<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendapatan Pengelola Alfamart Rp84 Triliun, Emiten AMRT Milik Djoko Susanto Raup Laba Rp1,9 Triliun</title><description>PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membukukan laba sebesar Rp1,95 triliun pada 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/01/278/2571618/pendapatan-pengelola-alfamart-rp84-triliun-emiten-amrt-milik-djoko-susanto-raup-laba-rp1-9-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/01/278/2571618/pendapatan-pengelola-alfamart-rp84-triliun-emiten-amrt-milik-djoko-susanto-raup-laba-rp1-9-triliun"/><item><title>Pendapatan Pengelola Alfamart Rp84 Triliun, Emiten AMRT Milik Djoko Susanto Raup Laba Rp1,9 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/01/278/2571618/pendapatan-pengelola-alfamart-rp84-triliun-emiten-amrt-milik-djoko-susanto-raup-laba-rp1-9-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/01/278/2571618/pendapatan-pengelola-alfamart-rp84-triliun-emiten-amrt-milik-djoko-susanto-raup-laba-rp1-9-triliun</guid><pubDate>Jum'at 01 April 2022 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/01/278/2571618/pendapatan-pengelola-alfamart-rp84-triliun-emiten-amrt-milik-djoko-susanto-raup-laba-rp1-9-triliun-2CFGAYGg2y.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Laba pengelola Alfamart alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/01/278/2571618/pendapatan-pengelola-alfamart-rp84-triliun-emiten-amrt-milik-djoko-susanto-raup-laba-rp1-9-triliun-2CFGAYGg2y.jpeg</image><title>Laba pengelola Alfamart alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membukukan laba sebesar Rp1,95 triliun pada 2021. Laba emiten milik Djoko Susanto ini naik 83,79% dibandingkan dengan capaian 2020 sebesar Rp1,06 triliun.
Emiten pengelola jaringan minimarket Alfamart ini menjelaskan, kenaikan laba yang signifikan sepanjang 2021 didorong oleh naiknya pendapatan perusahaan. Disebutkan, pendapatan bersih AMRT tercatat naik 11,97% secara tahunan, dari Rp75,82 triliun pada 2020 menjadi Rp84,90 triliun pada 2021. Pendapatan segmen makanan naik dari Rp50,26 triliun menjadi Rp58,98 triliun dan pendapatan dari non-makanan naik dari Rp25,52 triliun menjadi Rp25,90.
BACA JUGA:Pengelola Alfamart (AMRT) Siapkan Belanja Modal Rp3,5 Triliun

Berdasarkan lokasi operasional, wilayah Jawa di luar Jabodetabek menjadi penyumbang terbesar pendapatan yakni Rp32,67 triliun. Kemudian disusul kawasan luar Jawa Rp27,97 triliun, dan Jabodetabek sebesar 24,75 triliun. Beban pokok pendapatan naik 11,27%, dari Rp60,14 triliun pada 2020 menjadi Rp67,22 triliun. Laba kotor juga tercatat naik 14,71% dari Rp15,41 triliun menjadi Rp17,68 triliun pada 2021.
BACA JUGA:Alfamart (AMRT), Emiten Milik Konglomerat Djoko Susanto Borong Saham MIDI Rp155 Miliar

