<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sukuk Negara untuk DDT Manggarai-Cikarang Rp5,6 Triliun</title><description>Sukuk negara untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu Double-Double Track (DDT) Manggarai-Cikarang mencapai Rp5,6 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/02/320/2572026/sukuk-negara-untuk-ddt-manggarai-cikarang-rp5-6-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/02/320/2572026/sukuk-negara-untuk-ddt-manggarai-cikarang-rp5-6-triliun"/><item><title>Sukuk Negara untuk DDT Manggarai-Cikarang Rp5,6 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/02/320/2572026/sukuk-negara-untuk-ddt-manggarai-cikarang-rp5-6-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/02/320/2572026/sukuk-negara-untuk-ddt-manggarai-cikarang-rp5-6-triliun</guid><pubDate>Sabtu 02 April 2022 12:26 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/02/320/2572026/sukuk-negara-untuk-ddt-manggarai-cikarang-rp5-6-triliun-TnVRRXfUOv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sukuk negara dipakai untuk pembangunan DDT (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/02/320/2572026/sukuk-negara-untuk-ddt-manggarai-cikarang-rp5-6-triliun-TnVRRXfUOv.jpg</image><title>Sukuk negara dipakai untuk pembangunan DDT (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu Double-Double Track (DDT) Manggarai-Cikarang mencapai Rp5,6 triliun. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan tahapan proyeknya dimulai sejak 2014 dan akan selesai secara keseluruhan pada 2023.
Besaran tersebut masuk dalam total alokasi SBSN sejak 2014-2022 untuk Balai Perkeretaapian wilayah Jakarta dan Banten yang mencapai Rp6,3 triliun.
BACA JUGA:Pegadaian Tawarkan Obligasi dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan Tahap I Tahun 2022

Adapun total alokasi pembiayaan dari SBSN bagi sektor perkeretaapian untuk tahun anggaran 2022 adalah Rp3,5 triliun dengan alokasi untuk wilayah Jakarta dan Banten masing-masing Rp532 miliar.
Anggaran itu digunakan untuk penyelesaian pembangunan fasilitas perkeretaapian Manggarai-Jatinegara tahap II dan Bekasi-Cikarang sebagai bagian dari rangkaian proyek pembangunan DDT Manggarai-Cikarang.
BACA JUGA:BI Kaji Penerbitan Sukuk Bank Indonesia Inklusif

Beberapa proyek rangkaian pembangunan DDT Manggarai-Cikarang yang telah selesai melalui SBSN sampai 2021, antara lain Paket A tahap I yaitu pembangunan fasilitas perkeretaapian untuk Manggarai-Jatinegara MYC 2015-2021 senilai Rp2,44 triliun.
Kemudian penggantian sistem persinyalan dan telekomunikasi Stasiun Cikarang-Stasiun Cikampek senilai Rp308 miliar dari 2020 -2021 serta Paket B2 (1) yaitu modernisasi fasilitas perkeretaapian untuk Jatinegara-Bekasi Rp880 miliar dari 2015-2018.Terakhir yakni Paket B2 (2) Double Track antara Jatinegara-Bekasi senilai Rp258 miliar pada 2014.
Sementara untuk proyek pembangunan DDT Manggarai-Cikarang yang  dibiayai melalui SBSN dan masih dalam proses pembangunan adalah  pembangunan fasilitas perkeretaapian Bekasi-Cikarang MYC 2019-2022 Rp581  miliar.
Sekaligus Paket A tahap II yaitu pembangunan fasilitas perkeretaapian Manggarai-Jatinegara MYC 2019-2022 senilai Rp1,2 triliun.
Sri Mulyani berpesan Satuan Kerja Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah  Jakarta dan Banten untuk menjaga, memelihara dan mengambil manfaat dari  pembangunan yang dibiayai melalui SBSN ini.
&amp;ldquo;Karana ini merupakan aset negara yang berasal dari investasi  masyarakat. Semoga infrastruktur ini terus dijaga,&amp;rdquo; tegas Menkeu Sri  Mulyani.</description><content:encoded>JAKARTA - Pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu Double-Double Track (DDT) Manggarai-Cikarang mencapai Rp5,6 triliun. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan tahapan proyeknya dimulai sejak 2014 dan akan selesai secara keseluruhan pada 2023.
Besaran tersebut masuk dalam total alokasi SBSN sejak 2014-2022 untuk Balai Perkeretaapian wilayah Jakarta dan Banten yang mencapai Rp6,3 triliun.
BACA JUGA:Pegadaian Tawarkan Obligasi dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan Tahap I Tahun 2022

Adapun total alokasi pembiayaan dari SBSN bagi sektor perkeretaapian untuk tahun anggaran 2022 adalah Rp3,5 triliun dengan alokasi untuk wilayah Jakarta dan Banten masing-masing Rp532 miliar.
Anggaran itu digunakan untuk penyelesaian pembangunan fasilitas perkeretaapian Manggarai-Jatinegara tahap II dan Bekasi-Cikarang sebagai bagian dari rangkaian proyek pembangunan DDT Manggarai-Cikarang.
BACA JUGA:BI Kaji Penerbitan Sukuk Bank Indonesia Inklusif

Beberapa proyek rangkaian pembangunan DDT Manggarai-Cikarang yang telah selesai melalui SBSN sampai 2021, antara lain Paket A tahap I yaitu pembangunan fasilitas perkeretaapian untuk Manggarai-Jatinegara MYC 2015-2021 senilai Rp2,44 triliun.
Kemudian penggantian sistem persinyalan dan telekomunikasi Stasiun Cikarang-Stasiun Cikampek senilai Rp308 miliar dari 2020 -2021 serta Paket B2 (1) yaitu modernisasi fasilitas perkeretaapian untuk Jatinegara-Bekasi Rp880 miliar dari 2015-2018.Terakhir yakni Paket B2 (2) Double Track antara Jatinegara-Bekasi senilai Rp258 miliar pada 2014.
Sementara untuk proyek pembangunan DDT Manggarai-Cikarang yang  dibiayai melalui SBSN dan masih dalam proses pembangunan adalah  pembangunan fasilitas perkeretaapian Bekasi-Cikarang MYC 2019-2022 Rp581  miliar.
Sekaligus Paket A tahap II yaitu pembangunan fasilitas perkeretaapian Manggarai-Jatinegara MYC 2019-2022 senilai Rp1,2 triliun.
Sri Mulyani berpesan Satuan Kerja Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah  Jakarta dan Banten untuk menjaga, memelihara dan mengambil manfaat dari  pembangunan yang dibiayai melalui SBSN ini.
&amp;ldquo;Karana ini merupakan aset negara yang berasal dari investasi  masyarakat. Semoga infrastruktur ini terus dijaga,&amp;rdquo; tegas Menkeu Sri  Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
