<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konsep Ekonomi ala Nabi Muhammad SAW</title><description>Konsep ekonomi yang dikembangkan Nabi Muhammad SAW menarik untuk diulas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/02/455/2571750/konsep-ekonomi-ala-nabi-muhammad-saw</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/02/455/2571750/konsep-ekonomi-ala-nabi-muhammad-saw"/><item><title>Konsep Ekonomi ala Nabi Muhammad SAW</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/02/455/2571750/konsep-ekonomi-ala-nabi-muhammad-saw</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/02/455/2571750/konsep-ekonomi-ala-nabi-muhammad-saw</guid><pubDate>Sabtu 02 April 2022 05:03 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/01/455/2571750/konsep-ekonomi-ala-nabi-muhammad-saw-6QEG6p2RIw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jejak bisnis Nabi Muhammad SAW (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/01/455/2571750/konsep-ekonomi-ala-nabi-muhammad-saw-6QEG6p2RIw.jpg</image><title>Jejak bisnis Nabi Muhammad SAW (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Konsep ekonomi yang dikembangkan Nabi Muhammad SAW menarik untuk diulas. Nabi Muhammad sudah sejak usia 12 tahun berdagang dan menjadi pebisnis yang sukses.
Menurut sejarawan, aktivitas bisnis Rasulullah SAW berlangsung hingga beliau berumur 37 tahun. Jika dihitung karier Muhammad SAW sebagai pedagang dari usia 12 tahun hingga 37 tahun, berarti karier bisnis Muhammad dilakoni selama 25 tahun.
Tentu bilangan ini lebih panjang dari masa tugas kerasulannya yang hanya 23 tahun, yakni dari umur 40 tahun hingga 63 tahun. Sistem ekonomi Islam yang dibawa Muhammad telah dipraktikkan dalam rekam jejak serta diteorisasikan dalam sabda-sabda beliau yang telah sampai kepada kita.
BACA JUGA:Cerita Nabi Muhammad SAW Pernah Dibohongi Pedagang Kurma

Pendeknya, Muhammad sungguh telah berhasil sebagai ekonom, sebagai bussinesman dalam tataran praktis, juga sebagai cendekia dalam tataran teori. Demikian dilansir dari Buku Bisnis Ala Nabi karya Mustafa Kamal Rokan, Jakarta, Sabtu (2/4/2022).
Keteladanan Muhammad dalam bidang ekonomi seyogianya menjadi rujukan dan landasan kebijakan ekonomi, baik dalam hal kebijakan fiskal maupun moneter, dan sejumlah persoalan ekonomi kontemporer dewasa ini. Untuk menyebut Nabi Muhammad sebagai ekonom ulung dan patut ditiru jejak langkahnya, tentu harus tahu sepak terjang Muhammad sebagai pelaku pasar.
BACA JUGA:Ini Aturan Berdagang Nabi Muhammad SAW yang Patut Ditiru

Muhammad bisa dijuluki ekonom ulum karena Muhammad mampu memberi uswah hasanah dalam hal perekonomian umat. Muhammad tidak sekadar berteori dalam hal perekonomian umat, tetapi juga sudah terbukti sukses dalam ranah praksisnya.
Dalam tataran praktis, dunia bisnis telah Muhammad lakoni sejak usia kanak-kanak. Dalam Ensiklopedia bertajuk Muhammad sebagai Pedagang yang ditulis Afzalurrahman diceritakan bahwa awal karier Muhammad sebagai pedagang telah dirintis sejak usia 12 tahun bersama pamannya, Abu Thalib.
Tak tanggung-tanggung, jiwa entrepreneur-nya telah dipicu dengan suasana perdagangan pada skala internasional hingga ke beberapa negara, seperti Suriah, Yordania, dan Lebanon. Saat usia belasan tahun itu, Muhammad telah menjadi pengusaha yang mandiri serta mampu bersaing dengan pengusaha kelas kakap yang sangat berpengalaman.Saat itu Muhammad tidak hanya berhasil memenuhi kebutuhan hidup  dengan kondisi kehidupannya yang sangat serba terbatas, apalagi sebagai  anak yatim piatu, tetapi ia juga telah berhasil memiliki reputasi yang  tinggi di antara para pedagang saat itu.
Puncak kariernya adalah saat dia melakukan kerja sama dagang dengan  Khadijah, yakni melakukan ekspansi usaha ke beberapa negara di Timur  Tengah, seperti Yaman, Bahrain, dan Oman.
Menobatkan Muhammad sebagai ekonom dapat dilihat dalam teori-teori  ekonomi yang disampaikan beliau, baik dalam konteks saat ia menjadi  pedagang, maupun saat ia menjadi regulator atau pengambil kebijakan  (policy) dalam pemerintahan saat itu.
Tentu teori ekonomi yang disampaikan sangat terkait dengan konteks  saat itu dan bersifat umum, sebab sebuah teori harus dapat mengakomodasi  segala persoalan dan kondisi perekonomian yang terus berkembang.
Berikut beberapa teori ekonomi yang akan dibahas secara singkat.
Pertama, ekonomi harus dibangun atas dasar asas trust (kepercayaan,  kejujuran) yang menjadi value driven business (nilai berjalannya  bisnis).
Kedua, dalam ekonomi mikro, yakni dalam sistem pasar, Muhammad telah  mengeluarkan teori pasar dengan memberi beberapa rambu untuk menjaga  pasar agar tidak terdistorsi.
Ketiga, sistem konsumsi, produksi, dan distribusi. Muhammad  mengajarkan sistem konsumsi yang egalitarian. Bahkan, anjuran konsumsi  tidak hanya dibatasi pada kebutuhan pokok, tetapi juga mencakup  kesenangan dan bahkan barang mewah, tentu dengan batasan-batasan yang  halal, baik (thoyyib), dan tidak berlebih-lebihan (israf).</description><content:encoded>JAKARTA - Konsep ekonomi yang dikembangkan Nabi Muhammad SAW menarik untuk diulas. Nabi Muhammad sudah sejak usia 12 tahun berdagang dan menjadi pebisnis yang sukses.
Menurut sejarawan, aktivitas bisnis Rasulullah SAW berlangsung hingga beliau berumur 37 tahun. Jika dihitung karier Muhammad SAW sebagai pedagang dari usia 12 tahun hingga 37 tahun, berarti karier bisnis Muhammad dilakoni selama 25 tahun.
Tentu bilangan ini lebih panjang dari masa tugas kerasulannya yang hanya 23 tahun, yakni dari umur 40 tahun hingga 63 tahun. Sistem ekonomi Islam yang dibawa Muhammad telah dipraktikkan dalam rekam jejak serta diteorisasikan dalam sabda-sabda beliau yang telah sampai kepada kita.
BACA JUGA:Cerita Nabi Muhammad SAW Pernah Dibohongi Pedagang Kurma

