<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Nabi Muhammad SAW Pernah Dibohongi Pedagang Kurma</title><description>Nabi Muhammad SAW pernah dibohongi pedagang kurma.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/01/455/2571139/cerita-nabi-muhammad-saw-pernah-dibohongi-pedagang-kurma</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/01/455/2571139/cerita-nabi-muhammad-saw-pernah-dibohongi-pedagang-kurma"/><item><title>Cerita Nabi Muhammad SAW Pernah Dibohongi Pedagang Kurma</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/01/455/2571139/cerita-nabi-muhammad-saw-pernah-dibohongi-pedagang-kurma</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/01/455/2571139/cerita-nabi-muhammad-saw-pernah-dibohongi-pedagang-kurma</guid><pubDate>Jum'at 01 April 2022 05:06 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/31/455/2571139/cerita-nabi-muhammad-saw-pernah-dibohongi-pedagang-kurma-iACwAOGuFN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jejak bisnis Nabi Muhammad SAW (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/31/455/2571139/cerita-nabi-muhammad-saw-pernah-dibohongi-pedagang-kurma-iACwAOGuFN.jpg</image><title>Jejak bisnis Nabi Muhammad SAW (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Nabi Muhammad SAW pernah dibohongi pedagang kurma. Kisah ini terjadi di sebuah pasar di pinggir jalan.
Bagaimana ceritanya lengkapnya? Cerita ini dilansir dari Buku Bisnis Ala Nabi karya Mustafa Kamal Rokan, Jakarta, Kamis (31/3/2022).
Pada suatu ketika, di sebuah pasar di pinggir jalan, beliau menemukan seorang pedagang yang sedang menjual setumpuk kurma.
BACA JUGA:Kunci Sukses Berdagang ala Nabi Muhammad SAW
Tiba-tiba Muhammad memasukkan tangannya ke bawah tumpukan kurma itu. Setelah menarik tangannya, lalu Muhammad bertanya &amp;ldquo;Kenapa kurma ini basah?&amp;rdquo; Si pedagang serta-merta menjawab dengan penuh ketakutan, &amp;ldquo;Ditimpa hujan, ya, Rasulullah.&amp;rdquo;
Muhammad lalu mengusut, &amp;ldquo;Kalau benar ditimpa hujan kenapa yang basah bagian bawahnya, sementara yang di atas kering?&amp;rdquo;
BACA JUGA:Perjalanan Bisnis Nabi Muhammad SAW hingga Jadi Pengusaha Sukses, Berdagang sejak Usia 12 Tahun
Pada akhirnya Rasulullah menegaskan, &amp;ldquo;Barang siapa di antara kalian yang melakukan kecurangan dan penipuan, maka dia tidak termasuk dalam golongan kami&amp;rdquo; (HR Muslim).
Untuk menghindarkan sisi negatif dari tabiat pasar, Muhammad mencoba meletakkan aturan-aturan dan etika yang harus ditegakkan oleh pelaku-pelaku pasar.Beberapa bentuk etika bisnis yang diajarkan Muhammad di pasar di  antaranya adalah adil dalam takaran dan timbangan, jujur dan transparan  dalam bertransaksi.
Kemudian, tidak melakukan jual-beli najasy (menjual barang dengan  mempergunakan jasa orang lain untuk memengaruhi dan memuji barang  dagangannya dengan pura-pura menawar agar orang lain terpancing  membelinya), tidak melakukan talaqqi ar-rukban (menjemput barang  dagangan ke pemiliknya di luar kota dan meletakkan harga yang tidak  sesuai dengan harga pasar untuk mendapatkan keuntungan yang lebih  besar).
Demikian juga dengan etika untuk tidak menjual kepada orang lain  barang yang belum sempurna dimiliki, tidak melakukan ihtikar (penimbunan  barang kebutuhan masyarakat lalu menjualnya dengan harga tinggi), tidak  melakukan transaksi yang bersifat ribawi serta menghindarkan aktivitas  yang bersifat maya (gharar).</description><content:encoded>JAKARTA - Nabi Muhammad SAW pernah dibohongi pedagang kurma. Kisah ini terjadi di sebuah pasar di pinggir jalan.
Bagaimana ceritanya lengkapnya? Cerita ini dilansir dari Buku Bisnis Ala Nabi karya Mustafa Kamal Rokan, Jakarta, Kamis (31/3/2022).
Pada suatu ketika, di sebuah pasar di pinggir jalan, beliau menemukan seorang pedagang yang sedang menjual setumpuk kurma.
BACA JUGA:Kunci Sukses Berdagang ala Nabi Muhammad SAW
Tiba-tiba Muhammad memasukkan tangannya ke bawah tumpukan kurma itu. Setelah menarik tangannya, lalu Muhammad bertanya &amp;ldquo;Kenapa kurma ini basah?&amp;rdquo; Si pedagang serta-merta menjawab dengan penuh ketakutan, &amp;ldquo;Ditimpa hujan, ya, Rasulullah.&amp;rdquo;
Muhammad lalu mengusut, &amp;ldquo;Kalau benar ditimpa hujan kenapa yang basah bagian bawahnya, sementara yang di atas kering?&amp;rdquo;
BACA JUGA:Perjalanan Bisnis Nabi Muhammad SAW hingga Jadi Pengusaha Sukses, Berdagang sejak Usia 12 Tahun
Pada akhirnya Rasulullah menegaskan, &amp;ldquo;Barang siapa di antara kalian yang melakukan kecurangan dan penipuan, maka dia tidak termasuk dalam golongan kami&amp;rdquo; (HR Muslim).
Untuk menghindarkan sisi negatif dari tabiat pasar, Muhammad mencoba meletakkan aturan-aturan dan etika yang harus ditegakkan oleh pelaku-pelaku pasar.Beberapa bentuk etika bisnis yang diajarkan Muhammad di pasar di  antaranya adalah adil dalam takaran dan timbangan, jujur dan transparan  dalam bertransaksi.
Kemudian, tidak melakukan jual-beli najasy (menjual barang dengan  mempergunakan jasa orang lain untuk memengaruhi dan memuji barang  dagangannya dengan pura-pura menawar agar orang lain terpancing  membelinya), tidak melakukan talaqqi ar-rukban (menjemput barang  dagangan ke pemiliknya di luar kota dan meletakkan harga yang tidak  sesuai dengan harga pasar untuk mendapatkan keuntungan yang lebih  besar).
Demikian juga dengan etika untuk tidak menjual kepada orang lain  barang yang belum sempurna dimiliki, tidak melakukan ihtikar (penimbunan  barang kebutuhan masyarakat lalu menjualnya dengan harga tinggi), tidak  melakukan transaksi yang bersifat ribawi serta menghindarkan aktivitas  yang bersifat maya (gharar).</content:encoded></item></channel></rss>
