<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga LPG 3 Kg Akan Naik, Pedagang Warteg: Nangis Darah Kita</title><description>Pemerintah memberi sinyal kenaikan elpiji 3 kg. Rencana kenaikan gas elpiji dinilai memberatkan masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/02/320/2572144/harga-lpg-3-kg-akan-naik-pedagang-warteg-nangis-darah-kita</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/02/320/2572144/harga-lpg-3-kg-akan-naik-pedagang-warteg-nangis-darah-kita"/><item><title>Harga LPG 3 Kg Akan Naik, Pedagang Warteg: Nangis Darah Kita</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/02/320/2572144/harga-lpg-3-kg-akan-naik-pedagang-warteg-nangis-darah-kita</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/02/320/2572144/harga-lpg-3-kg-akan-naik-pedagang-warteg-nangis-darah-kita</guid><pubDate>Sabtu 02 April 2022 18:01 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/02/320/2572144/harga-lpg-3-kg-akan-naik-pedagang-warteg-nangis-darah-kita-QU9YbzSGXq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pedagang warteg keberatan jika gas elpiji 3 kg naik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/02/320/2572144/harga-lpg-3-kg-akan-naik-pedagang-warteg-nangis-darah-kita-QU9YbzSGXq.jpg</image><title>Pedagang warteg keberatan jika gas elpiji 3 kg naik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah memberi sinyal kenaikan elpiji 3 kg. Rencana kenaikan gas elpiji dinilai memberatkan masyarakat.
Ketua Koperasi Warteg Nusantara (Kowantra) Mukroni sangat menyangkan jika pemerintah memang betul-betul menaikan harga gas elpiji ukuran 3 kg.
BACA JUGA:Harga Gas Elpiji Mahal, Kompor Listrik Jadi Pilihan?

Karena menurut Mukroni hal tersebut menjadi bahan bakar utama dalam sebuah warung makan, seperti warteg yang di miliki Mukroni. Penggunaan gas tersebut tidak bisa digantikan.
&quot;Kami dari Warteg sangat menyayangkan karena kemarin minyak naik, sekarang masih susah,&quot; kata Mukroni kepada MNC Portal, Sabtu (2/4/2022).
BACA JUGA:Harga Terus Naik, Pedagang Tak Lagi Jual Gas Elpiji 12 Kg

Mukroni melihat saat ini daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih, hal tersebut bisa diarasakannya dari jumlah kunjungan masyarakat kepada wartegnya. Hal tersebut membuat kondisi jualan Mukroni belum bisa dikatakan bangkit dari pandemi covid 19.
&quot;Daya beli belum pulih, penjualannya belum siginifikan, kita mau pakai apa lagi selain gas, kita mau ganti pakai kayu, pakai listrik? nangis darah kalau sampai naik,&quot; sambung Mukroni.Mukroni mengaku sejak harga minyak goreng naik cukup signifikan  membuat para pengusaha warteg bingung untuk menyesuaikan harga barang  dagangannya.
&quot;Semua bahan baku masih naik, kita mau cari keuntungan berapa,&quot; tambah Mukroni.
Mukroni berharap kepada pemerintah untuk mengurungkan niatnya untuk  menaikan harga gas LPG ukuran 3 Kg. Setidaknya hingga ekonomi masyarakat  pulih bersama-sama. Sehingga antara konsumen dan produsen tidak ada  yang menjadi korban.
&quot;Kalau bisa tunda dulu, tunggu daya belinya bagus, omset bagus, kalau  ekonomi juga tingkat daya beli masyarakat juga akan meningkat,&quot; tambah  Mukroni.
&quot;Kalau kita naikan menu, tapi masyarakat tidak bisa beli kasian, setidaknya menunda lah,&quot; pungkas Mukroni.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah memberi sinyal kenaikan elpiji 3 kg. Rencana kenaikan gas elpiji dinilai memberatkan masyarakat.
Ketua Koperasi Warteg Nusantara (Kowantra) Mukroni sangat menyangkan jika pemerintah memang betul-betul menaikan harga gas elpiji ukuran 3 kg.
BACA JUGA:Harga Gas Elpiji Mahal, Kompor Listrik Jadi Pilihan?

Karena menurut Mukroni hal tersebut menjadi bahan bakar utama dalam sebuah warung makan, seperti warteg yang di miliki Mukroni. Penggunaan gas tersebut tidak bisa digantikan.
&quot;Kami dari Warteg sangat menyayangkan karena kemarin minyak naik, sekarang masih susah,&quot; kata Mukroni kepada MNC Portal, Sabtu (2/4/2022).
BACA JUGA:Harga Terus Naik, Pedagang Tak Lagi Jual Gas Elpiji 12 Kg

Mukroni melihat saat ini daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih, hal tersebut bisa diarasakannya dari jumlah kunjungan masyarakat kepada wartegnya. Hal tersebut membuat kondisi jualan Mukroni belum bisa dikatakan bangkit dari pandemi covid 19.
&quot;Daya beli belum pulih, penjualannya belum siginifikan, kita mau pakai apa lagi selain gas, kita mau ganti pakai kayu, pakai listrik? nangis darah kalau sampai naik,&quot; sambung Mukroni.Mukroni mengaku sejak harga minyak goreng naik cukup signifikan  membuat para pengusaha warteg bingung untuk menyesuaikan harga barang  dagangannya.
&quot;Semua bahan baku masih naik, kita mau cari keuntungan berapa,&quot; tambah Mukroni.
Mukroni berharap kepada pemerintah untuk mengurungkan niatnya untuk  menaikan harga gas LPG ukuran 3 Kg. Setidaknya hingga ekonomi masyarakat  pulih bersama-sama. Sehingga antara konsumen dan produsen tidak ada  yang menjadi korban.
&quot;Kalau bisa tunda dulu, tunggu daya belinya bagus, omset bagus, kalau  ekonomi juga tingkat daya beli masyarakat juga akan meningkat,&quot; tambah  Mukroni.
&quot;Kalau kita naikan menu, tapi masyarakat tidak bisa beli kasian, setidaknya menunda lah,&quot; pungkas Mukroni.</content:encoded></item></channel></rss>
