<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Pertamax hingga PPN Naik, Daya Beli Orang RI Terancam?</title><description>Harga Pertamax naik menjadi Rp 12.500 hingga Rp 13.000 per liter mulai 1 April.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/01/320/2571763/harga-pertamax-hingga-ppn-naik-daya-beli-orang-ri-terancam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/01/320/2571763/harga-pertamax-hingga-ppn-naik-daya-beli-orang-ri-terancam"/><item><title>Harga Pertamax hingga PPN Naik, Daya Beli Orang RI Terancam?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/01/320/2571763/harga-pertamax-hingga-ppn-naik-daya-beli-orang-ri-terancam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/01/320/2571763/harga-pertamax-hingga-ppn-naik-daya-beli-orang-ri-terancam</guid><pubDate>Jum'at 01 April 2022 17:36 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/01/320/2571763/harga-pertamax-hingga-ppn-naik-daya-beli-orang-ri-terancam-3W7zCM5MJ0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Pertamax dan PPN naik ancam konsumsi rumah tangga (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/01/320/2571763/harga-pertamax-hingga-ppn-naik-daya-beli-orang-ri-terancam-3W7zCM5MJ0.jpg</image><title>Harga Pertamax dan PPN naik ancam konsumsi rumah tangga (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga Pertamax naik menjadi Rp12.500 hingga Rp13.000 per liter mulai 1 April. Selain harga Pertamax, pemerintah juga menetapkan kenaikan PPN menjadi 11% di hari yang sama.
Imbasnya, harga sejumlah produk akan semakin tinggi. Belum lagi, harga sembako seperti minyak masih melambung jelang bulan Ramadan. Lantas, bagaimana dampaknya ke pertumbuhan ekonomi kuartal I 2022?
BACA JUGA:PPN 11% Bikin Harga Barang Lebih Mahal, Inflasi Terkendali?

&quot;Tentu sangat berpengaruh khususnya ke kelas menengah yang rentang, yang jumlahnya 115 juta orang. Jika kenaikan harga barang terjadi secara simultan baik di komoditas pangan maupun energi, prilaku konsumen langsung berubah,&quot; ujar Direktur CELIOS Bhima Yudisthira kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (1/4/2022).
Menurutnya, masyarakat akan mempertimbangkan sejumlah pilihan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Ada yang hemat ekstrem dengan menunda belanja, ada yang tidak memutuskan mudik lebaran karena harga BBM naik, ada juga yang terpaksa turun kelas mengkonsumsi barang yang lebih murah.
BACA JUGA:Pertamax Naik Jadi Rp12.500/Liter, Harga Lebih Murah dari Shell tapi Pertamina Masih Rugi

Lanjutnya, indeks kepercayaan konsumen diperkirakan tergerus terutama pasca lebaran. Pada bulan April, pemulihan ekonomi masih terbantu dengan pemberian THR kepada masyarakat, tapi setelah itu daya beli bisa merosot karena pajak yang semakin tinggi.&quot;PPN juga kontribusinya jangan hanya dilihat naik cuma 1% tapi  momentum naiknya tarif PPN dimanfaatkan pedagang untuk sesuaikan harga  dihampir seluruh barang. Efek psikologis ini yang tidak bisa  dikendalikan,&quot; ujar Bhima.
Dengan melihat kondisi yang ada, Bhima memproyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun ini hanya menyentuh 3-4% saja.
&quot;Masih butuh waktu lama untuk pulih seperti pra pandemi,&quot; katanya.
Bhima mengatakan, untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah harga yang naik, pemerintah bisa melakukan berbagai antisipasi.
&quot;Jaring pengaman sosial perlu diperkuat misalnya mendorong kembali  bansos tunai, penambahan dana PKH, bansos dana desa, hingga penambahan  alokasi subsidi energi minimum menjadi Rp 200 triliun,&quot; ujar Bhima.
</description><content:encoded>JAKARTA - Harga Pertamax naik menjadi Rp12.500 hingga Rp13.000 per liter mulai 1 April. Selain harga Pertamax, pemerintah juga menetapkan kenaikan PPN menjadi 11% di hari yang sama.
Imbasnya, harga sejumlah produk akan semakin tinggi. Belum lagi, harga sembako seperti minyak masih melambung jelang bulan Ramadan. Lantas, bagaimana dampaknya ke pertumbuhan ekonomi kuartal I 2022?
BACA JUGA:PPN 11% Bikin Harga Barang Lebih Mahal, Inflasi Terkendali?

&quot;Tentu sangat berpengaruh khususnya ke kelas menengah yang rentang, yang jumlahnya 115 juta orang. Jika kenaikan harga barang terjadi secara simultan baik di komoditas pangan maupun energi, prilaku konsumen langsung berubah,&quot; ujar Direktur CELIOS Bhima Yudisthira kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (1/4/2022).
Menurutnya, masyarakat akan mempertimbangkan sejumlah pilihan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Ada yang hemat ekstrem dengan menunda belanja, ada yang tidak memutuskan mudik lebaran karena harga BBM naik, ada juga yang terpaksa turun kelas mengkonsumsi barang yang lebih murah.
BACA JUGA:Pertamax Naik Jadi Rp12.500/Liter, Harga Lebih Murah dari Shell tapi Pertamina Masih Rugi

Lanjutnya, indeks kepercayaan konsumen diperkirakan tergerus terutama pasca lebaran. Pada bulan April, pemulihan ekonomi masih terbantu dengan pemberian THR kepada masyarakat, tapi setelah itu daya beli bisa merosot karena pajak yang semakin tinggi.&quot;PPN juga kontribusinya jangan hanya dilihat naik cuma 1% tapi  momentum naiknya tarif PPN dimanfaatkan pedagang untuk sesuaikan harga  dihampir seluruh barang. Efek psikologis ini yang tidak bisa  dikendalikan,&quot; ujar Bhima.
Dengan melihat kondisi yang ada, Bhima memproyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun ini hanya menyentuh 3-4% saja.
&quot;Masih butuh waktu lama untuk pulih seperti pra pandemi,&quot; katanya.
Bhima mengatakan, untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah harga yang naik, pemerintah bisa melakukan berbagai antisipasi.
&quot;Jaring pengaman sosial perlu diperkuat misalnya mendorong kembali  bansos tunai, penambahan dana PKH, bansos dana desa, hingga penambahan  alokasi subsidi energi minimum menjadi Rp 200 triliun,&quot; ujar Bhima.
</content:encoded></item></channel></rss>