Pendeknya, Muhammad sungguh telah berhasil sebagai ekonom, sebagai bussinesman dalam tataran praktis, juga sebagai cendekia dalam tataran teori. Demikian dilansir dari Buku Bisnis Ala Nabi karya Mustafa Kamal Rokan, Jakarta, Sabtu (2/4/2022).
Keteladanan Muhammad dalam bidang ekonomi seyogianya menjadi rujukan dan landasan kebijakan ekonomi, baik dalam hal kebijakan fiskal maupun moneter, dan sejumlah persoalan ekonomi kontemporer dewasa ini. Untuk menyebut Nabi Muhammad sebagai ekonom ulung dan patut ditiru jejak langkahnya, tentu harus tahu sepak terjang Muhammad sebagai pelaku pasar.
BACA JUGA:Ini Aturan Berdagang Nabi Muhammad SAW yang Patut Ditiru

Muhammad bisa dijuluki ekonom ulum karena Muhammad mampu memberi uswah hasanah dalam hal perekonomian umat. Muhammad tidak sekadar berteori dalam hal perekonomian umat, tetapi juga sudah terbukti sukses dalam ranah praksisnya.
Dalam tataran praktis, dunia bisnis telah Muhammad lakoni sejak usia kanak-kanak. Dalam Ensiklopedia bertajuk Muhammad sebagai Pedagang yang ditulis Afzalurrahman diceritakan bahwa awal karier Muhammad sebagai pedagang telah dirintis sejak usia 12 tahun bersama pamannya, Abu Thalib.
Tak tanggung-tanggung, jiwa entrepreneur-nya telah dipicu dengan suasana perdagangan pada skala internasional hingga ke beberapa negara, seperti Suriah, Yordania, dan Lebanon. Saat usia belasan tahun itu, Muhammad telah menjadi pengusaha yang mandiri serta mampu bersaing dengan pengusaha kelas kakap yang sangat berpengalaman.Saat itu Muhammad tidak hanya berhasil memenuhi kebutuhan hidup  dengan kondisi kehidupannya yang sangat serba terbatas, apalagi sebagai  anak yatim piatu, tetapi ia juga telah berhasil memiliki reputasi yang  tinggi di antara para pedagang saat itu.
Puncak kariernya adalah saat dia melakukan kerja sama dagang dengan  Khadijah, yakni melakukan ekspansi usaha ke beberapa negara di Timur  Tengah, seperti Yaman, Bahrain, dan Oman.
Menobatkan Muhammad sebagai ekonom dapat dilihat dalam teori-teori  ekonomi yang disampaikan beliau, baik dalam konteks saat ia menjadi  pedagang, maupun saat ia menjadi regulator atau pengambil kebijakan  (policy) dalam pemerintahan saat itu.
Tentu teori ekonomi yang disampaikan sangat terkait dengan konteks  saat itu dan bersifat umum, sebab sebuah teori harus dapat mengakomodasi  segala persoalan dan kondisi perekonomian yang terus berkembang.
Berikut beberapa teori ekonomi yang akan dibahas secara singkat.
Pertama, ekonomi harus dibangun atas dasar asas trust (kepercayaan,  kejujuran) yang menjadi value driven business (nilai berjalannya  bisnis).
Kedua, dalam ekonomi mikro, yakni dalam sistem pasar, Muhammad telah  mengeluarkan teori pasar dengan memberi beberapa rambu untuk menjaga  pasar agar tidak terdistorsi.
Ketiga, sistem konsumsi, produksi, dan distribusi. Muhammad  mengajarkan sistem konsumsi yang egalitarian. Bahkan, anjuran konsumsi  tidak hanya dibatasi pada kebutuhan pokok, tetapi juga mencakup  kesenangan dan bahkan barang mewah, tentu dengan batasan-batasan yang  halal, baik (thoyyib), dan tidak berlebih-lebihan (israf).</content:encoded></item></channel></rss>
