<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Uang Negara Dibelikan Produk Impor, Jokowi Marah hingga Sindir Menteri</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) kesal lantaran impor pengadaan barang dan jasa masih besar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/03/320/2572218/5-fakta-uang-negara-dibelikan-produk-impor-jokowi-marah-hingga-sindir-menteri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/03/320/2572218/5-fakta-uang-negara-dibelikan-produk-impor-jokowi-marah-hingga-sindir-menteri"/><item><title>5 Fakta Uang Negara Dibelikan Produk Impor, Jokowi Marah hingga Sindir Menteri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/03/320/2572218/5-fakta-uang-negara-dibelikan-produk-impor-jokowi-marah-hingga-sindir-menteri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/03/320/2572218/5-fakta-uang-negara-dibelikan-produk-impor-jokowi-marah-hingga-sindir-menteri</guid><pubDate>Minggu 03 April 2022 04:17 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/02/320/2572218/5-fakta-uang-negara-dibelikan-produk-impor-jokowi-marah-hingga-sindir-menteri-qAyfeiRGZj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi marah karena barang impor (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/02/320/2572218/5-fakta-uang-negara-dibelikan-produk-impor-jokowi-marah-hingga-sindir-menteri-qAyfeiRGZj.jpg</image><title>Jokowi marah karena barang impor (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) kesal lantaran impor pengadaan barang dan jasa masih besar. Padahal, anggaran modal yang diberikan untuk pengadaan barang dan jasa cukup besar.
Berikut fakta banyaknya uang negara yang dibelikan produk impor yang dirangkum di Jakarta, Minggu (3/4/2022).
BACA JUGA:Usai Marah-Marah soal Impor, Jokowi Terbitkan Inpres Produk Dalam Negeri

1. Perintahkan Penggunaan 40% APBN, APBD, serta Anggaran BUMN
 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan penggunaan 40% Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta anggaran BUMN untuk belanja barang-barang buatan dalam negeri.
&quot;Tidak usah muluk-muluk, dibelokkan 40% saja, 40% saja itu bisa men-trigger pertumbuhan ekonomi kita dari pemerintah (pusat) dan pemerintah daerah bisa 1,71%,&quot; kata Presiden Joko Widodo di Bali.
BACA JUGA:Mau Impor Migas hingga Gandum dari Rusia? Wajib Bayar Pakai Rubel

2. Dapat Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi
 
Presiden menyebutkan bila sebanyak 40% anggaran tersebut digunakan untuk belanja produk buatan dalam negeri maka belanja BUMN dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga 0,4% dan dari belanja APBN dan APBD dapat mendorong pertumbuhan ekonomi 1,5 sampai 1,7%.
&quot;Ini kan 2% lebih, tidak usah cari ke mana-mana, tidak usah cari investor, kita diam saja tapi konsisten beli barang yang diproduksi pabrik-pabrik, industri-industri, UKM-UKM kita kok tidak kita lakukan? Bodoh sekali kalau kita tidak melakukan ini,&quot; tegas Presiden.3. Kementerian dan Pemda Diminta Tak Lanjutkan Tradisi Beli Barang Impor
 
Presiden Jokowi pun meminta agar kementerian dan pemda tidak melanjutkan tradisi untuk membeli barang-barang impor.
&quot;Beli barang-barang impor mau kita terus-teruskan? Ndak. Ndak bisa.  Kalau kita beli barang impor, bayangkan bapak ibu kita beri pekerjaan ke  negara lain, duit kita, capital outflow keluar, pekerjaan ada di sana,  bukan di sini,&quot; ungkap Presiden.
4. Presiden Jokowi Marah
 
Padahal bila kementerian, pemda dan BUMN membeli barang dalam negeri  maka menurut Presiden, akan ada tambahan modal dan investasi oleh  pengusaha dalam negeri sehingga dapat juga membuka lapangan pekerjaan.
&quot;Tadi sudah dihitung, bisa membuka 2 juta lapangan pekerjaan, kalau  ini tidak dilakukan sekali lagi, bodoh banget kita ini. Jangan tepuk  tangan,&quot; kata Presiden mencegah tepuk tangan dari para hadiri yang hadir  di tempat itu.
5. Belum Semua Pihak Berbelanja Produk Dalam Negeri
 
