<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cadangan AS Naik, Harga Minyak Dunia Anjlok</title><description>Harga minyak dunia anjlok pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/02/320/2571964/cadangan-as-naik-harga-minyak-dunia-anjlok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/02/320/2571964/cadangan-as-naik-harga-minyak-dunia-anjlok"/><item><title>Cadangan AS Naik, Harga Minyak Dunia Anjlok</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/02/320/2571964/cadangan-as-naik-harga-minyak-dunia-anjlok</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/02/320/2571964/cadangan-as-naik-harga-minyak-dunia-anjlok</guid><pubDate>Sabtu 02 April 2022 08:40 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/02/320/2571964/cadangan-as-naik-harga-minyak-dunia-anjlok-0j2U7KjBjQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia turun (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/02/320/2571964/cadangan-as-naik-harga-minyak-dunia-anjlok-0j2U7KjBjQ.jpg</image><title>Harga minyak dunia turun (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia anjlok pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga minyak turun setelah anggota Badan Energi Internasional (IEA) setuju untuk bergabung dalam rilis cadangan minyak AS terbesar yang pernah ada.
Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni turun 32 sen atau 0,3%, menjadi menetap di USD104,39 per barel di London ICE Futures Exchange.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Tembus USD120/Barel Usai Kilang Minyak Aramco Diserang Rudal

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei kehilangan USD1,01 atau 1,0%, menjadi ditutup di USD99,27 per barel di New York Mercantile Exchange.
Baik kontrak acuan harga minyak mentah Brent maupun minyak AS anjlok sekitar 13% dalam penurunan mingguan terbesar mereka dalam dua tahun setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan pelepasan cadangan minyak daruratnya pada Kamis (31/3/2022).
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Anjlok 2%, Uni Eropa Gagal Boikot Rusia

Biden mengumumkan pelepasan 1 juta barel per hari (bph) minyak mentah selama enam bulan mulai Mei, yang pada 180 juta barel merupakan pelepasan terbesar dari Cadangan Minyak Strategis (SPR) AS.
Negara-negara anggota Badan Energi Internasional pada Jumat (1/4/2022) tidak menyetujui volume atau komitmen masing-masing negara pada pertemuan darurat mereka, kata Direktur Divisi Urusan Unternasional di Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, Hidechika Koizumi. Dia menambahkan bahwa detail tambahan dapat diketahui &quot;dalam minggu depan atau lebih.&quot;OPEC+, yang mencakup Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan  sekutunya termasuk Rusia, pada Kamis (31/3/2022) tetap dengan rencana  peningkatan 432.000 barel per hari ke target produksi Mei mereka  meskipun ada tekanan Barat untuk menambahkan lebih banyak.
Perusahaan-perusahaan energi AS pekan lalu menambahkan rig minyak dan  gas alam untuk minggu kedua berturut-turut tetapi pertumbuhan jumlah  rig tetap lambat, karena pengebor terus mengembalikan uang tunai kepada  pemegang saham dari harga minyak mentah yang tinggi daripada  meningkatkan produksi.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia anjlok pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga minyak turun setelah anggota Badan Energi Internasional (IEA) setuju untuk bergabung dalam rilis cadangan minyak AS terbesar yang pernah ada.
Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni turun 32 sen atau 0,3%, menjadi menetap di USD104,39 per barel di London ICE Futures Exchange.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Tembus USD120/Barel Usai Kilang Minyak Aramco Diserang Rudal

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei kehilangan USD1,01 atau 1,0%, menjadi ditutup di USD99,27 per barel di New York Mercantile Exchange.
Baik kontrak acuan harga minyak mentah Brent maupun minyak AS anjlok sekitar 13% dalam penurunan mingguan terbesar mereka dalam dua tahun setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan pelepasan cadangan minyak daruratnya pada Kamis (31/3/2022).
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Anjlok 2%, Uni Eropa Gagal Boikot Rusia

Biden mengumumkan pelepasan 1 juta barel per hari (bph) minyak mentah selama enam bulan mulai Mei, yang pada 180 juta barel merupakan pelepasan terbesar dari Cadangan Minyak Strategis (SPR) AS.
Negara-negara anggota Badan Energi Internasional pada Jumat (1/4/2022) tidak menyetujui volume atau komitmen masing-masing negara pada pertemuan darurat mereka, kata Direktur Divisi Urusan Unternasional di Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, Hidechika Koizumi. Dia menambahkan bahwa detail tambahan dapat diketahui &quot;dalam minggu depan atau lebih.&quot;OPEC+, yang mencakup Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan  sekutunya termasuk Rusia, pada Kamis (31/3/2022) tetap dengan rencana  peningkatan 432.000 barel per hari ke target produksi Mei mereka  meskipun ada tekanan Barat untuk menambahkan lebih banyak.
Perusahaan-perusahaan energi AS pekan lalu menambahkan rig minyak dan  gas alam untuk minggu kedua berturut-turut tetapi pertumbuhan jumlah  rig tetap lambat, karena pengebor terus mengembalikan uang tunai kepada  pemegang saham dari harga minyak mentah yang tinggi daripada  meningkatkan produksi.</content:encoded></item></channel></rss>
