangun lagi tiga ruas jalan tol, Pejagan-Cilacap, Cilacap-Yogyakarta, dan Demak-Rembang. Tol Semarang-Demak jadi ruas utama sisi Utara, jadi untuk menuju Surabaya tak perlu lewat Solo atau sisi tengah.
</description><content:encoded>JAKARTA - Sebagian lahan warga hilang terkikis air laut di sekitar kawasan yang akan dibangun jalan tol Semarang-Demak. Hal tersebut menjadi hambatan dalam proses pembebasan lahan.

Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bidang Hubungan Antar Lembaga, Asep Arofah mengatakan saat ini pembanguan seksi 1 jalan tol Semarang-Demak mengalami kendala lahan.

Menurutnya, ada beberapa lahan warga ketika hendak dibebaskan malah terendam air laut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Jalan Tol JORR Arah Pasar Minggu Padat, Pengendara Diminta Cari Jalur Alternatif
Garis pantai yang sebelumnya berada di pinggir lahan tersebut, kini sudah melahap sebagian lahan warga.

&quot;Untuk seksi 1, kami mengalami sedikit kendala karena terdapat satu lokasi yang disebut sebagai 'tanah musnah' yakni dulunya daratan sekarang sudah tidak terlihat karena terendam air laut,&quot; ujar Asep dalam keterangan resmi di web Binamarga, Sabtu (29/1/2022).

&quot;Kami mohon bantuannya untuk penyelesaian pembayaran seperti apa. Karena kami sebagai pelaksana pembangunan ingin memastikan bahwa tanah itu memang bisa digunakan tanpa merugikan pihak tertentu,&quot; sambungnya.
Sebagai informasi Tol Semarang-Demak terbagi atas dua seksi. Seksi 1 sepanjang 10,64 km yang baru dilakukan penandatangan kontrak sementara seksi 2 Sayung-Demak punya panjang 16,31 km, yang sedang dalam tahap kontruksi mencapai 70%.

Seksi 2 diharapkan bisa selesai pada akhir 2022 dan beroperasi 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Video Jalan Tol Cipali Diperbaiki Sambut Mudik Lebaran 2022
Sedangkan untuk Seksi 1 ditargetkan beroperasi awal 2025 mendatang. Selanjutnya ada tiga ruas pembangunan jalan tol di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Selain Semarang-Demak, ada juga Yogyakarta-Bawen dan Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo yang total panjangnya 200 km.

Lalu, direncanakan membangun lagi tiga ruas jalan tol, Pejagan-Cilacap, Cilacap-Yogyakarta, dan Demak-Rembang. Tol Semarang-Demak jadi ruas utama sisi Utara, jadi untuk menuju Surabaya tak perlu lewat Solo atau sisi tengah.
</content:encoded></item></channel></rss>