Presiden menyebut belum semua pihak benar-benar membelanjakan anggaran untuk produk dalam negeri.
&quot;Kalau sudah Rp400 triliun lebih itu betul-betul semua mengerjakan  (untuk produk dalam negeri) silakan semua tepuk tangan. Kita hanya minta  40% saja sampai Mei 2022. Tadi pagi saya cek baru Rp214 triliun,&quot;  ungkap Presiden.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) kesal lantaran impor pengadaan barang dan jasa masih besar. Padahal, anggaran modal yang diberikan untuk pengadaan barang dan jasa cukup besar.
Berikut fakta banyaknya uang negara yang dibelikan produk impor yang dirangkum di Jakarta, Minggu (3/4/2022).
BACA JUGA:Usai Marah-Marah soal Impor, Jokowi Terbitkan Inpres Produk Dalam Negeri

1. Perintahkan Penggunaan 40% APBN, APBD, serta Anggaran BUMN
 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan penggunaan 40% Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta anggaran BUMN untuk belanja barang-barang buatan dalam negeri.
&quot;Tidak usah muluk-muluk, dibelokkan 40% saja, 40% saja itu bisa men-trigger pertumbuhan ekonomi kita dari pemerintah (pusat) dan pemerintah daerah bisa 1,71%,&quot; kata Presiden Joko Widodo di Bali.
BACA JUGA:Mau Impor Migas hingga Gandum dari Rusia? Wajib Bayar Pakai Rubel

2. Dapat Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi
 
Presiden menyebutkan bila sebanyak 40% anggaran tersebut digunakan untuk belanja produk buatan dalam negeri maka belanja BUMN dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga 0,4% dan dari belanja APBN dan APBD dapat mendorong pertumbuhan ekonomi 1,5 sampai 1,7%.
&quot;Ini kan 2% lebih, tidak usah cari ke mana-mana, tidak usah cari investor, kita diam saja tapi konsisten beli barang yang diproduksi pabrik-pabrik, industri-industri, UKM-UKM kita kok tidak kita lakukan? Bodoh sekali kalau kita tidak melakukan ini,&quot; tegas Presiden.3. Kementerian dan Pemda Diminta Tak Lanjutkan Tradisi Beli Barang Impor
 
Presiden Jokowi pun meminta agar kementerian dan pemda tidak melanjutkan tradisi untuk membeli barang-barang impor.
&quot;Beli barang-barang impor mau kita terus-teruskan? Ndak. Ndak bisa.  Kalau kita beli barang impor, bayangkan bapak ibu kita beri pekerjaan ke  negara lain, duit kita, capital outflow keluar, pekerjaan ada di sana,  bukan di sini,&quot; ungkap Presiden.
4. Presiden Jokowi Marah
 
Padahal bila kementerian, pemda dan BUMN membeli barang dalam negeri  maka menurut Presiden, akan ada tambahan modal dan investasi oleh  pengusaha dalam negeri sehingga dapat juga membuka lapangan pekerjaan.
&quot;Tadi sudah dihitung, bisa membuka 2 juta lapangan pekerjaan, kalau  ini tidak dilakukan sekali lagi, bodoh banget kita ini. Jangan tepuk  tangan,&quot; kata Presiden mencegah tepuk tangan dari para hadiri yang hadir  di tempat itu.
5. Belum Semua Pihak Berbelanja Produk Dalam Negeri
 
Presiden menyebut belum semua pihak benar-benar membelanjakan anggaran untuk produk dalam negeri.
&quot;Kalau sudah Rp400 triliun lebih itu betul-betul semua mengerjakan  (untuk produk dalam negeri) silakan semua tepuk tangan. Kita hanya minta  40% saja sampai Mei 2022. Tadi pagi saya cek baru Rp214 triliun,&quot;  ungkap Presiden.</content:encoded></item></channel></rss>