Total aset AMRT naik dari Rp25,97 triliun pada 2020 menjadi Rp27,49 triliun di 2021, dengan aset lancar naik menjadi Rp14,21 triliun dari sebelumnya Rp13,55 triliun. Aset tidak lancar naik dari Rp12,41 triliun menjadi 13,28 triliun. Posisi liabilitas juga meningkat dari Rp18,33 triliun menjadi Rp18,50 triliun. Liabilitas jangka pendek naik dari Rp15,32 triliun menjadi Rp16,37 triliun dan liabilitas jangka panjang turun dari Rp3,00 triliun pada 2020 menjadi Rp2,12 triliun.
Adapun ekuitas naik dari Rp7,63 triliun menjadi Rp8,98 triliun per 31 Desember 2021. Sementara itu, kas dan setara kas akhir tahun turun dari Rp3,87 triliun menjadi Rp3,26 triliun. Sebagai informasi, tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure senilai Rp3,4 triliun - Rp3,5 triliun.&amp;ldquo;Untuk 2022, perseroan memiliki target untuk membuka sekitar 800 -  1.000 gerai baru dengan capex yang dialokasikan sebesar Rp3,4 triliun -  Rp3,5 triliun,&amp;rdquo;kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan Sumber Alfaria  Trijaya, Tomin Widian.
Disampaikannya, capex yang disiapkan perseroan tidak hanya untuk  pembukaan gerai baru namun juga untuk memperpanjang kontrak gerai yang  akan habis masa sewanya. Perseroan akan fokus membuka gerai baru di luar  Pulau Jawa karena memiliki potensi pasar yang masih besar. Dengan  rencana ekspansi dan optimisme pemulihan ekonomi pada 2022, AMRT  membidik kenaikan pendapatan sebesar 8% - 10% dari realisasi 2021.
Tomin menyatakan, perseroan optimistis penyebaran virus Covid-19 yang  kembali merebak pada awal tahun ini tidak akan terlalu berdampak pada  daya beli masyarakat. Adapun, perseroan telah menyiapkan strategi untuk  menggenjot kinerja pada tahun ini salah satunya dengan terus  mengembangkan aplikasi belanja online AlfaGift.
&amp;ldquo;Hal ini sesuai kebutuhan pelanggan kami juga di mana dengan belanja  online bisa lebih nyaman apalagi barang juga cepat sampai,&amp;rdquo;ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membukukan laba sebesar Rp1,95 triliun pada 2021. Laba emiten milik Djoko Susanto ini naik 83,79% dibandingkan dengan capaian 2020 sebesar Rp1,06 triliun.
Emiten pengelola jaringan minimarket Alfamart ini menjelaskan, kenaikan laba yang signifikan sepanjang 2021 didorong oleh naiknya pendapatan perusahaan. Disebutkan, pendapatan bersih AMRT tercatat naik 11,97% secara tahunan, dari Rp75,82 triliun pada 2020 menjadi Rp84,90 triliun pada 2021. Pendapatan segmen makanan naik dari Rp50,26 triliun menjadi Rp58,98 triliun dan pendapatan dari non-makanan naik dari Rp25,52 triliun menjadi Rp25,90.
BACA JUGA:Pengelola Alfamart (AMRT) Siapkan Belanja Modal Rp3,5 Triliun

Berdasarkan lokasi operasional, wilayah Jawa di luar Jabodetabek menjadi penyumbang terbesar pendapatan yakni Rp32,67 triliun. Kemudian disusul kawasan luar Jawa Rp27,97 triliun, dan Jabodetabek sebesar 24,75 triliun. Beban pokok pendapatan naik 11,27%, dari Rp60,14 triliun pada 2020 menjadi Rp67,22 triliun. Laba kotor juga tercatat naik 14,71% dari Rp15,41 triliun menjadi Rp17,68 triliun pada 2021.
BACA JUGA:Alfamart (AMRT), Emiten Milik Konglomerat Djoko Susanto Borong Saham MIDI Rp155 Miliar

Total aset AMRT naik dari Rp25,97 triliun pada 2020 menjadi Rp27,49 triliun di 2021, dengan aset lancar naik menjadi Rp14,21 triliun dari sebelumnya Rp13,55 triliun. Aset tidak lancar naik dari Rp12,41 triliun menjadi 13,28 triliun. Posisi liabilitas juga meningkat dari Rp18,33 triliun menjadi Rp18,50 triliun. Liabilitas jangka pendek naik dari Rp15,32 triliun menjadi Rp16,37 triliun dan liabilitas jangka panjang turun dari Rp3,00 triliun pada 2020 menjadi Rp2,12 triliun.
Adapun ekuitas naik dari Rp7,63 triliun menjadi Rp8,98 triliun per 31 Desember 2021. Sementara itu, kas dan setara kas akhir tahun turun dari Rp3,87 triliun menjadi Rp3,26 triliun. Sebagai informasi, tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure senilai Rp3,4 triliun - Rp3,5 triliun.&amp;ldquo;Untuk 2022, perseroan memiliki target untuk membuka sekitar 800 -  1.000 gerai baru dengan capex yang dialokasikan sebesar Rp3,4 triliun -  Rp3,5 triliun,&amp;rdquo;kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan Sumber Alfaria  Trijaya, Tomin Widian.
Disampaikannya, capex yang disiapkan perseroan tidak hanya untuk  pembukaan gerai baru namun juga untuk memperpanjang kontrak gerai yang  akan habis masa sewanya. Perseroan akan fokus membuka gerai baru di luar  Pulau Jawa karena memiliki potensi pasar yang masih besar. Dengan  rencana ekspansi dan optimisme pemulihan ekonomi pada 2022, AMRT  membidik kenaikan pendapatan sebesar 8% - 10% dari realisasi 2021.
Tomin menyatakan, perseroan optimistis penyebaran virus Covid-19 yang  kembali merebak pada awal tahun ini tidak akan terlalu berdampak pada  daya beli masyarakat. Adapun, perseroan telah menyiapkan strategi untuk  menggenjot kinerja pada tahun ini salah satunya dengan terus  mengembangkan aplikasi belanja online AlfaGift.
&amp;ldquo;Hal ini sesuai kebutuhan pelanggan kami juga di mana dengan belanja  online bisa lebih nyaman apalagi barang juga cepat sampai,&amp;rdquo;ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
