<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Turunkan Emisi Karbon Bukan Berarti Tidak Boleh Bergerak</title><description>Pemerintah tengah berupaya menurunkan emisi karbon.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/31/320/2570808/sri-mulyani-turunkan-emisi-karbon-bukan-berarti-tidak-boleh-bergerak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/03/31/320/2570808/sri-mulyani-turunkan-emisi-karbon-bukan-berarti-tidak-boleh-bergerak"/><item><title>Sri Mulyani: Turunkan Emisi Karbon Bukan Berarti Tidak Boleh Bergerak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/03/31/320/2570808/sri-mulyani-turunkan-emisi-karbon-bukan-berarti-tidak-boleh-bergerak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/03/31/320/2570808/sri-mulyani-turunkan-emisi-karbon-bukan-berarti-tidak-boleh-bergerak</guid><pubDate>Kamis 31 Maret 2022 11:27 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/31/320/2570808/sri-mulyani-turunkan-emisi-karbon-bukan-berarti-tidak-boleh-bergerak-emEywy6iMn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Sri Mulyani bicara soal pengurangan emisi karbon (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/31/320/2570808/sri-mulyani-turunkan-emisi-karbon-bukan-berarti-tidak-boleh-bergerak-emEywy6iMn.jpg</image><title>Menkeu Sri Mulyani bicara soal pengurangan emisi karbon (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah tengah berupaya menurunkan emisi karbon. Namun Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa nett zero emission bukan berarti Indonesia harus berdiam diri.
BACA JUGA:Tekan Emisi Karbon, PGN Subholding Gas Gandeng Perusahaan Korsel

&quot;Tidak berarti kita tidak boleh bergerak, ga boleh ngapa-ngapain supaya tidak terjadi emisi CO2, tapi Indonesia akan terus bergerak membangun dan terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun emisi karbonnya secara netto harus 0,&quot; ujar Sri dalam PPATK 3rd Legal Forum di Jakarta, Kamis (31/3/2022).
BACA JUGA:RI Butuh Rp3.461 Triliun Turunkan Emisi Karbon, Sri Mulyani Punya Uang?

Dia menyebutkan bahwa target ini membutuhkan suatu strategi yang luar biasa, dan melalui berbagai kerjasama dengan K/L, ada dua sektor yang sangat penting berkontribusi, baik yang mengeluarkan emisi CO2 atau yang menyerap CO2.Karena mengejar emisi 0, ini berarti sektor yang melakukan emisi dan  menyerap emisi harus bisa offset. Sektor-sektor tersebut adalah sektor  kehutanan dan land use, yang kalau terjadi deforestasi, penggunaan tanah  dipakai untuk pembangunan kemungkiman menghasilkan CO2 yang sangat  besar.
&quot;Sehingga upaya dunia adalah bagaimana untuk forestry dan land use  itu mereka meminta terjadinya nett zero emission. Ini berarti kita harus  melakukan reforestasi, makanya bapak Presiden sering kali mengundang  tamu-tamu negara berbagai pihak untuk melihat tempat persemaian. Karena  itu adalah cara yang termasuk paling efektif dan murah, jauh lebih murah  dari sektor energi yang emisi karbonnya besar sekali dan untuk  menguranginya membutuhkan biaya yang luar biasa besar,&quot; jelas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah tengah berupaya menurunkan emisi karbon. Namun Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa nett zero emission bukan berarti Indonesia harus berdiam diri.
BACA JUGA:Tekan Emisi Karbon, PGN Subholding Gas Gandeng Perusahaan Korsel

&quot;Tidak berarti kita tidak boleh bergerak, ga boleh ngapa-ngapain supaya tidak terjadi emisi CO2, tapi Indonesia akan terus bergerak membangun dan terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun emisi karbonnya secara netto harus 0,&quot; ujar Sri dalam PPATK 3rd Legal Forum di Jakarta, Kamis (31/3/2022).
BACA JUGA:RI Butuh Rp3.461 Triliun Turunkan Emisi Karbon, Sri Mulyani Punya Uang?

Dia menyebutkan bahwa target ini membutuhkan suatu strategi yang luar biasa, dan melalui berbagai kerjasama dengan K/L, ada dua sektor yang sangat penting berkontribusi, baik yang mengeluarkan emisi CO2 atau yang menyerap CO2.Karena mengejar emisi 0, ini berarti sektor yang melakukan emisi dan  menyerap emisi harus bisa offset. Sektor-sektor tersebut adalah sektor  kehutanan dan land use, yang kalau terjadi deforestasi, penggunaan tanah  dipakai untuk pembangunan kemungkiman menghasilkan CO2 yang sangat  besar.
&quot;Sehingga upaya dunia adalah bagaimana untuk forestry dan land use  itu mereka meminta terjadinya nett zero emission. Ini berarti kita harus  melakukan reforestasi, makanya bapak Presiden sering kali mengundang  tamu-tamu negara berbagai pihak untuk melihat tempat persemaian. Karena  itu adalah cara yang termasuk paling efektif dan murah, jauh lebih murah  dari sektor energi yang emisi karbonnya besar sekali dan untuk  menguranginya membutuhkan biaya yang luar biasa besar,&quot; jelas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
