<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PLN Manfaatkan 500 Ton Limbah Sawit Jadi Campuran Batu Bara</title><description>PT PLN (Persero) menerapkan program co-firing pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Berau, dengan memanfaatkan limbah perkebunan kelapa sawit sebagai campuran batu bara dalam pembakaran pembangkit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/03/320/2572289/pln-manfaatkan-500-ton-limbah-sawit-jadi-campuran-batu-bara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/04/03/320/2572289/pln-manfaatkan-500-ton-limbah-sawit-jadi-campuran-batu-bara"/><item><title>PLN Manfaatkan 500 Ton Limbah Sawit Jadi Campuran Batu Bara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/04/03/320/2572289/pln-manfaatkan-500-ton-limbah-sawit-jadi-campuran-batu-bara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/04/03/320/2572289/pln-manfaatkan-500-ton-limbah-sawit-jadi-campuran-batu-bara</guid><pubDate>Minggu 03 April 2022 06:00 WIB</pubDate><dc:creator>Athika Rahma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/03/320/2572289/pln-manfaatkan-500-ton-limbah-sawit-jadi-campuran-batu-bara-PPt4YAZC9M.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Batu Bara. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/03/320/2572289/pln-manfaatkan-500-ton-limbah-sawit-jadi-campuran-batu-bara-PPt4YAZC9M.jpg</image><title>Ilustrasi Batu Bara. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>BERAU - PT PLN (Persero) menerapkan program co-firing pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Berau, dengan memanfaatkan limbah perkebunan kelapa sawit sebagai campuran batu bara dalam pembakaran pembangkit.

General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (UIKL) Kalimantan Daniel Eliawardhana menyatakan, pelaksanaan co-firing cangkang sawit dan batu bara di PLTU Berau telah berlangsung sejak Mei 2021 dengan memanfaatkan limbah cangkang sawit lebih dari 500 ton.

&quot;PLTU Berau memanfaatkan cangkang sawit yang diolah sedemikian rupa untuk dijadikan bahan campuran batu bara dengan komposisi perbandingan 5:95 dengan begitu dapat menurunkan emisi,&quot; ujarnya, Minggu (2/4/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Toyota Kembangkan Mobil listrik di Indonesia, Dirut PLN: Kami Bakal Kolaborasi
Lanjutnya, langkah ini membuat penggunaan batu bara pada pembangkit dapat dikurangi. Dalam skala besar dan lebih panjang, emisi yang dihasilkan dalam pengoperasian PLTU juga akan menurun.
&quot;Dari sisi efisiensi, cangkang sawit memiliki nilai kalori yang lebih tinggi dibandingkan nilai kalori batu bara yang digunakan di PLTU Berau. Sehingga secara teknis, program co-firing juga mendukung dalam peningkatan efisiensi PLTU PLN&amp;rdquo;, jelasnya.

Kemudian, dalam menjaga kontinuitas pasokan cangkang sawit, Daniel mengungkapkan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan koperasi dan masyarakat setempat. Harapannya program co-firing juga membawa dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Berau terutama dalam pemanfaatan limbah hasil perkebunan rakyat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Pemerintah Punya Utang Rp109 Triliun ke Pertamina dan PLN, Kapan Dibayarnya?
Selain turut meningkatkan kontribusi energi terbarukan pada bauran energi nasional, co-firing juga berdampak positif kepada pengembangan ekonomi kerakyatan dalam bentuk Creating Shared Value (CSV) di mana tercipta peluang lapangan kerja dan bisnis di sektor biomassa khususnya yang berbasis sampah dan limbah sebagai pengganti bahan bakar fosil pada PLTU.

Sebelumnya, program yang sama telah berhasil diimplementasikan di 5 PLTU lain di Kalimantan yaitu PLTU Asam-asam di Kalsel, PLTU Pulang Pisau di Kalteng, PLTU Sintang, PLTU Ketapang dan PLTU Sanggau ketiganya di Kalbar.</description><content:encoded>BERAU - PT PLN (Persero) menerapkan program co-firing pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Berau, dengan memanfaatkan limbah perkebunan kelapa sawit sebagai campuran batu bara dalam pembakaran pembangkit.

General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (UIKL) Kalimantan Daniel Eliawardhana menyatakan, pelaksanaan co-firing cangkang sawit dan batu bara di PLTU Berau telah berlangsung sejak Mei 2021 dengan memanfaatkan limbah cangkang sawit lebih dari 500 ton.

&quot;PLTU Berau memanfaatkan cangkang sawit yang diolah sedemikian rupa untuk dijadikan bahan campuran batu bara dengan komposisi perbandingan 5:95 dengan begitu dapat menurunkan emisi,&quot; ujarnya, Minggu (2/4/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Toyota Kembangkan Mobil listrik di Indonesia, Dirut PLN: Kami Bakal Kolaborasi
Lanjutnya, langkah ini membuat penggunaan batu bara pada pembangkit dapat dikurangi. Dalam skala besar dan lebih panjang, emisi yang dihasilkan dalam pengoperasian PLTU juga akan menurun.
&quot;Dari sisi efisiensi, cangkang sawit memiliki nilai kalori yang lebih tinggi dibandingkan nilai kalori batu bara yang digunakan di PLTU Berau. Sehingga secara teknis, program co-firing juga mendukung dalam peningkatan efisiensi PLTU PLN&amp;rdquo;, jelasnya.

Kemudian, dalam menjaga kontinuitas pasokan cangkang sawit, Daniel mengungkapkan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan koperasi dan masyarakat setempat. Harapannya program co-firing juga membawa dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Berau terutama dalam pemanfaatan limbah hasil perkebunan rakyat.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Pemerintah Punya Utang Rp109 Triliun ke Pertamina dan PLN, Kapan Dibayarnya?
Selain turut meningkatkan kontribusi energi terbarukan pada bauran energi nasional, co-firing juga berdampak positif kepada pengembangan ekonomi kerakyatan dalam bentuk Creating Shared Value (CSV) di mana tercipta peluang lapangan kerja dan bisnis di sektor biomassa khususnya yang berbasis sampah dan limbah sebagai pengganti bahan bakar fosil pada PLTU.

Sebelumnya, program yang sama telah berhasil diimplementasikan di 5 PLTU lain di Kalimantan yaitu PLTU Asam-asam di Kalsel, PLTU Pulang Pisau di Kalteng, PLTU Sintang, PLTU Ketapang dan PLTU Sanggau ketiganya di Kalbar.</content:encoded></item></channel></rss>
