<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4.247 Proyek Dibiayai Sukuk Negara Rp175,3 Triliun</title><description>Nilai total 4.247 proyek yang dibiayai dari Surat Berharga Syariah  Negara (SBSN) atau sukuk negara adalah sebesar Rp175,38 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/02/320/2572030/4-247-proyek-dibiayai-sukuk-negara-rp175-3-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/02/320/2572030/4-247-proyek-dibiayai-sukuk-negara-rp175-3-triliun"/><item><title>4.247 Proyek Dibiayai Sukuk Negara Rp175,3 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/02/320/2572030/4-247-proyek-dibiayai-sukuk-negara-rp175-3-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/02/320/2572030/4-247-proyek-dibiayai-sukuk-negara-rp175-3-triliun</guid><pubDate>Sabtu 02 April 2022 12:46 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/02/320/2572030/4-247-proyek-dibiayai-sukuk-negara-rp175-3-triliun-Ryf2VPxK3g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sukuk negara dipakai untuk pembangunan infrastruktur (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/02/320/2572030/4-247-proyek-dibiayai-sukuk-negara-rp175-3-triliun-Ryf2VPxK3g.jpg</image><title>Sukuk negara dipakai untuk pembangunan infrastruktur (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Nilai total 4.247 proyek yang dibiayai dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara adalah sebesar Rp175,38 triliun. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan berbagai proyek infrastruktur strategis dihasilkan dari pembiayaan proyek SBSN tersebut.
Sri Mulyani menuturkan 4.247 proyek yang dibangun melalui pembiayaan dari SBSN ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
BACA JUGA:Sukuk Negara untuk DDT Manggarai-Cikarang Rp5,6 Triliun

Proyek-proyek tersebut di antaranya meliputi pembangunan proyek jalur kereta api Double-Double Track (DDT) Manggarai-Cikarang, Double Track KA selatan Jawa, serta infrastruktur perkeretaapian Trans Sulawesi Parepare-Makassar dan Trans Sumatera.
Kemudian pembangunan jembatan Youtefa di Jayapura-Papua dan jembatan Pulau Balang untuk mendukung konektivitas Trans Kalimantan.
BACA JUGA:BI Kaji Penerbitan Sukuk Bank Indonesia Inklusif

Selanjutnya pembangunan bandar udara, fasilitas pelabuhan dan penyeberangan di berbagai provinsi dalam rangka dukungan untuk peningkatan konektivitas sekaligus penguatan jalur logistik nasional.
Terakhir pembangunan berbagai sarana dan prasarana pendidikan baik PTN di lingkungan Kemendikbudristek maupun PTKIN dan madrasah di lingkungan Kementerian Agama.
Pembiayaan proyek melalui SBSN ini merupakan sinergi kebijakan di antara Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, dan Kementerian/Lembaga (K/L).Hal itu dilakukan untuk membiayai proyek-proyek atau kegiatan  prioritas dengan menggunakan dana yang bersumber dari pasar keuangan  melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang berbasis syariah yang  diterbitkan pemerintah sejak 2008.
Menurut Sri Mulyani, pembiayaan proyek SBSN ini menunjukkan tren yang  cukup menggembirakan yang tercermin dari semakin meningkatnya  pembiayaan proyek SBSN seperti dari sisi jumlah K/L yang menjadi  pemrakarsa proyek.
&amp;ldquo;Ini juga tercermin dari nilai pembiayaan yang dialokasikan, jumlah  proyek yang dibangun, serta sebaran satker pelaksana proyek SBSN dan  lokasi proyek SBSN yang dikerjakan,&amp;rdquo; ujar Menkeu Sri Mulyani.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai total 4.247 proyek yang dibiayai dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara adalah sebesar Rp175,38 triliun. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan berbagai proyek infrastruktur strategis dihasilkan dari pembiayaan proyek SBSN tersebut.
Sri Mulyani menuturkan 4.247 proyek yang dibangun melalui pembiayaan dari SBSN ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
BACA JUGA:Sukuk Negara untuk DDT Manggarai-Cikarang Rp5,6 Triliun

Proyek-proyek tersebut di antaranya meliputi pembangunan proyek jalur kereta api Double-Double Track (DDT) Manggarai-Cikarang, Double Track KA selatan Jawa, serta infrastruktur perkeretaapian Trans Sulawesi Parepare-Makassar dan Trans Sumatera.
Kemudian pembangunan jembatan Youtefa di Jayapura-Papua dan jembatan Pulau Balang untuk mendukung konektivitas Trans Kalimantan.
BACA JUGA:BI Kaji Penerbitan Sukuk Bank Indonesia Inklusif

Selanjutnya pembangunan bandar udara, fasilitas pelabuhan dan penyeberangan di berbagai provinsi dalam rangka dukungan untuk peningkatan konektivitas sekaligus penguatan jalur logistik nasional.
Terakhir pembangunan berbagai sarana dan prasarana pendidikan baik PTN di lingkungan Kemendikbudristek maupun PTKIN dan madrasah di lingkungan Kementerian Agama.
Pembiayaan proyek melalui SBSN ini merupakan sinergi kebijakan di antara Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, dan Kementerian/Lembaga (K/L).Hal itu dilakukan untuk membiayai proyek-proyek atau kegiatan  prioritas dengan menggunakan dana yang bersumber dari pasar keuangan  melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang berbasis syariah yang  diterbitkan pemerintah sejak 2008.
Menurut Sri Mulyani, pembiayaan proyek SBSN ini menunjukkan tren yang  cukup menggembirakan yang tercermin dari semakin meningkatnya  pembiayaan proyek SBSN seperti dari sisi jumlah K/L yang menjadi  pemrakarsa proyek.
&amp;ldquo;Ini juga tercermin dari nilai pembiayaan yang dialokasikan, jumlah  proyek yang dibangun, serta sebaran satker pelaksana proyek SBSN dan  lokasi proyek SBSN yang dikerjakan,&amp;rdquo; ujar Menkeu Sri Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
